AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 185


__ADS_3

SORRY GUYS,,SEMALAM NASKAH YANG EPISODE 184 ITU PARAH SEKALI BANYAK TYPHO ...


MAKLUMLAH AUTHOR SEMALAM ITU LAGI NGANTUK JADINYA JARI SAMA OTAK TIDAK KONSISTEN...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ^^^^


Alex memandang kearah putranya yang ternyata balik mengancam dirinya,ini mah tidak sesuai keinginan. Kalau begini terus otomatis dirinya tetap bekerja,tanpa ada waktu untuk istrinya itu.


"Kamu mengancam Ayah?" Tanya Alex serius.


"Hemm,seperti itu lah kurang lebih.Soalnya aku kan hanya menyesuaikan kemauan Ayah jadinya Ayah juga giliran menyesuaikan kemauan Aku." Sahut Rafa tak kalah serius.


"Haha,putramu menang telak Yang kali ini," Tawa Selina dalam hati melihat wajah suami nya yang sangat kalah telak itu.


"Ayah ingin kamu memegang perusahan dulu,pastikan dirimu pantas melamar putri dari keluarga Roberto barulah restu akan kalian dapatkan.Jika kamu tetap menolak,maka Ayah ikhlas jika perusahaan diberikan kepada suami Alina yang lain," ujar Alex tegas dan berhasil membungkam mulut Rafa yang tidak bisa berkomentar banyak.


"Ahhh Ayah menang! Baiklah kalau begitu aku akan bikin kesepakatan,Bagaimana kalau kami berdua segera menikah agar aku lebih fokus keperusahan tak perlu main kucing kucingan lagi dan biar dia tak diambil orang." Pinta Rafa.


"Akhirnya suara angkuh kamu tergeser sudah kan,lagian biar begini aku Ayah sekaligus calon mertua kamu," ujar Alex sambil tersenyum mengejek.


"Iya Ayah aku minta maaf jika tadi sudah lancang,namun semua calon menantu wajib kan kasih permintaan?" Tanya Rafa.


"Ehh siapa bilang buktinya Ayah,tidak ada kasih permintaan aneh aneh iya kan Bunda?" Alex membutuhkan dukungan dari Selina.


"Kamu tidak sadar dengan apa yang kamu katakan?memang selama ini kamu tak meminta sesuatu pada orang tuaku,tapi kamu kan langsung memaksa untuk menikah sampe Ben saja kewalahan ." Sahut Selina ketus.


"Tapi buktinya sekarang aku cinta mati kan sama kamu," goda Alex yang tak peduli dengan kehadiran anak anak mereka.


"Sayang kamu lapar ya,Yah Bun kita bisa mulai makan tidak? Karena aku tak ingin calon istrinya lapar,karena terlambat makan," ujar Rafa yang sebenarnya ingin balas dendam karena Ayahnya sengaja bermesraan dihadapan mereka.


"Nih anak ternyata keras kepala sekali sih,perasaan dulu penurut deh sewaktu disana kamu dikasih makan apa sama kakek?" Tanya Alex yang merasa heran dengan perubahan sikap Rafa.


Putranya itu setahu nya dulu sangat irit bicara dan sedikit pemalu,eh sekarang parah ia bahkan tak segan segan memanggil Alina dengan sebutan Sayang.


"Ya dikasih makan apa saja yang bisa dimakan ,kalau tidak mah mana ada anak Ayah sebesar dan setampan ini," ujar Rafa narsis.

__ADS_1


"Wueekk,aku mau muntah. Ayah sama Abang kok kalian jadi membicarakan sesuatu yang tak berfaedah garing banget tau nggak," ejek Alina.


"Iya benar sekali dek,mereka itu kelihatan sangat memalukan Bunda saja menyesal karena punya suami seperti itu." Selina menimpali.


"Untung juga aku belum sah ya Bun?Coba kalau sudah sungguh sangat memalukan untuk dilihat dan didengar. " Sahut Alina.


"Kalian menyesal begitu?" Tanya Alex dengan nada yang terdengar tidak begitu bagus.


"Nah itu tahu." Sindir Selina.


"Yang kamu mah tega,masa punya calon suami setampan ini masih saja tak bersyukur. Sebenar nya kalian itu mau yang model bagaimana lagi,seperti Michele Moore begitu?" Tanya Rafa bingung.


"Bercanda Yang,soalnya kasihan noh kaum tua paksa Abg kalau kita diam saja," sindir Alina sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Aduh manisnya ,ayo makan jangan bicara kan hal yang tadi sudah dibahas nanti buat suasana jadi tidak begitu bagus." Ajak Selina lalu mereka pun menurut karena Ibu Suri sudah turun tangan.


"Mau Bunda ambilkan?" Tanya Selina kepada Rafa sang putra.


Selina tak sadar jika suaminya sedang cemburu ,masa hanya Rafa yang ditawarkan sedang dirinya sebagai suami sama sekali tak ada niat untuk melakukan itu.


"Bunda urus saja Ayah,aku takut nanti restu yang sudah diberikan dicabut kembali karena tawaran yang Bunda kasih!" tolak Rafa.


"Heh,Bunda itu selama bertahun tahun sudah urus Ayah kamu,jadi sekarang giliran Bunda urus anak bunda yang baru pulang,"jelas Selina.


"Ternyata tidak sia sia Ayah kasih sekolah jauh jauh,karena anak Ayah pulangnya semakin pintar saja," puji Alex yang senang karena ternyata putranya itu tak memonopoli miliknya.


"Ayah itu harus bersyukur karena aku tak ingin diperhatikan oleh Bunda,kalau tidak mah Ayah jatah hangus," goda Rafa.


"Kalian itu dari tadi berdebat terus,apa tidak capek tuh mulut?Aku saja yang dengar kupingku serasa mau lepas apalagi orang lain," omel Alina.


"Haha,Iya maafkan Ayahmu ini lagian suasana begini kan bagus nak,agar suasana kekeluargaan makin terasa." Sahut Alex sambil terkekeh.


"Gimana kabar Kakek disana Bang?" Tanya Alina yang membuat Rafa kesal karena Alina memanggilnya seperti itu.


Rafa memilih tak menggubris karena ia sangat tidak menyukai panggilan Alina kepadanya.Jika memang sudah direstui oleh Ayah Bunda mereka,kenapa harus kaku dan tak nyaman seperti itu.


"Iya betul sekali Nak,bagaimana keadaan Si pria tua itu?" Alex menimpali.


"Kakek baik hanya sayang kesepiannya itu membuat aku yang jadi sasaran nya.Padahal Sudah kusuruh untuk menikah lagi,biar masa muda ku tak diganggu gugat olehnya." Gerutu Rafa kesal mengingat kebiasan Leonard yang selalu menggangu dirinya.

__ADS_1


"Memangnya kakek kamu ngapain?" Tanya Selina penasaran.


"Mau pergi ketemu klien harus denganku ,mau nonton harus denganku padahal itu film tentang kemerdekaan.Tidak bisa tidur harus ajak aku ngobrol sampe pagi walaupun kepalaku sudah patok patok tapi sedikitpun dia tak peduli sama sekali. Bahkan lebih parahnya lagi,saat berkumpul dengan teman teman berubannya itu aku juga harus ikut biar katanya bisa belajar bisnis. Aku kan jadi tidak bisa bebas Bunda,berasa jadi hulubalang nya kakek."Jelas Rafa kesal.


"Baguslah itu artinya kakek tidak mau kamu keluyuran tak jelas,hingga bisa bisa kamu main banyak wanita." Ujar Alex menimpali.


"Tapi kan rugi Yah,disana kan banyak cewek padat berisi tidak aku ngapain percuma hanya lihat doang," ucap Rafa yang tanpa sadar sudah membuat hati seseorang disitu terluka.


"Hemm baiklah jika kamu merasa rugi,aku tidak akan mengakuimu sebagai kekasihku. Karena aku yakin kamu pasti hanya main main saja,tanpa ada niat untuk serius," gumam Alina dalam hati.


Derthh derthh


Ponsel Alina bergetar,terpampang lah jelas nama ID pemanggil salah satu temannya waktu SMA dulu yaitu Rendy.


"Hallo Ren,manusia yang katanya paling ganteng tapi pesek," ejek Alina yang secara langsung membalas Rafa tadi.


Semua orang memandang heran kearah Alina yang terlihat sangat bersemangat berbicara dengan Rendy.


"Gimana keadaan kamu?" Tanya Rendy dari seberang.


"Baik,memangnya kamu mau aku gimana?" Tanya Alina yang menahan tawanya.


Rafa kesal dan ingin merebut ponsel yang dipegang Alina,karena sudah berani berbicara dengan pria lain dihadapannya.


"Siapa itu? " tanya Rafa kasar.


"Ayah,Bunda aku kekamar dulu ya mau ngobrol sama temanku," pamit Alina tanpa peduli dengan keberadaan Rafa disitu.


"Matikan panggilan itu!" Bentak Rafa yang tak peduli dengan kehadiran orang tua mereka.


Alina terus saja kekamarnya lalu membanting pintu kuat,agar Rafa tahu jika dirinya lebih kesal sekarang.


Rafa yang merasa tak dihiraukan oleh Alina,langsung berdiri dan hendak menyusul Alina tapi ditahan oleh Selina.


"Kamu sadar tidak apa kesalahan kamu?" Tanya Selina pelan membuat Rafa mengeryitkan keningnya pertanda tak mengerti.


"Kamu rugi kan tak menyentuh wanita padat berisi disana,kalau begitu pulang saja biar anak Ayah disini ada Ayah bakal jagain dia," lirih Alex yang kecewa dengan putranya yang tak menganggap kehadiran Alina disitu.


"Ohh shit,maafkan aku tadi khilaf.Sumpah tadi itu hanya obrolan semata tanpa ada niat untuk membuat yang lainnya kecewa,"jelas Rafa.

__ADS_1


"Terserah apa katamu,yang jelas kami tidak akan membantu jika kalian sampai bertengkar.Kamu ingat perkataan Ayah beberapa tahun lalu,jika Ayah lebih suka kamu menjadi Abangnya dibandingkan suami.Karena nanti seperti ini bagaimana,dimana dia harus mengadu ketika kamu yang menyakiti hatinya. Dimana tempat ia berlindung,jika kamu adalah sumber kesedihannya," lirih Alex lalu mengajak Selina agar masuk kedalam kamar.


"Kamu paham kan perkataan Ayahmu,ingat nak Alina lebih muda darimu otomatis gaya berpikir nya masih lebih menggunakan perasaan dari pada nalar." Tanya Selina kepada Rafa.


__ADS_2