
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Rafa dan Alina yang kebetulan juga berada dirumah sakit itu,mereka segera berlari kearah ugd tempat Selina ada.
"Abang Bunda kok bisa pingsan ya?" Tanya Alina cemas.
"Abang juga bingung Yang,Soalnya tadi pagi kan baik baik saja!" Sahut Rafa sambil menunjukan wajah bingungnya.
"Ayo cepat kita kesana!" Ajak Alina lagi.
Keduanya berlari beriringan menuju ke ruangan yang dimaksud,terlihat Alex sedang berdiri dengan memegang jas nya.
Penampilan pria itu sangat hancur,karena sangat memikirkan keadaan sang istri.
"Ayah,Bunda kenapa?" Tanya Alina memastikan.
"Nak,Bunda tadi hanya pingsan saja tapi Dokter masih periksa jadi belum ada kepastian." Jelas Alex.
"Lho kok bisa?" Tanya Alina heran.
Alex bingung harus menjawab apa,karena dirinya saja bingung. Ia tak tahu harus berbuat apa,sedang sang istri saja belum ada kabar.
Ceklek
Tampak dokter keluar karena baru selesai memeriksa Selina,ekspresinya biasa saja tidak terlalu tegang begitu.
"Bagaimana Bunda,Dokter?" Tanya Alina langsung tanpa menunggu lebih lama lagi.
"Nyonya hanya mengalami Hipertensi dan cemas berlebihan,tapi sudah di kasih obat penenang semoga segera membaik!" Sahut Dokter itu sambil tersenyum.
"Bunda sudah sadar?" Tanya Rafa menimpali.
"Sudah,bisa di jenguk nanti kalau infusnya sudah habis,bisa dibawa pulang untuk istirahat di rumah!" Sambung Dokter itu lagi.
Mereka masuk kedalam ruangan tempat Selina berada,terlihat wanita yang masih cantik itu sedang duduk bersandar di pinggiran ranjang.
"Bunda!" Panggil Alina lalu berlari memeluk wanita itu.
"Adek ihhh Bunda kaget lho!" Omel Selina sambil tersenyum.
"Aku kangen,Bunda jangan sakit lagi ya Noh kasihan Tuh Aki aki kaya orang gila!" Ujar Alina sambil tersenyum mengejek kearah Alex.
__ADS_1
Alex mengeryitkan keningnya,ia kebingungan karena kenapa dirinya yang jadi bahan ejekan sekarang.
"Lho Ayah kenapa?" Tanya Alex memastikan.
"Ayah itu sudah seperti orang bingung,yang sungguh bikin malu!" Sahut Alina.
"Abang bagimana keadaannya?" Tanya Selina memastikan keadaan sang putra.
"Baik Bunda,sudah ada perubahan.Bunda kok bisa sakit nya tiba tiba,lagian apa yang di cemaskan?" Tanya Rafa penasaran.
Deg
Tidak mungkin kan Selina dan Alex mengaku keadaan yang sebenarnya.
Rivan,biarpun sumber masalah dari semua ini,tapi bagaimanapun dia juga merupakan sahabat rasa saudara bagi Alex dan Selina.
Tanpa kehadiran pria itu,tidak mungkin Alex bisa bersatu kembali dengan sang Istri.
"Bunda tidak lagi mencemaskan apapun kok,hanya saja sedang memikirkan keadaan kamu!" Bohong Selina.
Akan tetapi Rafa bukan anak kecil yang bisa di bohongi,ia tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Bunda yakin yang dicemaskan aku,atau lagi sedang berusaha menyembunyikan sesuatu begitu?" Tanya Rafa dengan tatapan selidik.
"Stop kamu,jangan coba coba menatap begitu kearah istriku!" Tegas Alex agar Rafa stop menginterogasi sang istri.
Selamat,Selina bernafas lega ketika Alex mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Aissh Yah,aku punya sudah ada yang lebih cantik kenapa harus cari yang lain lagi.Lagian mata aku normal kali,mana yang Bunda dan Bukan?" Oceh Rafa tak terima.
"Mati aku,kenapa nih mulut bisa bicara bodoh begitu ya?" Sungut Rafa dalam hati.
"Yang bukan begitu,tadi itu hanya salah bicara saja jadinya kamu salah tanggap!" Ujar Rafa memberikan alasan.
"Huh dasar pria,sudah ada yang bening masih saja memikirkan yang main!" Gerutu Alina.
"Apa hubungan nya coba Yang,perasaan tadi itu hanya keceplosan saja kok tidak lebih dari itu jadi jangan macam macam deh pikirannya!" Kesal Rafa.
Alina tak terima mendengar perkataan Rafa yang seolah menyalahkan dirinya,padahal ia tak punya maksud apa apa.
"Kamu ngegas gitu ke aku?" Tanya Alina memastikan.
"Habis aku salah terus sama Kamu,kan jadi capek dimana mana selau salah!" Gerutu Rafa.
"Nah ini nih yang bikin aku tak bisa menahan emosi,sudah tahu salah masih saja ngeyel!" Gerutu Alina ketus.
Bingung ,ya iyalah tadi bicara apa sekarang jawabnya apa?
"Yang,maafkan aku ya!" Bujuk Rafa bucin dihadapan Selina dan Alex.
"Yang,kamu juga mau aku romantisan tidak?" Goda Alex sambil mengedipkan matanya sebelah.
__ADS_1
"Huwekkk!" Selina mengekspresikan ingin muntah karena perkataan suaminya itu.
"Ya Tuhan kenapa menyebalkan sekali sih!" Gerutu Alina kesal.
"Nak jangan marah marah dong?" Bujuk Selina lagi.
"Aku pulang!" Pamit Alina lalu segera pergi dari situ.
Rafa mati kutu,ternyata ia yang tadi pura pura marah,ditanggapi serius oleh Alina.
Kalau sudah begini siapa yang bakal bingung,ya dia sendiri dong?
Makanya melakukan sesuatu itu jangan memikirkan soal hati atau jiwa,melainkan tentang bagaimana perasaan orang yang kita ajak berdebat.
Belum tentu dia bakal terima apa yang kita katakan,belum tentu juga dia bisa memahami dari sudut pandang kita.
Terkadang apa yang kita yakni benar,belum tentu bakal di Aminkan oleh orang lain.
"Lho Yang,jangan gitu dong?" Tanya Rafa pelan karena tak paham dengan apa yang dikatakan oleh Alina.
"Bodoh amat!" Ketus Alina lalu segera pergi dari situ.
Alex yang sedang duduk di samping Selina,hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Anak muda yang sedang jatuh cinta itu.
"Bunda,Ayah aku kejar Adek dulu ya!" Pamit Rafa sambil berlari menuju keluar kamar itu.
Alina sebenarnya ingin tertawa,ketika ia bersembunyi dan melihat Rafa yang kocar kacir mencarinya.
"Sayang kamu dimana sih?" Batin Rafa sambil menoleh kesana kemari.
"Kapok kau Abang ku Sayang,jangan macam macam denganku nanti bakal ku sleding!" Ejek Alina.
Rafa mencoba menelpon tapi tetap tidak direspon,Karena Alina lebih memilih pergi ke tempat Lala Marlela.
"Haii terseyeng,kamu tumben nelpon?" Tanya Lala ketika mendapatkan panggilan masuk dari Alina.
"Terus kamu tidak suka begitu?" Tanya Alina Ketus.
"Bukan begitu hanya saja biasanya kamu kan selalu menempel kaya perangko,jadi tidak bisa kemana mana!" Ejek Lala.
"Iri bilang boss!" Sahut Alina santai.
"Ihhh ngapain iri,aku mah punya Abang Mikael kali!" Ujar Lala ketus.
"Memangnya dia mau sama kamu?" Tanya Alina memastikan.
"Bebeb kamu mah tega,masa iya aku di katakan begitu terus kan sakit rasanya?" Omel Lala frustasi.
"Kamu nya sakit tapi aku nya biasa saja tuh." ejek Alina lagi.
"Kamu telpon ada perlu apa,bukan mau ejekin aku kan?" Tanya Lala.
__ADS_1
"Oh tidak,aku hanya pengen ketemu kok sama kamu!" Sahut Alina.
"Nah itu baru bagus,kira kira ketemu dimana nih?" Tanya Lala antusias.