AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 132


__ADS_3

HEHE KAKA MAAF YA UP NYA SELALU TIDAK BERATURAN,, MAKLUMLAH KARYA AUTHOR ADA 6 SEKALI JALAN...


DI NT 3 ONGOING


DIGN 1 ONGOING


DI K*M 1 ONGOING


DI INN**EL 1 ONGOING...


BERASA EMAK EMAK SIBUK BANGET YA..


AUTO LEBAY 🤣🤣


LANJUT ***


Selina tak percaya dengan kedua pria dewasa yang sedang berdebat,tak kelihatan jika kedua orang itu adalah pemilik perusahan besar.


"Kalian itu mempermalukan diri,dan para karyawan kalian dengan tingkah memalukan kalian," sindir Selina sambil tersenyum mengejek.


"Eitss biar begini tapi jadi incaran semua gadis cantik,aku yakin pasti kamu juga kepincut denganku," goda Rivan sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Heii! siapa yang suruh kamu godain istriku." kesal Alex.


"Iya benar sekali Yang,aku setuju dengan perkataan kamu. Masa berani sekali menggodaku,padahal aku saja tidak ingin digoda olehnya." Selina mendukung perkataan suaminya karena tak ingin suaminya kesal dengan perkataan Rivan tadi.


Alex tersenyum karena akhirnya istrinya bisa juga romantis padanya,sedang Rivan tak terima karena Selina tak pernah mengabaikannya.


"Lina kamu kok tega kepada diriku ini,yang sedang kurang kasih sayang dan perhatian," ujar Rivan yang dibuat sedramatis mungkin.


"Enak saja kamu kalau ngomong,masa kurang kasih sayang mintanya sama istriku," sungut Alex tak terima.


"Yaelah bro pelit amat sih,bagi bagi rejeki dikit napa," bujuk Rivan yang masih betah menggoda Alex.

__ADS_1


Alex sangat tersulut emosi,ingin sekali menghajar sahabatnya itu yang hobi sekali menggoda istrinya,miliknya dan ia tak ingin orang lain menggodanya.


"Sudah pulang sana!" usir Alex.


"Eh aku kesini mau ketemu Lina bukan kamu,jadi kalau kamu tidak suka ya tinggal tidur saja nggak usah lihat begitu aja kok repot." Rivan tak kalah sengit karena kesal dengan sikap Alex.


"Ya ampun kalian ini kenapa sih,suka sekali membahas sesuatu yang tak berguna.Kamu juga Mas kenapa juga suka sekali menggoda orang," marah Selina yang sudah jengah menatap keduanya.


(***Jika kalian berharap saat Alex sembuh kebahagiaan keduanya bakal kembali 🤔🤔


author pikir pikir dulu deh 🤣🤣🤣🤣)


(jika berharap novel Mima Ah bakal ada perselingkuhan atau pelakor itu tak kan pernah terjadi.Masa hidup didunia nyata sudah ribet terus didunia halu lebih dibikin ribet kan capek auto pusing mikirnya***.)


"iya maaf,aku tadi hanya bercanda tapi sekarang udah nggak lagi soalnya lawannya nggak sepadan," sindir Rivan kearah Alex.


Jika Rivan meminta maaf karena membuat Selina tak nyaman,berbeda dengan Alex yang langsung tidur tak peduli lagi dengan keadaan yang ada.


"Kamu kenapa bisa berbaring disini,terus ini lagi pake pasang infus segala pasti sakit ya rasanya saat disuntik?" Tanya Rivan iba.


Mungkinkah cara Alex memberikan perhatian dengan cara seperti itu,berbeda dengan Rivan yang menanyakan secara terperinci mungkin.


"Ih Mas apaan sih cara menanyakannya seperti ke Alina saja,padahal aku nggak secengeng itu kali." Sahut Selina sambil tertawa kecil.


"Kamu sudah makan siang belum?" Tanya Rivan lagi.


"Belum sih Mas." Sahut Selina sambil tersenyum.


"Lho mana bisa gitu kenapa sampe belum makan?" Tanya Rivan sambil melihat bubur diatas nakas yang belum tersentuh sedikitpun.


"Ini bubur sudah dingin jangan dimakan nanti perut kamu sakit,kamu sakit apa supaya aku carikan makanan yang bakal cocok untukmu?" Tanya Rivan khawatir.


Selina tak menjawab tapi hanya menoleh kesuaminya yang seakan tak peduli dengan dirinya,padahal ia yakin jika Alex belum tidur.

__ADS_1


Rivan yang mengikuti arah pandang Selina dan melihat keadaan Alex yang tampak sudah tak pucat membuatnya yakin jika Selina sudah melakukan sesuatu untuk Alex.


"*Kamu kenapa sih Alex,suka melalukan sesuatu dengan emosi sesaatmu itu.pernakah bersikap manis sedikit saja kepada istrimu,padahal ia juga ingin diperhatikan," ujar Rivan Lirih dalam hati.


"Kamu tunggu sini ya aku carikan makanan untuk kalian," pamit* Rivan.


Ia pun mendekati Alex lalu membangunkannya,bukan untuk menggodanya tapi hanya ingin apakah ia juga ingin makanan dari luar.


"Lex kamu mau makan apa biar sekalian?" Tanya Rivan pelan.


Namun Alex sama sekali tak menghiraukan pertanyaan Rivan,karena ia menganggapnya seperti angin lalu saja.Selina yang melihat sikap Alex kepada Rivan menjadi tak enak hati,karena semua ini pastilah dirinya penyebabnya.


"Sayang kamu kenapa nggak jawab,apa ada yang sakit?" Tanya Selina.


Alex langsung menatap tajam kearah Selina sambil tersenyum mengejek karena terdengar seperti ia mengemis makanan di Rivan.


"Aku bisa mengurus diriku sendiri." sahut Alex datar dan langsung tidur.


Rivan menghela nafasnya kasar,ia yakin pasti Alex tengah marah kepadanya.


"Lina nanti Mas beli makanannya terus titip di suster ya,soalnya lagi ada urusan diluar yang nggak bisa ditinggal." Rivan beralasan agar ia bisa menjauhi mereka karena tak ingin suami istri itu salah paham lagi.


"Iya Mas makasih." Sahut Selina pelan yang merasa tak enak hati kepada Rivan.


Rivan hanya tersenyum kepada Selina karena tak ingin membuat wanita cantik itu merasa bersalah.


Sepeninggal Rivan,Selina langsung tidur tapi suara Alex membuatnya mengurungkan niatnya.


"Kamu itu kenapa baik sekali padanya,seolah memberikan harapan awas saja jika itu sampai terjadi aku bakal mengambil Alina darimu," ancam Alex.


Deg


Selina menatap nanar kearah Alex,ia tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya nya.Padahal dirinya tak melakukan apapun ,tapi suaminya langsung mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan.

__ADS_1


"Ingat jika mengatakan sesuatu itu dipikirkan dahulu,aku tak mungkin melarang orang untuk datang.Dan jika aku adalah perempuan murahan,untuk apa aku bertahan sendiri selama ini padahal bukan sedikit pria yang mau kepadaku.Kalau ingin marah,tolong jangan pikirkan apa yang ingin dikatakan karena aku benci dengan orang yang hanya mengandalkan emosi saja," ujar Selina tajam.


__ADS_2