
HAII READERKU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ****
*Author lagi galau,,karena melihat kang kupu kupu yang sangat menyebalkan itu.
jadinya author sekarang jatuh cinta sama kang kentang,bagaimana menurut kalian...yang tahu pasti paham*!!!
"Kamu diam bisa tidak hem,dasar perempuan kebanyakan mulut," Ucap Hendra yang langsung mendapat bogem mentah dari Lala dan Alina.
"Plak,plak". pukulan mengenai bahu dan kepala Hendra.
"Heh,justru kalau kamu merasa diri cowok,dan mulutnya sedikit kenapa dari tadi nyerocos terus ngalahin emak emak." Sindir Alina tajam.
"Kamu anggap aku sedikit dong,bukan hanya setahun lho aku sudah ada perasaan kekamu.Jadi tolong pertimbangkan perasaan ku sedikit saja,karena hanya itu ingin ku," pinta Hendra dengan wajah yang terlihat sendu membuat Alina yang tadi merasa kesal langsung merubah mimik wajahnya.
"Kamu tahu kan kalau aku selama ini hanya punya sahabat kalian berdua saja,itu karena aku hanya ingin punya sahabat yang tulus tanpa mau melibatkan perasaan yang lain.Aku sangat mencintai dia,entah kapan perasaan itu muncul tapi yang pasti hanya dia yang ada dalam pikiranku saat ini," ucap Alina pelan.
"Stop! Kamu sama aku saja ya,karena aku sama Alina sebelas dua belas deh sama sama cantik," Ajak Lala sambil memasang wajah imut nya membuat Hendra dan Alina merasa lucu.
"Kamu ajak aku buat jadi pacar kamu gitu?" Tanya Hendra sambil mengeryitkan keningnya.
"Ho o." Sahut Lala yang membuat Alina tak bisa lagi menahan tawanya.
"Haha,Ampun La! Kamu buat aku jadi nggak kuat tawa lagi nih," ucap Alina sambil menghentakan kakinya karena tak kuat menahan tawanya.
"Kamu mau kan Mas Bro,daripada jadi PEBINOR diantara Alina sama Abang Rafa.Iya kan kamu mau kan,secara aku cantik lho pasti kamu tidak akan menyesal," Sambung Lala lagi.
Godaan dan candaan yang dilontarkan Lala,sukses membuat suasana Alina dan Hendra yang tadi memanas kini sudah mencair.
"Kamu memang manusia terlangka tau tidak,aku saja jadi bingung mau bicara apa ke Alina.Jadi aku masih bisa dong tetap bersahabat dengan kamu,karena kita sudah kenal lebih dulu lho dibanding dia," Pinta Hendra.
"Kamu ngomong apa sih,kita kan tetap cs kok asal tetap seperti itu selamanya." Sahut Alina sambil tersenyum.
"Iya betul aku setuju,awas saja kalau kamu macam macam kedepannya," ancam Lala sambil menunjukan jarinya kearah Hendra.
__ADS_1
"Lho kalian kenapa ngegas ke aku sih,perasaan ini tak bisa dipaksa untuk berhenti.Karena ia datang tak diminta,dan pergi pun kita tak bisa memaksakan nya." Sahut Hendra yang tak mau disalahkan.
"Iya iya kamu benar sekali." Bela Alina.
Mery yang sedang berjalan kearah kantin,entah untuk apa ia masuk kedalam kantin.Padahal dosen disana jarang sekali makan dikantin siswa,mungkin ia ingin tebar pesona supaya dibilang wanita cantik nan bahenol.
"Hallo semuanya,boleh ibu duduk disini?" Tanya Mery yang sudah muncul dan duduk di samping Alina.
"Yaelah Bu,sudah duduk juga kok masih pake tanya lagi," sindir Lala yang mulutnya akan sakit jika tidak dipake buat ngomong.
"Kamu berani sama saya?" Tanya Mery ganas.
"Hah,kenapa jadi ngegas sih Bu,saya kan hanya menyesuaikan keadaan saja. Lagian saya benar kan tidak salah,jadi sudah lah jangan ngajak berdebat," oceh lala yang tidak punya rasa takut sama sekali.
"Kamu itu sudah pendek,songong nya minta ampun. Pantas tidak laku laku,semua cowok itu suka lihat wanita yang selalu menjaga image nya.Contohnya saya selalu anggun,manis dan berwibawa hingga semua pria klepek klepek."Mery lagi dalam mode narsis.
"Memang berapa banyak cowok yang pernah nembak ibu?" Tanya Hendra.
"Ya banyak lah." Sahut Mery percaya diri.
"Wahh saya sungguh merasa iri,tapi Ibu kenapa sampai sekarang masih jomblo saja tidak pernah bawa gandengan?" Tanya Hendra lagi.
"Gandengan Ibu diambil,sama Abg sok cantik," sinis Mery sambil menatap sinis kearah Alina.
"Itu artinya cowoknya tahu mana yang barang bagus dan asli sama barang yang KW.Saya kalau jadi cowok juga pasti akan melakukan hal yang sama,memilih wanita yang baik nya luar dalam," sindir Lala balik.
"Kamu!" Bentak Mery tajam.
"Lha kenapa Ibu marah ke saya,bukan kah negara tidak melarang warganya untuk bebas berpendapat?" Ujar Lala.
"Ya Tuhan kalian bisa tidak jangan berdebat,aku capek lho hari ini jadi korban melihat orang yang darah tingginya pada kumat," gerutu Alina kesal.
"Jangan kamu perintah saya,ingat ya status kamu disini!" Bentak Mery.
Ternyata cinta bisa membuat orang bertingkah tidak waras,Mery yang tidak punya hubungan apa apa dengan Rafa merasa menjadi pihak yang tersakiti.
Pertanyaan nya adalah:Saat marah atau melakukan sesuatu diatas emosi sesaat,pernahkah sadar jika tingkah kita itu sungguh memalukan? Jawabannya tidak lah,nanti setelah koar koar,maki maki barulah sadar ternyata sekolah tinggi tak menjamin pekerti orang itu sendiri.
"IBU MERY yang terhormat,jangan pernah bentak saya atau saya akan melakukan sesuatu yang bakal ibu sesali seumur hidup! Dari jaman masih orok sampe sekarang saya tidak pernah berbuat salah ke ibu,tapi kenapa ngegas trus sama saya?" Tanya Alina yang tak habis pikir.
"Sebenarnya barang ibu yang mana,yang sudah saya ambil?'Tanya Alina bingung .
Mery jadi salah tingkah ,apalagi perdebatan mereka sudah disaksikan semua orang yang berada disitu.
__ADS_1
"Iya betul itu Bu,masa sudah tua tapi cari perkara ke murid sendiri?" Hendra menimpali.
"Ah ni bocil sudah berani mempermalukan ku,tapi aku juga bego kok bisa sih terdampar disini. Padahal tadi kan rencana nya mau pergi keluar,huft biarkan saja mereka mau ngomong apa yang penting aku pergi dari sini," gumam Merry dalam hati.
Melihat Merry telah pergi Alina hanya menatap kesal kearahnya,ia bingung dengan jalan pikiran dosennya itu.
"Lina,kamu nggak papa ka?" Tanya Lala cemas.
"Hemm aku baik kok." Sahut Alina sambil berlalu pergi dari situ.
Hendra setelah selesai membayar makanan mereka bertiga,ia memilih menyusul Alina dan Lala keluar.
"Kamu kok diam dari tadi Na?" Tanya Lala pelan.
"Ya terus aku mau ngomong apa,harus marah dan mengamuk begitu?" Tanya Alina.
"Iya aku tahu tadi itu Bu Merry sangat keterlaluan,tapi mau gimana lagi jika dia ngegas terus kaya tadi. Kita juga kan tidak bisa juga harus marah marah ke orang yang lebih tua," Sambung Lala lagi.
"Kamu dewasa sekali sih hari ini,aku saja sampe bingung ini beneran Lalas sahabat aku atau bukan," goda Alina.
"Kalian hari ini mantap,aku salut punya teman wanita yang strong seperti kalian.jadinya saat aku pergi jauh,kalian tetap bisa jaga diri," puji Hendra.
"Ya iyalah siapa juga yang mau dikatain yang seperti tadi,kita kan sama sama manusia bukan robot yang hanya mau diperintah saja." Sahut Lala santai.
"Kita ke kelas Yuk,ada satu mata pelajaran lagi," Ajak Hendra.
"Kuy lah." Sahut Alina dan Lala kompak.
Merry yang mati kutu memilih pulang kerumah,dirinya terasa sangat memyedihkan.Kelihatan seperti ngebet kawin tapi sama sekali tak diangggap,mungkin dirinya kurang bersyukur bahwa biarpun belum laku laku tapi ia masih diberi kesehatan dan pekerjaan yang bagus.
"Ahh malunya diriku ini,kenapa juga tadi harus bertingkah tidak jelas.Kalau sudah begini siap siap saja,bakal dapat panggilan dari yayasan," gumam Merry yang entah bagaimana kelakuannya sampe rambutnya jadi persis mak lampir.
"Semua nya sekarang kalian boleh pulang karena Bu Merry kurang enak badan," ucap salah satu dosen disitu.
Yesss
Begitulah kira kira respon anak anak dalam kelas ,karena akhirnya bisa pulang cepat untuk sekedar pacaran ataupun jalan jalan.
Mampir ya semuanya....
Author sebenarnya sudah empat lima hari ini anjlok nulisnya,itu karena kondisi kurang fit jadi maaf ya🙏🙏🙏
__ADS_1