AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 59


__ADS_3

Janganlah lupa Like N Vote nya


Terus Kommen nya juga ,


Karena hal tersebut adalah untuk kelangsungan Novel ini...


Lope u full


Happy Reading Ya Guys....


💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Rivan menghembuskan nafasnya pelan,ia bingung harus mulai dari mana untuk menjawab pertanyaan Selina tadi.


Berbeda dengan Selina ,ia mencoba untuk tenang mendengar kemungkinan semua jawaban yang akan di berikan Rivan nanti.


"Kenapa masih diam sih Mas,apa Masih mencoba untuk sembunyikan tentang dia.Apa memang aku tak berhak tahu,sebenarnya yang terjadi "?Tanya Selina lirih..


Dengan berat hati Rivan pun membenarkan posisi nya,agar memastikan tepat berada di hadapannya Selina.Agar ia dapat melihat jelas ,ekspresi wajah nya nanti.

__ADS_1


" Baiklah aku akan mulai bercerita ,tapi tak kan ku lebihkan ataupun mengurangi nya.Alex bukan trauma dengan wanita ,tapi hanya sedikit punya pandangan yang berbeda.Ia selalu merasa jika,semua wanita hanya menyukai uangnya saja.


"Bahkan ia setelah mengucapkan talak tiga kepada mantan istrinya dahulu,ia tak pernah lagi berhubungan dengan yang namanya wanita. Ia bukan tipe pria yang selalu menggunakan kekayaannya untuk menjerat wanita ,ia juga bukan tipe pria yang suka menyakiti wanita. Hanya keadaan saja lah yang membuat nya begini,dsn dan entah sampai kapan ia akan berubah".Ujar Rivan pelan ,sambil menatap intens kearah Selina.


"Entah sampai kapan ia akan seperti ini,malahan sekarang setelah kamu pergi.Kata para karyawan nya ,ia semakin arogan dan hanya mau bertemu klien pria saja ".Sambung Rivan lagi.


Ia memang marah kepada Alex ,tapi tak mungkin juga memutuskan informasi tentang sahabat masa kecilnya itu. Hubungan yang ia dan Alex jalani,bukan baru sebentar tapi mungkin dari masih menjadi embrio.


Selina yang mencoba untuk berpikir jernih ,ia sebenarnya merasa kasihan kepada Alex.Tapi tindakan yang ia lakukan tidak bisa di benarkan ,yang menganggap jika semua wanita sama saja.


Ia juga bingung dengan pikiran nya kini,yang tak bisa untuk tak peduli kepada Alex.Biar bagaimanapun pria itu,adalah Ayah dari anak yang tengah ia kandung.


Tapi hati kecilnya juga tak mungkin berbohong ,jika sebenarnya wanita cantik itu mencintai seorang Rivan Orlando.


Dengan serius Selina mulai berpikir ,namun akal sehat nya merasa ada yang kurang saat ini.Sudah sejam lebih ,orang yang berjasa kepadanya sebulan ini belum kembali dari urusannya.


" Tunggu dulu Mas,Tuan Devan nya mana ya kok dari tadi belum balik"? Tanya Selina terkejut.


Rivan sebenarnya tak suka ketika mendengar Selina menanyakan pria lain,tapi apa hak dirinya untuk melarangnya.


" Kamu tunggu sini ya aku cari dia dulu". Sahut Rivan ingin melangkah pergi namun Selina menahannya.

__ADS_1


" Mass kalau kamu pergi aku sama siapa disini ,lagian kan bisa lewat telpon dari pada harus cariin ". Ucap Selina sambil tersenyum


Rivan menggaruk kepalanya yang tak gatal ,ternyata kalau sedang cemburu otak selalu jadi lemot.


"Kasih nomornya supaya aku yang hubungi dia". Pinta Rivan


Selina mengerutkan keningnya ,untuk apa meminta nomor Devan sedang kan ia sendiri bisa menghubungi nya.


" Mas kamu itu aneh deh,ngapain pake minta nomor segala padahal aku sendiri kan bisa hubungi dia"? Tanya Selina


" Ya ampun Lina kamu itu polos atau memang kamu nggak peka sih.Aku cemburu kalau kamu hubungi pria lain ,cemburu cemburu". Tekan Rivan sambil memasang wajah yang di tekuk.


Selina langsung memeluk Rivan,ia tak menyangka jika dari tadi ada yang sedang terbakar tapi tak gosong.


" Ya sudah aku hubungi dia,nanti aku perbesar suara nya supaya kamu dengar ya". Ujar Selina langsung mendapatkan anggukan dari Rivan tapi sama sekali tidak melepaskan pelukan nya.


" Bisa tidak pelukan nya di lepas,nafas aku sesak nih .Lagian gini gini udah punya laki lho, jadi jaga jarak" Goda Selina.


" Bodoh amat cuma icip doang kok,lagian kalau laki kamu datang ya aku mah biasa saja". Sahut Rivan santai.


" Ya ya terserah kamu saja,tapi kalau jatuh cinta sama aku resiko tanggung sendiri lho". Sambung Selina lagi.

__ADS_1


" Ohh itu sebelum kamu ngomong ,aku sudah merasakan nya kali".Ujar Rivan


" Ishh sudahlah aku mau hubungi Tuan Devan dulu ". Ujar Selina


__ADS_2