
Aku bukn rahim cadangan
Part 159
"Kenapa memakai itu? Ayo Lepas!" Seruku yang menghampirinya.
"Kan saya nggak bawa baju hangat, saya lupa kalo ini musim dingin. Kamu sendiri yang bilang kalau di suruh milih sendiri"
"Bukan lupa tapi sengaja." Sindirku, dokter Firman memang selalu membawa barang yang minimalis saat bepergian terutama saat ke USA.
Dia terkekeh "Nanggung bawa baju banyak, kan cuma 4 hari aja juga."
"Ya tapi jangan yang ini. Ini baru, cari yang lain sana. Debbyo mana?" Kataku membuka paksa mantel itu dan membawanya.
"Dari tadi di dalam tu nggak mau keluar, lagian kamu sih cari masalah, udah tau kalau singa marah itu bakal susah jinakinnya."
"Jangan panggil Teddy kalau nggak bisa menjinakkan singa." Jawabku, segera ku temui Debby dan ku buka pintu kamarnya.
"Sayang..." Ku panggil Debby yang berdiri di depan jendela, memandang langit kota London, dia menoleh, tapi kembali memalingkan wajahnya saat tau aku lah yang datang.
Ku letakkan mantelku di ranjang, lalu ku hampiri dan Ku peluk Debby dari belakang "Sayang, kamu marah sama saya?"
__ADS_1
"SAYA... SAYA... Kamu bicara AKU dan KAMU dengan wanita itu dan kamu bicara SAYA pada istrimu." Katanya melepas pelukanku dan duduk di bibir ranjang.
"Debby Saya..., Aku bisa jelasin sama kamu. Ini nggak seperti yang kamu pikirkan." Jelasku.
"Ya jelas nggak sama lah Mas, aku pikir kamu itu baik, setia, tapi nyatanya?"
"Debby, dia cuma temen kuliah ku dulu."
"Dia memeluk dan menciummu di depan mataku, dan kamu menerimanya dengan senang hati. Kamu g* la ya Mas! Pantas saja kamu betah tinggal disini."
"Ya Allah Debby, Aku nggak menerimanya, kejadiannya begitu cepat Debby." Jelasku.
"Melakukan apa maksud kamu? Aku nggak ngapa- ngapain sama dia... Kamu jangan berpikir macam- macam gitu deb."
"Bagaimana tidak berpikir macam- macam, kalau dia sendiri yang bilang akan pindah ke London dan menjalin hubungan yang lebih serius dengan mu, dan mengatakan perpisahan kalian terjadi karena jarak dan waktu." Jelasnya panjang lebar. Inilah yang membuat Debby semakin marah padaku. kulihat pundaknya bergetar, dia pasti sedang menahan airmatanya.
Kudekati Debby dan duduk disebelahnya.
"Sayang, Laura nggak tau kalau Aku sudah mempunyai kamu, Laura, kami memang sempat dekat dulu, tapi itu dulu Deb." Mendengar penuturanku tangis Debby justru semakin pecah.
Tok... Tok... Tok pintu diketuk, aku yakin itu dokter Firman. Kubuka sedikit pintu "kenapa?"
__ADS_1
"Ada tamu, wanita yang tadi mencarimu."
"Laura?" Sentakku. Ku lihat Debby juga mendengarnya.
"Ya, suruh tunggu sebentar." Aku sempat bertanya- tanya, bagaimana Laura bisa tau tempat tinggalku.
Ku coba menghampiri Debby, berniat mengajak Debby untuk menemui Laura dan mengatakan yang sebenarnya.
"Kenapa masih disini, keluar!" Bentak Debby.
"Kita keluar sama- sama Debby."
"Keluar? Untuk melihat kemesraan kalian lagi." Sindirnya seraya menghapus air matanya dengan kasar.
"Untuk menjelaskan semuanya, agar Laura paham dan tidak berharap lagi padaku."
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1