
HAII READER KU TERSEYENG
PADAHAL HARI INI AUTHOR LAGI SIAP NGE-DJ UNTUK INI MALAM...
TAPI KARENA EMAK NGGAK MAU AUTHOR LIBUR JADI TERPAKSA DEHππππͺπͺπͺ
LANJUT ***
Mendengar perkataan Ben barusan membuat Alex meradang,karena Asisten yang digajinya itu berani sekali kepadanya.
"Kamu berani sama saya?" Tanya Alex sambil menatap tajam kearah Ben sedang yang ditatap hanya menyengir kuda saja.
"Baiklah kalau begitu gajimu bakal kukurangi dua angka nolnya," ancam Alex sambil tersenyum devil.
"Ya bos mana bisa begitu,memangnya tadi saya mengatakan apa?" Tanya Ben yang tak terima dengan ancaman Alex tadi.
"Mau alasan apa lagi kamu?" Tanya Alex lagi yang ingin sekali tertawa.
Ben sudah tak bisa berdebat lagi atau sekedar menjawab,karena baginya nanti tambah salah lagi.
Selina juga tak ingin membantah karena ia yakin suaminya hanya bercanda dan sekarang yang ada dalam pikirannya hanyalah tentang putranya itu.
Rafa tahu benar kegelisahan Bundanya itu,tapi mau bagaimana lagi ia tak mungkin juga merubah keputusan yang sudah diambil.
__ADS_1
"Adek mau kekamar dulu." Pamit Alina sambil berlalu menuju kekamarnya.
Tak ada seorangpun yang memahami perasan gadis kecil itu,yang sebenarnya tak ingin ditinggalkan Abangnya itu.
"Tuh Adek kenapa Yang?" Tanya Alex penasaran.
Selina hanya menggedikan bahunya karena memang tak paham,soalnya tadi ia baik baik saja.
"Yasudah aku juga kekamar dulu ya," Pamit Selina yang juga ingin mandi karena kegerahan.
"ikut Yang." Alex berkata sambil bertingkah manja yang membuat Ben serasa ingin mau muntah.
"Perutku serasa diaduk karena melihat tua bangka sok imut yang lagi kasmaran," ejek Ben seraya menatap penuh kemenangan kearah Alex yang seolah menganggap mereka hanya angin lalu.
Rafa yang ditinggalkan sendiri memilih untuk masuk kedalam kamarnya,karena ia harus menyiapkan diri untuk esok hari.
Leonard dan Ben yang merupakan pasangan jomblo serasi dan terngenes akhirnya memilih untuk kekantor.Karena memang kebiasaan dia kalau datang keindonesia pasti akan mengunjungi perusahaan Alex,hanya sekedar untuk mengecek keadaan saja.
"Dasar anak tak tahu diri main tinggalkan orang tua tanpa permisi,awas saja nanti kalau bikin ulah lagi bakal kutampol kepalanya," gerutu Leonard sambil memasang wajah kesalnya.
Orang tua mana yang tak kan marah,ketika putra semata wayangnya itu terlihat bucin bahkan tak menghargai dirinya.
Sedangkan Ben jangan ditanya lagi reaksinya kini ia sangat kesal karena Bosnya itu sengaja tak menganggap kehadiran mereka tadi buktinya ia malas tahu saja.
__ADS_1
Didalam kamar..
Alex kini tengah berusaha membujuk istrinya itu agar mau memaafkan dirinya,karena rasanya sangat tak enak didengar dan dilihat.
"Yang jangan marah lagi ya," bujuk Alex.
Namun Selina memilih untuk memilih pakaiannya ,karena dirinya harus keluar rumah karena ada urusan sebentar.
"Yang kok malah diam sih?" Tanya Alex tak terima.
Ia sengaja menahan tubuh Selina yang akan masuk kedalam kamar mandi,dirinya tak ingin diacuhkan lagi.
"Astaga punya bini kok gini amat ya,masa sudah meminta maaf berulang kali tapi tak pernah dianggap sama sekali," lirih Alex pura pura memasang wajah bersedih.
Selina yang sudah tak kuat lagi telinganya ketika mendengar ocehan Alex dari tadi,dirinya memilih untuk menurunkan egonya sendiri kali ini.
Bersmabung guys...
AUTHOR MAU NGE-DJπ€π€π€
JADI BESOK BARU BALIK LAGI YA...
πππ
__ADS_1