
Aku Buakn Rahim Cdangan
Part 75
"Apa ada yang sakit, Tante?" Tanyaku
"nggak kok sayang, cuma mau nganter check up papamu aja."
"Oh... Ya udah Debby harus kerja Tante maaf Debby tinggal dulu."
"Tante? Kok panggilanya panggil Tante?" Tanyanya, sepertinya memang benar dugaan ku, benar- benar pasangan itu memang sangat cocok, sama- sama memiliki hoby yang sama membuat masalah terutama masalahku.
"Maaf Tante, saya dan Mas Doni sudah mantan jadi jangan bersikap layaknya mertua pada menantunya." Tegasku yang tak mau lagi ada urusan dengan mereka sekeluarga.
"Apa?"
"Permisi!" Ku tinggalkan Mama Mas Doni sendiri disana. Aku tak peduli, bahkan surat keputusan cerai saja sudah lama kami dapatkan , kenapa masih saja membohongi orang tua sendiri.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Seperti janjiku pada Mbak Lidia, aku dan Mbak Lidia pergi ke Mall dengan mobilnya. Ku tinggalkan motorku di parkiran rumah sakit.
"Tau nggak mbak, tadi Mama mas Doni nyamperin aku."
"Apa? Terus kamu bilang apa Deb?"
"Ya aku bilang kita sudah mantan lah, kenapa harus bohong, toh semua juga sudah pada tau kalau aku ini JANDA." Jawabku.
"Berhenti mbak!" Kataku.
"Kenapa? Ngagetin mbak aja."
"Mundur dikit mbak!" Pintaku, mbak Lidia mendengus tapi menurutku.
"Stop!" Kataku setelah posisiku jelas untuk membaca baliho itu.
__ADS_1
"Seminar Internasional, Bersama Pembicara dari USA, Dokter Teddy?" Ku usap mataku dan ku baca ulang. Tetap sama. Ku sunggingkan senyumku, berita itu bagaikan angin segar untuk penantian ku selama ini.
"Apa yang kamu lihat Debby?" Tanya mbak Lidia mendekati jendela mobil di sisi sebelahku.
"Mbak baca aja sendiri!" Jawabku tersenyum, kuberi celah agar mbak Lidia lebih mudah membacanya. Ia terlihat begitu serius.
"Hah? Dokter Teddy mau ke Jakarta?" Kami pun. Saling menatap, dan "Aaaaa...." Teriak kegembiraan kami akhirnya terjadi begitu saja didalam mobil.
Hari yang ku tunggu- tunggu akhirnya datang juga. Seminar dimulai pukul 10.00 pagi ini, keberuntungan ada padaku, karena kebetulan aku dapat shift malam sehingga aku bisa kesana dulu. Tadi malam sepulang kerja, Aku sudah mencoba pergi ke Apartemen yang pernah di sewa dokter Teddy satu tahun yang lalu, karena aku pikir dia akan memakai apartemen itu lagi pada kepulangannya kali ini, tapi ternyata aku salah, apartemen itu kosong. Jalan satu- satunya adalah menemuinya di tempat seminar.
Tibalah aku di depan gedung megah tempat dimana acara seminar itu akan di gelar. Aku memilih menunggu di luar, karena aku tidak ikut serta dalam seminar itu. Seminar itu hanya dihadiri oleh orang- orang penting, Seperti pejabat pemerintahan dan Dokter. Profesor Antonius Adijaya sepertinya juga hadir jadi aku harus lebih berhati- hati jangan sampai dilihatnya.
Ku lihat jam tanganku, acara akan dimulai kira- kira seperempat menit lagi. Terlihat sebuah mobil PaheroSport berhenti di depan gedung megah itu, beberapa orang turun dari sana dan mataku tertuju pada salah satunya.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1