AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 264


__ADS_3

Like N KOMENNYA


Terima kasih


LANJUT ***


Lala mendengus kesal karena Rafa selalu mencari gara-gara dengan dirinya,Memangnya salahnya apa selama ini hingga pria itu begitu membenci dirinya?


" permisi paman aku numpang duduk disini ya, soalnya yang di belakang orangnya lagi bucin tidak ingin diganggu sama siapapun meskipun angin sekalipun!" pindah Lala sambil memaksakan senyumannya.


memang dasarnya Xavier suka jual mahal, hingga perkataan Lala Tadi dianggapnya hanya angin lalu tidak ada niat mau merespon sama sekali.


" ini lagi muka batu Kenapa tidak sekalian jadi tembok saja astaga, coba dijawab apa gitu masa hanya mingkem saja!" gerutu Lala dalam hati.


"suka-suka kita mau ngapain Kenapa kamu yang jadi repot' Memangnya kamu security yang setiap tamu melakukan sesuatu harus Wajib lapor?" sinis Rafa dari jok belakang.


" rempong banget sih jadi orang, Terserah dong mulut-mulut nya aku jadi mau ngomong apa suka-suka aku lah!" ujar Lala tak mau kalah.


Alina hanya bisa menggelengkan kepalanya, entah mungkin negara api datang menyerang dulu baru Lala dan Rafa bisa akur kalau tidak ya mungkin menunggu keajaiban saja.


Xavier kini sedang berbahagia Bagaimana tidak wanita incarannya sedang duduk disampingnya, sebenarnya dari perkataan Lala ingin di sahutnya hanya saja bingung mau jawab apa.


" Xavier Kenapa diam saja saja, tidak ada niat mau bicara begitu atau menyapa yang di samping kamu?" goda Rafa membuat Xavier merutuki majikan itu.


" Paman tembakau mah jangan pedulikan dengan manusia yang di belakang yang penting fokus menyetir saja biar tidak ke tabrak. soalnya tidak pernah kecelakaan saja otaknya sudah miring apalagi kalau kecelakaan, miringnya bakalan lebih parah lagi!" Sindir Lala membuat Rafa mendengus kesal karena ada saja cara gadis yang di depan itu mencari masalah dan dirinya.


" Diam kau wanita pendek cebol, satu kali kamu bicara bakal aku lempar kamu keluar dari mobil!" ancam Rafa Ketus.


Lala ketawa ngakak karena sepertinya kekasih sahabatnya itu sedang ngambek, padahal dirinya tadi hanya membalas ejekan nya saja tapi karena dasarnya rasanya saja yang sensian.


" Alina kamu kan pawangnya itu bocah yang di sebelah kamu dibujuk dong, Kasihan anak orang nggak bisa tahan banting ngambekan!"Ledek Lala pada Rafa yang tersenyum mengejek kearah yang sedang menatap tajam ke arahnya.


" kamu jangan macam-macam ya sama saya, Memangnya dari tadi saya godain kamu atau bagaimana sampai situ kegiatan selalu saja mengaitkan suatu hal dengan saya?" tanya Rafa sinis.


" Ah tidak biasa saja Kok tidak ada masalah apa-apa, Lagian jangan marah-marah kali nanti gantengnya hilang loh!" ledek Lala yang terlihat sangat bahagia karena berhasil menghancurleburkan emosi seorang Rafa Roberto.


Alina hanya menjadi pendengar setia saja, dirinya malas berkomentar panjang lebar yang ada buat kepala sakit dan mulut capek berbicara menasehati mereka.


" Kamu itu sebenarnya sudah punya pacar atau belum sih, selalu menguntit kekasihku kemanapun dia pergi?" Rafa bertanya sekali lagi pada Lala yang sudah Mode off kayaknya soalnya sudah sunyi tidak bicara panjang lebar lagi.


" Astaga sayang Kamu kalau tanya gitu lagi dianya marah-marah lho, sudah jangan kepo urusan orang tidak bagus loh nanti jadinya terlihat seperti tukang gosip beneran!" Ketus Alina yang tidak menyukai sikap Rafa barusan.


" ya Aku kan tadi cuma nanya siapa tahu mungkin aku bisa bantu cari jodoh buat dia begitu, benarkan Xavier kamu juga bakalan bantuin cari jodoh buat?" tanya Rafa kepada asistennya yang terlihat sepertinya sedang memanjangkan kupingnya ke arah percakapan ini.


" Aishh Tuan ini kenapa harus saya lagi yang menjawab, apa tidak tahu kalau setiap jawaban dan saya keluarkan akan menjadi masalah?" gusar Xavier dalam hati'


" Xavier kamu masih di situ kan kenapa diam saja?" tanya Rafa sekali lagi membuat pria yang sudah matang berada di belakang kemudi itu hanya bisa menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


" Ah iya tuan anda benar sekali, Bagaimana kalau kita mencarikan jodoh buat dia!" sahut Xavier antara ikhlas dan tidak.


" ih Terima kasih banyak paman, tapi aku tak berminat sama sekali! lagian jodohku itu mungkin masih otw atau baru lahir terserah Yang diatas aja deh, tidak membutuhkan Mak Comblang zaman sekarang itu! " Ketus Lala kesal tapi masih Mencoba tersenyum karena tak ingin mengejek dirinya.


" Wah iyakah Aku penasaran seperti apa jodohnya si pendek, Nanti kalau sudah ketemu bilangin ya biar aku tidak pernah saran kira-kira aku yang lebih tampan kata dia! " Rafa mengejek sambil menahan tawanya.


" mentang-mentang yang sudah sold out awas aja kamu, lagian aku yakin kalian belum tentu menikah soalnya kelihatan tidak cocoknya lebih banyak daripada yang cocok!" Sindir Lala membuat Rafa emosi seketika.


"maksudnya Kamu bicara begitu tuh apa tadi, kamu mendoakan kami biar berhenti di tengah jalan begitu rencana yang sudah tersusun rapi jadi hancur berantakan? " tanya Rafa sinis ia mengepalkan tangannya karena menahan emosinya.


" hehehe slow bro, jangan marah-marah tadi kan hanya bercanda doang uang tapi kalau beneran ya aku bisa punya bantu doa dong!" sahut Lala santai tanpa beban.


Rafa menyugar rambutnya kasar, ya Tak habis pikir dengan mulut cabe-cabean milik Lala itu ya tidak ada rasa takutnya sama sekali saat mengatai orangnya langsung.


" sayang, kamu kok bisa bisanya ya bergaul dengan manusia jadi-jadian begitu? Padahal di dunia ini ada yang lebih bagus lebih manis tidak Cerewet, nah ini kamu parah banget masa pilih yang mirip ondel ondel itu!" ujar lava Tak habis pikir dengan jalan pikiran kekasihnya itu yang dari dulu sudah terkontaminasi dengan kelakuan absurdnya Lala.


" kenapa ngomong begitu sih, biasa saja akunya tidak ada ngapa-ngapain juga kok! kalau tidak suka ya sudah jauhin aja kenapa harus di dekat-dekat, aku kalau jadi Alina bakalan stres dari pagi sampai pagi!" sahut Lala yang masih saja nyolot padahal Rafa hanya menyindirnya dengan 10 kata tapi dibalasnya dengan berlipat-lipat kali.


" Maaf tuan kita sudah sampai," Xavier memberitahukan kepada majikannya itu.


Rafa lebih dulu turun dari dalam mobil di susul Alina dan Lala yang sedang kesusahan mengambil kopernya di bagasi, Xavier yang ingin berguna untuk Lala dengan cekatan mengambil alih koper yang di tangan Lala dan membawanya masuk ke dalam rumah.


" Eh Paman mau ngapain? aku bisa bawa sendiri kok tidak berat juga, nanti kalau capek kan aku nggak enak sama pamannya!" ujar Lala yang tak enak hati ketika sopir melakukan semua itu.


" Sudahlah Lala itu yang namanya Kesempatan Dalam keadaan, jadi jalani saja jangan tolak menolak gengsi urusan belakangan!" bujuk Alina agar Lala tidak berdebat dengan Xavier juga.


" kamu tuh kenapa sih jadi teman bukannya ngedukung aku saat bicara, ini malah ikutan ngegas juga ih kamu sudah ketularan tuh sama aki-aki di samping kamu yang tidak jelas " Ketus Lala kesal sambil memasang wajah cemberut nya.


Rafa menepis tangan Lala yang berada dibahunya Alina, tak suka melihat Alina ikut-ikutan kepala batu seperti Lala tadi.


" eh kamu kenapa sih jadi ngegas begitu ke aku perasaan sama Lina biasa saja, Kenapa ke aku kamu jadi aneh-aneh kayak gitu?" tanya Lala kesel.


" Paman Xavier nanti tasnya Lala dibawa ke kamar aku saja ya, Terus kalau bisa bilang sama bibi untuk bantu bereskan kamarnya nya soalnya aku pengen istirahat capek banget!" ujar Alina santai yang sama sekali tak peduli dengan ekspresi kekasihnya yang sedang merajuk itu.


" lo Sayangku kamu tidur bareng dia, terus akunya gimana Masa iya harus tidur Sendiri kedinginan?" tanya Rafa penasaran.


" mana bisa begitu Kalian kan belum halal , jadi sebenarnya tidak boleh ada yang namanya kontak fisik atau apapun itu!" Ketus Lala lalu menarik tangan Alina agar ikut masuk dengannya.


" tuan Bukankah Orang sabar itu disayang disayang Tuhan? jadi Oleh karena itu Tuan harus sabar saja, Tuan masih enak sudah laku nah saya jodohnya saja belum jelas ada di mana!" ujar Xavier yang mencoba membuat pikiran tuannya itu menjadi lebih tenang.


" Ya sudah sana kamu tarik cewek pendek biar ini malam tidur sama kamu, Aku mana mau tidur sendirian tanpa Alina dingin tahu tidak!" perintah Rafa serius membuat Xavier heran ke arahnya.


" itu anak orang loh tuan, Kalau dianya kenapa-napa terus saya disalahkan gimana?" tanya Xavier memastikan.


" Itu mah masalah Gampang tinggal bilang saja kalau dia tidurnya mengigau sambil berjalan, makanya tidak sadar kalau dia salah masuk kamar!" saran Rafa sambil tersenyum.


" Saya takut tuan, kalau orang tuanya mengamuk gimana?" Xavier terlihat tidak berani jika berbuat yang tidak bagus terhadap anak gadis orang.

__ADS_1


" ah cemen sekali kamu jadi orang Sudah tidur atau apa ya terserah kamu, yang penting besok pagi tidak ada kejadian aneh di di rumah ini!" perintah Rafa tegas tak ingin dibantah.


semuanya sudah berada di kamar masing-masing termaksud Lala dan Alina yang sekarang, Lala tampak antusias ketika berada di dalam kamar Alina yang fasilitasnya serba lengkap dan mewah.


" kamar kamu tuh nyaman banget loh aku bakalan betah di sini, jadi jangan bosan-bosan ya dengan kehadiranku!" ujar Lala sambil memasang wajah Puppy Eyes membuat Alina terkekeh geli


" stop memasang tampangnya menjijikan itu, soalnya aku mau muntah nih melihatnya! ejek Alina sambil tersenyum.


Lala memilih berbaring di atas ranjang empuk milik Alina itu, matanya pun terasa mengantuk hanya saja dirinya kasihan jika tertidur maka Lina bakal dengan siapa di rumah itu.


" Lala, menurut kamu Paman Xavier itu gimana sih? " tanya Alina memastikan pendapat ni sahabatnya itu.


" tampangnya biasa saja Tidak ada manis-manisnya gitu, Lagian kamu kok bisa-bisanya ya tanya ke aku Mana ku tahu jawabannya?" tanya Lala balik belum paham dengan arah kemana jawaban yang diberikan oleh Alina tadi.


" Kamu itu orang tanya apa jawabnya apa,paham nya dimana parahnya jawabannya ribet amat sebenarnya mudah Saja ?" Ketus Alina kesal.


Lala hanya bisa tersenyum saja tapi ingin melanjutkan perdebatan yaitu, Wanita itu sudah merasa kantuk yang luar biasa Dahsyat hingga akhirnya ia pun tertidur.


" ya Akunya masih ngomong dianya udah tidur, Dasar kebo kerjanya cuma tidur aja coba kalau ketemu begini kita ngobrol ngalor ngidul kan enak! " kesel Alina.


"aku belum tidur woi, hanya saja lagi OTW mau tidur! jadi kalau mau ngobrol Sabar ya Hitung saja 3 jam dari sekarang, boleh tidak soalnya nih mata sudah susah untuk dibuka tadi aku kena penyakit apa bingung aku! " ujar Lala setengah tertawa.


"Kamu kenapa sih tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, noh temani sama Om Xavier Kasihan tu anak orang tadi sore baru sampai dari Jepang. tidak sempat istirahat pula, Mungkin kamu bisa dijadikan teman ngobrol malam ini agar tuh orang tidak kesepian!" bujuk Alina yang sebenarnya tidak serius hanya saja hari ini Lala lagi sensian Jadi apa yang dikatakan Alina Serba Salah.


" ih aku enggak bukan kamu yang kalau orangnya nyusul kamu kasih saja, jadi lebih baik tidur lebih berguna buat segar badan dan pikiran!" mendengar perkataan Lala itu Alina memilih keluar kamar untuk melihat persediaan makan yang berada di kulkas walaupun pada akhirnya karena tidak tahu masak apa mi instan pun jadi.


saat keluar kamar Alina melihat Xavier sedang menyeduh Kopi 2 gelas, dirinya yakin itu adalah milik pria itu dan Rafa.


" Paman lagi ngobrol dimana sama Abang? " tanya Alina memastikan.


"Oh kita lagi mengobrol di ruang kerjanya tuan muda, Ada yang bisa saya bantu untuk Nona begitu? " tanya Xavier menawarkan bantuan.


" tidak perlu Paman soalnya aku keluarnya buat cari air minum saja kok, Ya sudah sana paman antar kopinya kasihan abang nungguin lo!" perintah Alina yang tidak mau jika Xavier tahu dirinya sedang mencari mie instan."


" Oh iya Mana temannya Itu, Di mana Kok tidak kelihatan?" tanya Xavier penasaran karena tak melihat Lala disitu.


Mohon maaf teman-teman hari ini tulisannya hancur banget, soalnya Entah kenapa mataku terus aku ngantuk banget ya Jadi tidak konsen terkadang salah semua.


jadi jangan marah kalau sebentar ada kata yang di double atau ada typo-nya , karena itu semua tidak sengaja melakukannya mohon maaf ya!!


maklumlah karena kesibukan emak-emak rebahan jadi Sudah bingung, mau mengatur waktu ke caranya bagaimana.


belum lagi kalau anak-anak pada rewel, otomatis dunia halu akan ditinggalkan sejenak dan saat kembali lagi suruh jauh alur yang mestinya.


lanjut*


" Oh dia nya lagi tidur soalnya katanya ngantuk banget, Paman mau temuin dia Ya silakan saja tidak ada yang melarang kok!" ujar Alina karena melihat wajah kepo milik Xavier tadi.

__ADS_1


" tidak terima kasih nona Saya hanya bertanya saja, ya sudah silakan lanjutkan kegiatan Anda saya pamit undur diri!" Xavier langsung pergi dari situ karena ia sudah tak ingin menjadi bahan ejekan Alina nantinya.


__ADS_2