
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 141
"Debby" cegah ku, dia menoleh ke arah ku, ku hampiri diq yang sudah meninggalkan aku beberapa langkah.
Ku belai wajahnya yang cantik dengan lembut "Maafkan saya ya, saya harap kamu bisa mengerti dengan apa yang saya lakukan demi kebaikan semua pihak dan saya harap kamu tidak akan pernah membenci saya." ucapku lembut lagi-lagi dia hanya mengangguk tak menjawab, membuat ku semakin merasa bersalah dan semakin cemas apa rasa nyaman saat bersamaku sudah memudar akibat keputusan ku tadi, sehingga dia lebih memilih untuk menyimpan kesedihanya sendiri dan tidak mau membagikannya dengan ku? Fikiran itulah yang saat ini memenuhi otak ku.
"Ya sudah pergilah,sampai bertemu lagi di rumah."pamitny
Aku hanya terdiam menatap ke pergian Debby yang semakin lama semakin menghilang.
Tiba-tiba bunyi ponsel dari saku jas ku membuat ku tersadar. Ku lihat panggilan dari dokter Firman, dan segera ku angkat.
"Hallo"
"Ted, urusan suster Indah sudah selesai, seperti apa yang kamu bilang, kamu tidak akan mencegahnya."
"Iya, lalu ada apa?"
__ADS_1
"Dia tidak jadi mengundurkan diri, jadi kita tidak perlu mencegahnya." jelas dokter Firman
"Hmmm, terserah dokter saja."
"Kenapa kamu lemes gitu?"
"Saya mau minta jadwal, habis acara resepsi selesai saya mau promil."
"Wah, buru-buru banget ngak sabaramn, baru juga berkumpul bersama-sama, udah nikmati dulu ajalah Ted, pacaran juga nggak pernah kalian."
"Udah suka-suka sayalah ah..."
"Ya sudah, suka-suka kamu lah, kamu pilih sendiri ya jadwalnya kapan."
"Ya kan kamu yang gajiin saya, jadi kamu sendiri aja yang nentuin, ok." putusnya
"Ya ampun, saya daftar sebagai pasien, kenapa juga harus saya yang atur jadwalnya. Sudah di gaji malah merintah-merintah yang ngasih gaji." gumam ku seraya memasuki ruangan ku.
Langkah ku terhenti saat ku lihat sosok wanita yang sudah tak asing lagi berdiri didepan jendela ruangan kerja ku. "Vannya ngapain kamu ke sini? Dan siapa yang mengisinkan kamu untuk masuk keruangan saya?"
__ADS_1
Dia menoleh dan melangkah berjalan ke arah ku.
"Apa kamu lupa, kalau kita sama-sama cucu dari profesor Antonius Atmajaya, aku nggak membutuhkan izin dari siapa pun untuk masuk ke dalam ruangan ini." jawabnya dengan mantab.
"Sangat percaya diri sekali kamu."
"Kamu yang percaya diri sekali Ted, kamu sudah gil* ya, hanya karena Debby tenggelam di kolam, kamu berniat ingin menjebloskan ke penjara?" tanyanya dengan nada yang begitu tinggi.
"Oh, sudah tau rupanya kamu."
Aku memang sudah melakukan itu setelah beberapa hari yang lalu setelah ancaman. Dari Kevin di lontarkan pada ku dan mengingat perkataan Debby bahwa Vannya lah yang mendorongnya hingga yerjatuh kedalam kolm, dan membuat ku harus lebih berhati-hati dan lebih tegas lagi terhadapnya.
"Aku minta sama kamu ya Ted, cabut tuntutan kamu! Kalau mama tau hal ini, mama bisa-bisa shok mendengar hal semacam ini." sambungnya
"Jadi sekarang kamu sedang mencoba untuk bernegosiasi dengan saya Vannya? Tanya ku
"Kamu nggak punya bukti, kamu lupa, jika kolam renang adalah area privasi dirumah kita. Disana nggak ada CCTV , dan tuduhan kamu itu tidak memiliki dasar."
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..