AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 121


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


LIKENYA MAKIN KURANG YA SEPERTINYA..


AKU SEDIH GUYSS 😭😭😭😭😭😭


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Alina menatap pria paruh baya dihadapannya kini,ia kesal karena pria tersebut memarahi Ayahnya.


"Opa jawab dong kenapa tadi marah ke Ayah?" Tanya Alina cemberut.


Leonard hanya tertawa melihat wajah cemberut milik Alina,ingin dicubit gemas pipi bocah dihadapannya tapi takut nanti mengamuk lagi.


"Opa tadi tidak marah kok kata siapa?" Leonard berkilah.


"ihh orang tadi aku dengar dengan jelas kok," ujar Alina kesal.


"Hehe maafkan Opa ya jika tadi marah marah,nama kamu siapa?" Tanya Leonard sambil tersenyum ia sejenak melupakan putranya.


"Namaku Alina Roberto anaknya Ayah Alex Roberto dan Bunda Selina Beatrix." Sahut Alina sambil tersenyum.


Leonard serasa ingin menangis sekarang saat mendengar perkataan Alina tadi,cucu yang sangat dirindukan selama ini tengah berdiri dihadapannya.


"Nama kamu Alina ya cantik seperti orangnya." Sahut Leonard sambil tersenyum.


"Opa kok nangis Alina salah ya?,kalau begitu Alina minta maaf ya," ujar Alina lirih sambil mengusap pelan air matanya Leonard.


"Alina nggak salah kok hanya Opa sedih saja,boleh Opa peluk Alina?" tanya Leonard.


"Boleh dong Opa," ujar Alina sambil tersenyum dan berlari kepelukan Leonard.

__ADS_1


"Tapi Opa siapa ya,kok tadi marahin Ayah?" Tanya Alina penasaran.


"etdah Alina memang bocah yang selalu buat orang mati kutu,dikiranya sudah lupa tau tau kembali bahas hal tadi;


"oh itu karena Ayah kamu nakal." Leonard memberikan alasan agar masalah tidak diperpanjang lagi.


Ternyata dugaannya tak sesuai harapan karena Alina sepertinya tak terima jika ada yang memarahi Ayahnya.


"Siapa bilang Ayah nakal,padahal Ayah sekarangkan lagi sakit," ujar Alina sambil menangis.


"Maksudnya apa Nak," tanya Leonard penasaran.


"Hiks hiks Ayah tadi jatuh terus dibawa pergi Sama Bunda dengan Abang.Aku mau ikut tapi kata Bunda nggak boleh,padahal Adek mau ketemu Ayah," lirih Alina.


Leonard tahu penyakit yang diderita Alex,tapi ia sebenarnya kasihan kenapa harus kambuh disaat putranya itu baru bertemu anak dan istrinya.


"Alina mau ikut Opa ketemu Ayah?" Tanya Leonard.


"Memangnya boleh ya?,nanti kalau Bunda marah adek takut," ujar Alina.


"Baiklah kalau begitu yuk kita berangkat," ajak Alina yang sudah tak sabar menemui Ayahnya.


Leonard tak ingin menunjukkan kesedihan dihadapan Alina,tapi jujur dalam hatinya sangat terpukul.bagaimana tidak putra satu satunya harus berjuang melawan maut karena gagal ginjal yang dideritanya.


"Daddy tau kamu pria kuat nak,karena selama ini sudah bertahan hidup demi menunggu istri dan anakmu," lirih Leonard dalam hati.


Alina sepanjang jalan menikmati pemandangan ibu kota yang dipenuhi lampu penerangan.Tapi karena matanya yang sudah tak bisa menahan kantuk,akhirnya tertidur dipangkuan Leonard.


Menyadari jika cucunya sudah tertidur,Leonard memperbaiki posisi Alina agar lebih nyaman dipangkuanya.


Sopir yang melihatnya hanya tersenyum senang,karena mereka dahulu yang tahu bagaimana mukanya tuan besar itu terhadap putranya ketika tak kunjung menemukan menantu dan cucunya.


"Pak bagaimana ceritanya Alex bisa pingsan lagi?" Tanya Leonard penasaran.

__ADS_1


Kurang tahu Tuan karena saya diluar rumah tadi,dan ketika sedang duduk terkejut dengan suara ribut dalam rumah.Kebetulan yang mengantar tuan dan Nyonya kerumah sakit adalah si udin ,jadi saya kurang jelas keadaanya," jelas Sopir tersebut.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai dirumah sakit tempat Alex dirawat,Leonard menggendong Alina dan berjalan masuk kedalam.


Dokter yang berada diloby rumah sakit melihat tuan besar pemilik rumah sakit datang ,segera menghampirinya dan memberi tahu tempat Alex dirawat.


"Permisi Tuan anda ingin menemui tuan muda?" Tanya Dokter tersebut.


"Iya tolong antarkan saya keruanganny," pinta Leonard.


"Oh silahkan tuan mari ikut saya," ajak dokter tersebut.


"Kini mereka menuju ruangan Alex dengan Alina masih dalam gendongan Leonard,sungguh pemandangan yang menyejukkan mata.Melihat seorang pemilik perusahaan besar menunjukkan kasih sayang kepada cucunya.


"Permisi tuan jika anda kesusahan saya bisa membantu anda menggendong nona kecil," tawar sopir itu.


" Terima kasih tapi tak perlu karena aku masih sanggup menggendong cucuku," tolak Leonard.


Ketika akan sampai diruangan Alex,Alina pun terbangun dan sadar jika kini berada digendongan Opanya.


"Opa turunkan aku kasihan Opa sudah tua nanti belakangnya sakit," ujar Alina.


"alamak nak hancur sudah harga diri opa mu itu".


"Memangnya kamu nggak mengantuk lagi?" tanya Leonard penasaran.


"Sudah tidak lagi kok,kan sebentar lagi mau ketemu Ayah." Sahut Alina.


Leonard akhirnya menurunkan Alina dari gendongan dan memegang tangannya menuju ruangan Ayahnya.Sepanjang perjalanan Alina tak berhenti mengoceh,tapi masih seputaran tentang Ayahnya.


"Opa Ayah kok tadi bisa pingsan ya?" Tanya Alina penasaran.


" Oh itu tadi mungkin Ayah kecapean saja," Leonard menjawab asal.

__ADS_1


" Kasihan Ayah pasti capek karena menjemput kami," lirih Alina.


__ADS_2