
HAII READERKU TERSEYENG...
***SOBAT TOLONG BACA BAIK BAIK YA,,
SETIAP PENULIS PUNYA FANTASI MASING MASING UNTUK MENULIS SEBUAH KARANGAN...
JADI TOLONG YA SAYONG..
BIJAKLAH DALAM BERKOMENTAR...
KALAU TIDAK MAU DIMARAH SAMA EMAK🤣🤣🤣***
LANJUT ^^^
Sebenarnya kalau dipikir dengan logika apa yang dilakukan Alex bukanlah sesuatu yang menjijikan,karena dilakukan kepada istri tercinta hanya waktu dan tempat saja yang salah.
Daripada ia tak mesum sama sekali dengan istrinya dibilang brengsek,keterlaluan atau apalah.
Namun memang sih siapa saja kalau melihatnya pasti menilai terlalu berlebihan atau apalah,tapi bukankah isi dalam otak semua manusia berbeda beda.
Selina yang sangat merasa malu hanya bisa menatap kearah luar,namun berbeda dengan Alex yang malah turun dari mobil dan menghampiri putri kecilnya itu.
"Adek,bareng sama Ayah sama Bunda saja ya," pinta Alex.
"Memangnya urusan kamu sudah selesai?" Tanya Leonard yang sengaja menyindir putranya itu.
__ADS_1
"Urusan apa sih Dad?"Tanya Alex yang memang tak menyadari nya atau memang malas tahu.
"Hadeuh,terserah kamu saja tapi yang pasti Alina berangkat bareng Daddy." Sahut Leonard.
"Tapi maksudnya aku sama Bundanya antar dia kesekolah dulu baru nyusul kalian di Bandara," ujar Alex menjelaskan maksud dan tujuannya.
"Daddy juga mau anterin cucu yang paling cantik ini sekolah kok,jadi sana menjauh dari sini bukannya kamu hobi nempel sama menantuku," ejek Leonard.
"Aishh Dad keterlaluan tapi sebenarnya aku setuju juga sih." Sahut Alex yang langsung kembali kedalam mobil.
"Abang ikut Ayah sama Bunda,atau bareng Kakek?" Tanya Alex kepada putra sulungnya itu.
"Bareng sama Kakek saja deh." Sahut Rafa yang menarik kopernya kearah mobil dimana Kakek dan Adiknya berada.
"Ben kamu ikut saya jadi sopir," perintah Alex tanpa mau mendengarkan jawaban sang asisten.
"Sayang kamu kenapa cemberut?" Tanya Alex yang tak menyadari itu semua akibat dari perbuatannya.
"Ben,ayo jalan usahakan jangan mendengarkan apapun dibelakang," titah Alex yang membuat sang istri menatap jengah kearahnya karena ia hafal betul dengan sikap suaminya ini.
"Yang,jangan marah lagi ya aku janji bakal dikamar saja deh cium kamu tidak bakal ditempat terbuka lagi," bujuk Alex.
"Sudah ih,kamu pikir kita lagi sendiri apa disini?" Tanya Selina kesal.
"Memang kita lagi sendiri kok,memangnya menurut kamu ada yang lain apa?" Sahut Alex yang entah sengaja tak menganggap kehadiran Ben atau memang Ben hanya dianggap sebagai bayangan.
__ADS_1
"Heh,mana bisa begitu noh di depan itu siapa yang bawa mobil?" Tanya Selina sambil menunjuk kearah Ben.
"Oh dia,anggap saja hantu gentayangan yang hobinya ekorin suami kamu kemana mana." Sahut Alex.
"Ya ampun tuan,apa anda tak sadar jika mulut ember andalah yang sampai membuatku terdampar disini," kesal Ben dalam hati.
"Mana ada begitu,orang dia punya telinga yang masih normal kok.Iya kan Ben kamu bukan manusia tuli,yang taunya pake bahasa isyarat saja?" Tanya Selina memastikan.
"apa hubungannya coba??
"Coba saja jika kamu menjawab pertanyaan istriku!" Ancam Alex.
Cup
Alex mencium pipi istrinya itu,membuat Selina mendelik kesal bagaimana tidak selalu saja main nyosor tanpa memandang situasi dan kondisi.
"sebenarnya mataku tak melihat tapi sayang telingaku menangkap sesuatu yang berbau dewasa.Tuan tolong sadari jika diriku masih belum ada gebetan,kalau disuguhkan begini terus alamat bersolo karier terus nanti," kesal Ben karena Alex yang bertingkah salah alamat.
"Kamu itu kenapa sih otaknya isi hal berbau itu terus,kalau memang ada program cuci otak seperti cuci darah kamu orang pertama yang aku daftarkan," ujar Selina
"Biasa saja Yang,hanya ingin menikmati waktu yang sebelum aku serius bekerja itu artinya kita bakal jarang ketemu," ucap Alex sendu.
"Itu yang kutunggu." Sahut Selina tersenyum penuh kemenangan.
Alex sudah tak bisa berkata apa apalagi,karena ia tahu Selina kurang nyaman dengan sikapnya.Namun mau bagaimana lagi,ia tak tahu harus dengan cara apa untuk menunjukan kalau ia sangat mencintai istrinya itu.
__ADS_1
Jika ingin Alex harus bersikap romantis maka itu akan sangat sulit terjadi,karena ia ingin menunjukan perasannya dengan sikapnya langsung tanpa melibatkan hal lain.