
HAII I'M BACK GUYS...
LANJUT....
"Ya ampun pak, biarpun cantik, tapi saya tidak terlalu andalkan kecantikan.Karena bagi saya wajah cantik itu bonus dari Tuhan.Lagian saya yakin, Tuhan sudah siapkan jodoh yang terhebat untuk saya". Sahut Selina sambil tersenyum
"Saya suka pemikiran kamu, tapi bisa nggak jangan panggil saya bapak.Kesan nya saya nikah sama emak kamu, terus saya kelihatan tua gitu". Sungut Rivan
" hehe maaf pak, tapi kan memang saya harus panggil nya begitu". Balas Selina
" pokok nya saya nggak setuju, kamu panggil saya dengan sedikit manis ya". Bujuk Rivan
" Apa ya,gimana kalo om saja". Tawar Selina
"Aduh, lebih nggak setuju lagi kalo yang itu". Jawab Rivan
" Ya kalo gitu apa dong, aku bingung nih"? Tanya Selina
" Gimana kalo mas saja, kan lebih akrab ".Tawar Rivan
__ADS_1
" ih kamu kan bukan abang aku, aku nggak mau ah". Sahut Selina
"Ya kamu kok jawab nya gitu, kamu tega banget sih". Ujar Rivan sendu
Selina tak tega melihat Wajah sedih Rivan.Akhirnya dengan berat ia menyetujui permintaan Rivan.
" Iya aku ikut mau nya kamu deh, udah dong wajah nya tuh jelek amat tau". Ledek Selina
"Makasih ya sel, aku mau kamu harus panggil aku mas kapan pun dan dimana saja". Titah Rivan
" Ya nggak bisa dong, nanti kata orang gimana"?Balas selina cemas
" Ya ya ya, aku mengalah"? Selina sendu.Karena ia tak ingin berdebat lagi dengan Rivan, yang kemauan nya tak ingin di bantah.
" mmm Sel, boleh nggak aku tahu tentang kehidupan kamu, keluarga kamu". Pinta Rivan saat keduanya tengah duduk di atas hamparan pasir.
" Hemm, nggak ada yang spesial mas, dari keluarga saya.Jadi maaf saya tak mau ngebahas nya, sekali lagi maafin saya ya". Lirih Selina
Dari nada bicara selina, Rivan menangkap kesedihan di sana.Ia merasa ada yang selina sembunyikan dari nya.
__ADS_1
" ohh tak apa sel, maaf jika tadi aku lancang". Sahut Rivan sambil tersenyum memandang wajah cantik yang ada di hadapan nya kini.
" tak masalah mas, ayo kita jalan lagi.Kan sayang sudah datang capek capek, tapi malah nggak ngapain". Ajak Selina
" iya ya, kamu betul, Ya udah ayo kita jalan". Balas Rivan sambil menarik tangan Selina.
Kini keduanya tengah menikmati angin sore, yang begitu sejuk di pinggir pantai.Jika dilihat keduanya seperti pasangan kekasih, yang tengah menikmati waktu berdua.
Keduanya menikmati suasana sore yang begitu indah, selina melepaskan tangan Rivan dan berlari mendahuluinya.Ia melepaskan sepatu nya dan berjalan dengan kaki lapang.Hingga menampakan kaki jenjang nya yang sangat mulus.Rambut nya ia biarkan tergerai, hingga menambah kesan cantik bagi siapa yang melihat.
Rivan sangat terpukau, dengan ciptaan Tuhan yang ada di hadapan nya kini.
" Ya Tuhan, salah kah aku bila berharap lebih, kalau ia menjadi jodoh ku". Gumam Rivan dalam hati sambil memandang lekat ke arah Selina.
" Mas kok bengong, sini dong". Teriak Selina
Rivan tersenyum, ia sangat senang mendengar selina memanggil nya dengan sebutan mas.
" Iya sayang aku datang". Balas Rivan tapi dalam hati.Ia belum berani mengungkap kan perasaan nya, karena takut selina akan menjauh.
__ADS_1
Ya ampun babang Rivan nanti di tikung orang baru nyaho.Kata orang coba dulu baru tahu diterima atau tidak.Eh ini malah belum maju tapi udah mundur saja.