Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
My super herro


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


Part 228


"Sesuatu apa? Kan kamu akan selalu ada disini terus, my super herro."


"Jangan bercanda, saya serius Debby."


"Aku pun serius, kamu nggak inget betapa super herronya kamu, saat kamu menjinakan orang Gi l* itu untuk menjauhiku dan menyelamatkan aku di meja operasi itu dan yang kata Alex sangat dramatis itu."


Deeeggg...


Penusukan, kata dokter Firman bilang papa membantunya, tapi kenapa sampai saat ini tidak ada kabar berita, apa yang dimaksud oleh Kevin sebenarnya adalah.


"Mas, kenapa nggak menjawab, malah jadi bengong gini?" pertanyaan Debby telah membuyarkan fikiran ku.


Astaga, segera ku tepis segala prasangka buruku terhadap papa. aku tahu benar siapa papa, menurut ku papa tidak akan mungkin melakukah lah sekejih itu pada Debby karena dia terlihat sangat begitu menyayangi Debby selama ini dan seburuk-buruknya tingkah papa tidak akan pernah melakukan tindakan kriminal seperti itu.


"Iya sayang ngomong apa tadi kamu?" tanya ku


"Kamu kenapa mas? Apa ada masalah? Kenapa dari tadi aku perhatiin kamu ngelamun terus? Mikiri apa mas?" katanya seraya melepas pelukan ku

__ADS_1


"Nggak ada apa-apa sayang." balas ku kemudian


"Serius mas?" tanyanya dengan penuh intimidasi


"Adu, pinggang ku terasa sakit sekali Deb, ku rebah kan kepalaku di pangkuan Debby.


"Apa kamu melakukan banyak hal hari ini mas? Apa hari ini sangat melelahkan bagimu?"


"Hufff, sekarang ayo katakan apa yang terjadi pada Aldo?"


"Jadi gini mas, Aldo itu sedang marah dengan mu karena dia fikir kamu merebut ku darinya. Kamu bawa aku pergi nggak pulang-pulang."


"Oh ya? Jadi dia marah karena hal itu? Waduh bakalan berat ni saingan sama Aldo." Debby pun terkikik mendengar ucapan ku


"Apa, kamu mau apa? Kendalikan dirimu mas, ini di rumah sakit!"


"Kenapa kamu wangi sekali?"


"Mereka tidak akan tahan dengan piyama ku kalau aku tidak banyak memakai minyak wangi."


"Minyak wangi dari mana?"

__ADS_1


"Ya dari supermaket lah mas."


"Kamu pergi kesupermaket pakek piyama ini?"


"Kepala keluarga ku lagi sibuk hari ini dan aku harus mandiri nggak boleh manja katanya gitu." sindirnya


"Ahahhaha... Bisa aja kamu ini Debby." terlintas rasa bersalah ku padanya ketika aku sudah berada di jakarta namun justru aku tidak memiliki banyak waktu denganya. Meninggalkanya secara mendadak juga sering kali aku lakukan padanya, Debby memang sangat gampang sekali marah orangnya, namun dia tidak pernah merepotkan ku di saat aku sedang banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan.


"Besok kamu pergi Fitting baju sama mama Deb, nanti saya nyusul. Besok saya masih ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan. Soalnya." ucap ku


"Ya ampun, aku bahkan melupakan hal itu."


"Maka dari itu saya mengingatkanya, mama yang akan menemani mu, maaf."


"Oh, iya."


Walau hari ini cukup melelahkan bagiku, namun menjadi sandaran untuk seorang istri yang sedikit rapuh sangat membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah atau hanya sekedar berbicara dari hati ke hati adalah kewajiban bagi para suami. apa lagi jika tau waktu bersamanya tidaklah banyak, setidaknya memanfaatkan waktu yang sedikit itu untuk membuatnya merasa dicintai dan dihargai.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2