AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 173


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ^^^^


Orang kalau lagi panik itu selalu saja tidak bisa berpikir jernih,lagian bagaimana caranya sayong Lala bisa dapat nomor keluarganya..


***Terus buat kaka cantik,,ayolah Like nya saja lho yang aku minta bukan uang pulsa...Kaka komen aku ikutin lho tapi kok nggak di like...


Siapa saja yang like author tahu kok di sistem...


LANJUT*** ^^^


Kini Rafa dan Lala sudah berangkat menuju kampusnya Alina dan Lala.Tanpa pengetahuan yang jelas tentang kota ini,dan hanya bermodalkan nekat Rafa memutuskan pergi mencari jantung hatinya itu.


"Semoga kamu baik baik saja,kalau tidak aku bakal merasa bersalah karena tak bisa menjaga kamu," gumam Rafa yang duduk di samping Lala yang sedang mengemudi tapi sekali kali menoleh kearah pria tampan yang disamping nya kini.


"Ya ampun Al,kakak kamu gantengnya kebangetan aku jadi ingin tidur dikelonin sama dia," batin Lala.


"Kamu lihatnya kedepan jangan lihat kearah lain,karena aku masih mau ketemu sama cinta pertama ku," perintah Rafa yang sedikit kesal melihat tatapan Lala untuknya.


"Hehe maaf Bang,soalnya mata ini tak bisa diajak kompromi jika melihat yang bening sedikit." Sahut Lala yang ternyata orangnya ceplas ceplos.


Rafa sudah tak bisa berkomentar lagi,karena ia yakin jika orang seperti Lala adalah tipe yang paling susah diatur.


Jika begini dirinya akan mengingat Alina,yang dari dulu selalu saja menbantah apa yang ia katakan.terkadang Rafa berpura pura serius marah padanya,tapi tetap saja tidak akan mempan sedikitpun.


Kini keduanya sudah sampai di kampus Alina dan Lala tanpa banyak bicara Rafa langsung pergi keruangan keamanan.Karena pria itu yakin,jika tempat elit seperti ini pasti sistem keamanan nya tak diragukan lagi.


"Ishh Abang ganteng mah tega,masa aku ditinggal pergi lagi," gerutu Lala kesal karena Rafa yang sama sekali tak peduli dengan kehadiran dirinya sedikitpun.


"Permisi Pak,saya bisa mengecek rekaman cctv disini?" Tanya Rafa meminta izin.

__ADS_1


Tapi yang Rafa sadari jika ia lupa bertanya pada Lala,dimanakah Rio membawa pergi tadi.


"Cctv di parkiran ya Pak," sambung Lala memasang wajah datar di belakang Rafa yang terlihat nekat tapi sebenarnya rada bego.Masa ingin mencari tahu sesuatu,tidak mencari tahu informasi penting nya dahulu.


"Silahkan Tuan," ajak Salah satu petugas disitu.


Tadi saat Rafa pergi Alex sudah menghubungi tentang kejadian yang menimpa putri mereka jadi ia berkata jangan menghalangi putranya untuk mencari tahu.


Alex juga menyuruh anak buahnya untuk menyusul Rafa,agar membantu putranya mencari dimana putri cantik mereka itu.


Rafa mengepalkan tangan ketika melihat Rio memeluk bahu Alina,ia tak terima jika sesuatu miliknya ada yang menyentuh nya.


Terlihat Rio menggendong Alina dan tak peduli dengan Alina yang memberontak,Rafa berjanji jika bertemu Rio ia pastikan seluruh tangan yang menyentuh Alina akan ia mutilasi.


"Brengsek akan kuhabisi kamu pria kurang ajar," maki Rafa dalam hati.


Setelah selesai Rafa langsung bangkit dari tempat itu,saat ia keluar terlihat pria yang memakai pakaian hitam sedang menunduk hormat kepadanya.


"Permisi Tuan muda,kami akan membantu melacak keberadaan nona Muda," ujar salah satu dari mereka.


"Ada laptop?" Tanya Rafa.


"Segala keperluan untuk melacak keberadaan Nona ada di mobil,dan kami adalah suruhan Tuan Alex," sahut mereka yang terlihat Rafa seperti tak menggubris mereka.


Lala bergidik ngeri melihat rahang mengeras milik Rafa,menyesal sudah ia memuji jika pria tampan yang dihadapan nya ini manis. Karena wajahnya kali ini sungguh mengerikan,mungkin jika Rio ada dihadapannya kini pasti sudah remuk ditangan nya.



Rafa akan naik kedalam mobil,namun dicegah oleh Lala.Rafa menatap tanpa ekspresi pada gadis pendek dihadapannya dengan menahan kekesalannya.


"Aku ikut!" ujar Lala.


"Kalian ayo jalan kenapa malah berdiri disitu saja,dan kau jangan menggangu waktuku!" ujar Rafa tajam.


"Pokoknya aku ikut kalau tidak aku bakal nekat," ancam Lala lagi.


"Kau ikat makhluk satu ini sebelum lebih banyak menyita waktu ku," perintah Rafa tegas.


"Jangan coba kalian menyentuh ku dasar pria gila," teriak Lala langsung menuju mobilnya.


Akhir kata Lala hanya bisa pasrah ketika mobil yang diikuti Rafa makin menjauh,tapi mau bagaimana lagi Rafa orangnya tak pernah berubah pikiran walaupun dibujuk.

__ADS_1


"Alina aku kembalikan Abang kamu yang tampan tapi kaku,dingin kaya es balok datar kaya tembok menyebalkan kaya tante tante girang brengsek kaya om om maniak," teriak Lala yang sangat kesal.


Rafa sepanjang perjalanan hanya menatap ponselnya yang terlihat potret wanita cantik,yang hari ini sudah membuat dirinya spot jantung.



"Kamu dimana sekarang,apa si brengsek itu tidak macam macam kan sama kamu?" gumam Rafa dalam hati.


Ia sebenarnya ingin melacak keberadaan Alina sendiri,tapi dilarang oleh anak buah Alex yang merupakan seorang hacker andalan.Lagian percuma saja dibayar mahal jika tak menggunakan kemampuannya disaat genting seperti ini.


"Ketemu Tuan,di hotel de luna dan sepertinya tidak terlalu jauh," ujar hacker itu sambil tersenyum karena berhasil melacak keberadaan nona mudanya.


"Kau lebih cepat lajukan mobilmu sebelum kupatahkan tangan mu yang tak berguna itu," ucap Rafa yang sudah tak sabar dengan laju mobil yang sudah seperti siput yang berlari.


"Tuan ini sudah akhir dari batas kecepatan maksimal,kalau begini terus kita semua bisa mati muda. Baru aku belum pernah membobol gawang untuk si joni,dan juga ingin merasakan punya istri," batin sopir mobil itu.


"Jangan memakiku dalam hati," bentak Rafa yang membuat semua orang dalam mobil itu tertunduk akhirnya mereka sadar jika Tuan mudanya merupakan titisan masa mudanya Alex yang mempunyai sikap yang kejam seperti ini juga.


Tak berselang lama mereka pun sampai di hotel yang dimaksud,Rafa memandang sang hacker yang akan menjadi penujuk jalan karena pria itu lah yang sedang memegang gps kearah Ponsel nya Alina.


Jika Rafa sedang seperti orang gila hal itu juga terjadi pada Alina yang sangat takut kepada Pria yang berada dihadapannya kini.


Rio sudah membuka bajunya tinggal celana pria itu saja yang masih tersisa,sedang Alina masih berpakaian lengkap walau kancing bagian atasnya sudah lepas.


"Pliss Yo,lepasin aku!" pinta Alina memelas.


"Aku bakal lepasin kamu tapi nanti setelah kita puas bermain main dulu." Sahut Rio sambil tersenyum devil.


"Kalau kamu lepasin aku sekarang,nanti aku bakal bujuk Ayah supaya tidak buat perhitungan ke kamu." Alina mencoba menawarkan keselamatan untuk Rio.


Namun pria yang sudah mendapat kesempatan meraup surga dunia ,tak peduli dengan segala permintaan wanita cantik dihadapannya kini.


ML hal yang membuat orang waras menjadi gila begitu pun sebaliknya ,tapi tanpa di sadari hal itu juga bisa menghancurkan suatu hubungan karena atas dasar nafsu.


"Kamu pikir aku bodoh apa mau lepasin kamu sekarang,aku bukan pria polos yang mau melepaskan santapan surga dunia dihadapanku," sinis Rio.


"Aku menyesal kenal pria bejat sepertimu,aku harap siapkan tubuhmu baik baik karena Ayahku bukan orang yang mudah memaafkan orang yang kurang ajar." Alina tak kalah sinis dari Rio.


"Kamu pikir aku takut memangnya siapa dia sampai bisa berani pada keluarga Hermawan," ujar Rio sambil mendekati Alina.


Pria itu mulai mengelus pelan telapak kaki Alina walaupun wanita cantik itu berontak,setelah itu ia mulai menidih tubuh Alina dengan mengunci pergerakan tangannya diatas kepala.

__ADS_1


Rio terpaku pada bibir merah merona milik Alina,ia ingin merasakan bibir yang sudah membuat ia mabuk kepayang tapi sangat tak bisa disentuhnya itu.


"Bunda,Ayah tolong aku," lirih Alina yang sudah tak bisa lagi berbuat apa apa sekedar untuk melindungi dirinya.


__ADS_2