
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Eko benar-benar Tak habis pikir dengan isi otak istrinya, karena kalau ingin memarahi orang bawaannya tidak tanggung-tanggung tak peduli dengan perasaan orang tersinggung ataupun tidak!
" ibu bisa tidak Tentukan sikap yang lebih sopan kepada tamu kita, Mengapa segala sesuatu harus pakai emosi untuk menyelesaikan masalah? Memangnya apa yang bakalan Ibu dapatkan kalau suka melakukan hal itu, tidak ada sama sekali kan untungnya? " tanya Eko yang benar-benar sudah tak bisa mentoleransi sikap istrinya itu yang selalu ingin menang sendiri.
Lala juga merasakan yang sama seperti ayahnya itu, ibunya selalu saja menggunakan emosi sesaat entah apa yang ia dapatkan dari sikapnya itu itu?
Mira mendengus kesal semua orang menyalahkan nya sekarang padahal sebenarnya apa yang ia katakan adalah sebuah kebenaran, bagaimana lagi ketika satu rumah menentang keinginan ilmu untuk berbuat benar?
" Ya sudah terserah bapak saja mau ngomong apa, ibu mah no comment soalnya nanti salah semua tidak ada yang benar! Coba kalau sekali-sekali kalian paham dengan maksudnya ibu kan mungkin tidak terlalu seperti begini, akan tetapi kalian selalu mengatakan jika kalian itu benar dan Ibu yang salah ya sudah mau bagaimana lagi satu lawan dua ya tetap satu kala! " ujar Mira pasrah membuat Lala jadi tak tega karena dirinya bertemu kedua orang tuanya bukan untuk bertengkar.
" Ibu jangan marah ya, kalau memang Lala salah salah minta maaf soalnya sudah bikin kalian cemas dan juga berdebat seperti tadi, tapi Lala nggak punya maksud apapun untuk datang ke sini bersama-sama dengan mas Devan untuk menemui ibu sama bapak membahas apa yang bikin kalian penasaran dari tadi!" ketika mendengar putrinya itu berkata seperti itu membuat Mira menjadi Tak Tega.
" sini kalian berdua duduk di depan ibu sama bapak terus katakan apa yang ingin kalian katakan, Tolong jangan ada yang kalian tutupi terus nanti kami dengarnya dari orang lain seperti tadi! " pinta Mira sambil tersenyum
Xavier dan Lala kini duduk dihadapan Eko dan Mira layaknya tersangka, tapi mau bagaimana lagi Bukankah semua itu harus dijalani agar tidak ada yang penasaran ataupun kurang hati karena seolah tak dianggap keberadaan.
" jadi apa yang ingin kalian bicarakan sampai rela datang ke sini, saya untuk mendengarkan perkataan ibu yang super duper pedasnya ngalahin boncabe?" tanya Mira penasaran'
baiklah sekarang giliran Xavier untuk unjuk keberanian, Jangan hanya di belakang doang giliran di depan orang tuanya Si Gadis malah berubah jadi cemen.
" karena ibu sama bapak sudah tahu namanya saya dan juga pekerjaannya saya jadi Sepertinya saya langsung ke intinya saja, aku boleh melakukan hal itu atau kalau memang Ibu sama Bapak masih penasaran saya bakalan memperkenalkan diri dulu saja deh!" ujar Xavier sebelum mengatakan maksud dan tujuannya untuk datang ke rumah itu.
__ADS_1
Mira dan Eko Saling pandang lalu tertawa karena melihat kekonyolan dari calon menantu mereka itu, ternyata orang kalau lagi gugup pembahasannya pada ngelantur.
" kayaknya langsung saja deh nak, soal biarpun kamu berkenalan ulang tetap saja nama kamu tidak akan berubah kan. jadi untuk mempersingkat waktu bukannya juga kami menolong, hanya saja kalau ada yang lebih penting Kenapa tidak mendahulukan saja?" sahut Mira membuat Xavier bernafas lega karena akhirnya dirinya tak perlu mengulang lagi hal yang sudah dilakukannya tadi.
sebenarnya maksud dan tujuan saya kesini untuk melamar anak gadisnya Bapak dan Ibu secara resmi di hadapan orang tuanya, karena biar bagaimanapun kami berdua sudah tidak muda lagi untuk berpacaran. dan juga cerita ini rencananya autor bakalan tamatin ketika semua pemeran nya sudah berbahagia bukan di surga melainkan bersama pasangan masing-masing." jelas Xavier mengutarakan maksud dan tujuannya bertamu di rumahnya orang.
" Ya Tuhan ternyata dia berani juga ya ngomong ke bapak sama ibu, Padahal aku kira dia hanya bermain saja denganku tadi Ternyata apa yang ku pikirkan salah besar! " batin Lala yang merasa begitu bahagia karena ternyata dirinya tak dipermainkan oleh Xavier.
Mira sebenarnya penasaran Aran dulu putrinya itu kembali ke rumah saat Rafa kecelakaan, menyebut bahwa ia sangat menyukai pria yang Michael.
tapi kenapa yang datang sekarang orang Xavier tidak ada nyambungnya sama sekali Mungkinkah putrinya itu adalah seorang Playgirl, atau dirinya yang sudah pikun karena mengingat sesuatu yang tidak harus diingat?
" bukannya gacoan kamu itu namanya Michael, Kenapa kesini kamu malah membawa Xavier? ini Maksudnya kamu apa coba jelaskan pertami biar tidak simpang siur, kalau tidak Ibu bakalan panas hidupnya ibu dengan Apa yang kamu katakan tempo hari? " tanya Mila membuat Lala mendengus kesal karena ini sama saja dengan menyulut api di tumpukan jerami.
" Astaga Ibu kenapa sih membahas yang tidak tepat waktu seperti ini nanti kata Xavier apa padaku, di dalam pikirannya pasti aku suka tebar pesona kan jadinya " sungut Lala dalam hati.
tapi mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur dibahas oleh ibunya itu, jika Lala tidak jujur pasti safir bakalan berpikiran yang aneh-aneh. akan tetapi jika harus jujur Memangnya Hal apa yang harus diceritakan kan sedangkan di antara dirinya dan Michael tidak ada cerita sama sekali.
hanya Disini yang menjadi permasalahannya adalah Xavier tidak suka jika Lala menceritakan orang lain kepada ibunya, yang iya inginkan adalah Lala menceritakan soal dirinya tapi sungguh harapan tak sesuai dengan ekspektasi.
hanya saja untuk mencari aman Xavier memilih Lala tidak usah menceritakan apapun, karena sama saja jika Lala mengatakan apapun dirinya yang bakalan panas dingin.
" ibu sebenarnya itu hanya kesalahpahaman saja sampai dia bercerita soal pria lain, karena waktu itu kami sedang bertengkar jadinya dia Mungkin sedikit Kehilangan Arah. tapi Tenang saja itu tak berlangsung lama kok karena Setelah itu kami baikan lagi Hingga bertahan sampai sekarang, jadi kalau ibu bertanya soal orang lain jelas dia tidak akan menjawab karena memang tidak ada apa-apa di antara mereka mungkin sebatas fans saja! " apa yang dikatakan Xavier itu membuat Lala menatap heran ke arah pasalnya pria itu bercerita tanpa beban sehingga membuat kebohongannya itu terasa begitu nyata dan Tidak diragukan kebenarannya sama sekali.
" Oh gitu toh ceritanya Maaf ya kalau tadi ibu salah ngomong soalnya maklum orang kalau kepo pertanyaannya suka ngelantur, soal nih anak selalu bawa kabar burung yang tidak jelas dan akhirnya otak Ibu juga ikutan terkontaminasi! " sinis Mira sambil menatap kearah putrinya yang dari tadi Bahkan tak berkedip menatap ke arah Xavier.
" Hei anak orang tuh jangan terlalu dipelototin seperti itu, malu-maluin aja sih kamu jadi orang! masa iya jadi anak gadis kok tidak bisa jaga mata sedikit, Jangan coba lihat yang penting sedikit pasti matanya bakalan berubah jadi ijo! " Sindir Mira lagi sambil menatap kesal kearah putrinya yang terlihat terlalu berlebihan dalam bersikap ketika bertemu dengan pria tampan.
__ADS_1
" ibu itu apaan sih kalau ngomong, Memangnya nggak boleh kalau liatin calon suami sendiri? karena setahu aku yang gak boleh itu ibu masuk iya calon suaminya aku dilihatin seperti begitu, nanti Bapaknya mau taruh di mana Di gorong-gorong begitu? " ledek Lala membuat Mira mendengus kesal karena punya anak satu saja tapi sopan santunnya kepada orang tua tidak ada sama sekali-
" Eh kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya, sebelum negara api menyerang Ibu dari dulu itu ngefans nya sama bapak kamu saja. padahal waktu dulu masih zamannya gadis Ibu ini Primadona loh, Tapi tetap saja posisi Bapak kamu itu tidak pernah tergeser oleh waktu!" perkataan Mira yang begitu narsis membuat semua orang di dalam situ terlihat lebih rileks karena suasana begitu hangat tidak ada kecanggungan sama sekali tidak seperti biasanya.
" Jadi gimana Pak Bu Kami diizinkan untuk menikah wah Anda, Soalnya dari tadi Jawabannya masih ngegantung loh padahal kalian sendiri kan tahu jika perasaannya digantung itu rasanya sangat menyiksa?" kali ini Lala kembali ke dalam mode serius sudah cukup bercandanya.
" nah tuh kan salah Bapak kalau tadi tidak ajak bercanda pasti kita bakalan ngomong serius terus, jawabannya ada sama Bapak kamu bukan sama ibu ibu mah cuma bantu brojol doang tapi keputusan mutlak ada di tangan kepala keluarga!" kali ini Lagi Dan Lagi Eh kok yang di selalu disalahkan kan padahal pria itu sudah dari tadi ngomongnya saja jarang.
" ibu itu kebiasaan melimpahkan kesalahan kepada orang lain, untung juga kesayangannya bapak jadi tidak Mungkin Berpaling kearah yang lebih hot! " ledek Lala membuat Eko yang tadi menjawab tak bisa menahan tawanya.
" kalian kalau kayak begini terus bisa dipastikan kan kita adalah keluarga yang paling telat untuk melakukan musyawarah, soalnya pembahasannya ketuk lari ke mana-mana tidak pada titik yang harus ditahan!" Sindir ibu dan anak itu tapi mereka dua mah bodo amat tidak mau ambil pusing.
sebelum menjawab Eko menatap ke arah Xavier, karena dirinya ingin memastikan jika pria itu tidak senang bermain dengan Putri satu-satunya itu.
" kamu yakin mau menjadikan anak saya sebagai istri kamu, dia orangnya keras kepala loh Terus kalau ngomong suka bikin kepala sakit. nanti kalau kamu berubah pikiran di tengah jalan gimana nasib anaknya saya?" setiap orang tua Pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya itu pun juga yang diharapkan oleh Eko.
pria paruh baya itu ingin agar anaknya tidak disakiti nantinya ketika sudah dibawa pergi oleh suaminya itu, Jadi sebelum semua terlambat lebih baik menyelidiki hal itu terlebih dahulu.
" Astaga Bapak kenapa mulutnya kok jujur banget, padahal tanpa bilang pun dia sudah tahu semua keburukan anakmu ini?" Lirih Lala dalam hati sudah hancur harga dirinya digadai lho sama ayah ketika mengatakan hal yang tidak-tidak dihadapan Xavier barusan.
" saya menikahi dia bukan karena kelebihannya Pak tapi karena kekurangannya itu, karena kurangnya dia adalah kelebihannya saya dan kelebihan saya adalah kurangnya dia!" widih bijaksana banget Abang Xavier kali ini.
Eko tersenyum ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Xavier barusan, karena memang hanya itulah yang ingin Ia dengan tidak lebih dari apapun yang ada di dunia ini bukan Harta berlimpah ataupun jabatan yang tinggi.
karena materi tidak bisa dibawa mati itu hanya untuk bekal dalam dunia, apalagi kebahagiaan yang bagi orang itu diukur dari betapa kayanya seseorang padahal itu adalah pemikiran yang salah.
" Ya sudah kalau kayak begitu kamu ngomong sama orang tua kamu untuk datang ke sini dan membahas pernikahan kalian, karena Bapak tidak ingin ingin kalian kemana-mana berdua Dan akhirnya melakukan kesalahan yang fatal dan dilarang oleh agama. jadi daripada sebelum hal itu terjadi lebih baik diwaspadai lebih dahulu, Lagian Tidak ada salahnya juga kan jika meresmikan secepat mungkin?" perkataan Eko itu membuat Mira menangis Begitu juga dengan Lala yang terlihat begitu bahagia ketika apa yang ia minta selalu tidak pernah ditolak bapaknya itu.
__ADS_1
" makasih Bapak sama ibu karena sudah menghargai keputusan yang Lala ambil, jika tanpa persetujuan dari kalian tidak mungkin Lala sebahagia ini?" lirih Lala pelan membuat Eko hanya bisa tersenyum menatap ke arah putrinya itu.
" Oh iya Ibu Hampir lupa tanya ini kepada kamu Xavier, itu tadi siang ada ibu-ibu dandanannya modis terus bolak-balik keliling kompleks Katanya mau cari rumah calon besan nya. itu sebenarnya kamu kenal atau tidak soalnya wajahnya itu mirip banget sama kamu, Ibu kan jadi penasaran itu ada saudaraan sama kamu atau tidak ya soalnya orangnya itu cantik banget loh?" Xavier yang sedang meminum teh langsung tersedak mendengar pertanyaan yang diajukan oleh calon mertuanya itu barusan.