
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
" Loh kenapa jadi bawa-bawa itu, orang aku kan memang benar-benar capek lho yang? mengeluarkan suara itu bukan perkara mudah." ujar Alex yang masih membela dirinya.
" bisa tidak diam aku nih mau tidur lho, kalau kamu cerewet terus aku Tidurnya kapan? jadi orang itu pengertian sedikit kenapa sih, Jangan egois terus kayak gitu dong!" Ketus Selina memasang earphone agar tidak mendengar celotehan suaminya itu.
" ya kamu marah beneran, jangan gitu dong Yang aku nggak bisa apa-apa kalau kamu marah terus?" pinta Alex Namun sepertinya dirinya tidak sadar jika Selina tidak mendengarkan apapun dari perkataannya itu.
" Ya gimana dong istriku marah nanti kalau tidak ada yang ngurusin aku masa iya cari pengganti, makan satu saja tidak habis-habis mau cari makan Yang lain!" gumam Alex monolog.
__ADS_1
Selina sudah slow berat dan akhirnya tertidur, tidak sadar jika suaminya dengan mengajak dirinya berbicara parahnya Alex tertawa sendiri loh.
karena mendengar Deru nafas Selina yang sudah teratur, membuat Alex langsung sadar jika dirinya tadi berbicara pada tembok.
" Astaga Ternyata Dari tadi aku ditinggal tidur toh, Ya ampun punya bini gue gini amat ya kalau lagi marah tidak ada manis-manisnya!" sungut Alex pelan.
daripada ribut ribut dan mengganggu tidur Selina, Alex memilih keluar dari dalam kamar dan melihat keadaan rumah kini.
" sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik aku pergi cek dulu deh, siapa tahu sudah ada pertumpahan darah di rumah ini!" gumam Alex pelan lalu turun dari tangga di mana kamar mereka berada.
" Wah rumah kok mendadak sunyi, ini semua orang menghilang di mana saja? jangan bilang mereka terseret tsunami dan tidak pernah kembali lagi, wah bisa gentayangan ini Arwah Penasaran di rumah ini?" batin Alex lagi.
Rivan kini sudah berada di kamarnya Dinda sekedar mengucapkan terima kasih, Sudah tadi sudah disediakan sepiring makanan yang lezat sekedar mengganjal perutnya di sore hari,
__ADS_1
Tok tok tok
" Permisi Ibu saya bisa masuk kah, Soalnya ada hal penting yang ingin saya bahas?" tanya Rivan Dari pintu luar.
Dinda ada yang tadi sudah berencana bakalan berhibernasi sore ini, menjadi terbangun ketika mendengar ada yang mengetuk pintu dari luar.
" ngomong saja Ada perlu apa, soalnya aku pengen istirahat nih! " sahut Dinda dari dalam.
" ya Mana bisa begitu, Orang aku kan lagi perlu penting nih yang tidak bisa diwakilkan sama sekali. jadi bisa tidak kamu buka pintunya sebentar saja Aku hanya ingin berbicara serius, jadi tolonglah buka pintunya sebentar saja !" pinta Rivan memelas sebab Ia yakin Dinda tipe wanita yang keras kepala.
" bisa tidak barang yang sudah dipermudah jangan bikin jadi sulit, jadi kalau mau ngomong ngomong saja nggak perlu bertele-tele seperti itu!" Ketus Dinda dari dalam sebab Ia tak ingin Rivan melihat penampilannya yang begitu berantakan.
" jangan bilang kamu malu karena penampilan kamu sekarang kaya Nenek Lampir, Ayolah guys jangan pesimis gitu dong aku kan bingung harus gimana kalau kamunya tetap mempertahankan ide yang tidak jelas seperti begitu!" bujuk Revan lagi.
__ADS_1