AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 197


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


LANJUT ***


"Kamu mau duduk disini atau aku bawa kamu kekamar sekarang!" Ancam Rafa membuat Alina mati kutu dan langsung duduk dipangkuan pria tampan itu.


"Kamu duduknya menghadap ke aku dong Yang,biar kalau mau cium atau pegang mudah begitu!" Sambung Rafa lagi yang tak sadar jika Alina sedang menatap horor kearahnya.


"Kamu mau ajakin aku berbuat mesum,begitu?" Tanya Alina memastikan.


"Wahh,kata siapa aku ajakin begitu?Lagian kita kan mau menuju halal,jadi tidak ada salahnya dong pegang sedikit."Rafa membela diri dan tak ingin disalahkan.


"Memang ada peraturan seperti itu?Jika memang ada maka bisa dipastikan semua anak gadis orang ,pada hamidun semua kaya bola basket." Sahut Alina ketus.


Cup


cup


cup


Rafa tanpa banyak bicara,langsung mengecup bibir Alina membuat pemiliknya langsung mati kutu karena kaget.


"Kamu kok main cium saja sih!" Kesal Alina.


"Ya iyalah mulut itu selain buat bicara,dipake juga buat ci*m iya kan ?" goda Rafa yang kembali melakukan adegan panas itu.


"Emmpppphh," Alina ingin bergerak tapi tidak bisa karena Rafa sudah memeluk erat pinggang nya.


Rafa bahkan menggunakan tangan sebelah untuk menahan tengkuk kepala Alina agar tak bisa bergerak.


Pria tampan itu mulai mengecup,mencium bahkan sampai ******** benda kenyal berwarna pink milik Alina itu.


Alina membalas dengan melingkarkan tangan dileher Rafa,dan mulai mengikuti ritme yang dilakukan.


Nafas keduanya memburu tanda bahwa keduanya jika tidak berhenti,maka dipastikan sesuatu yang nikmat akan terjadi.


Grep


Rafa menggendong tubuh mungil Alina,dan kini posisi mereka begitu intim hingga Alina pun dapat merasakan betapa kerasnya sesuatu dibawah sana.

__ADS_1


"Kamu *****?" Tanya Alina heran sambil menatap Rafa yang ternyata wajahnya sudah memerah karena menahan gejolak yang uwu uwu.


Rafa sudah tak menjawab,yang ada dipikirkannya kini adalah bagaimana agar sesuatu itu tersalurkan.


Ia kembali mel**at bib*r merah Alina,dan ciu*an panas itu kembali terjadi. Segala bunyi kecupan dan decapan terdengar jelas ditelinga,sungguh alunan yang double wow.


Kebetulan yang pas diruangan Alex itu terdapat ruang pribadi,tempat untuk beristirahat sejenak.Dan disini lah keduanya berada,dengan posisi yang polos,maklum lah bang Rafa kagak bisa nahan lagi.


"Sayang,tolongin aku ya!" pinta Rafa memelas.


"Hemm mulai lagi deh,tadi tau gini aku nggak usah datang saja," gerutu Alina yang hanya disambut senyuman saja oleh Rafa.


Dan terjadilah sesuatu yang diinginkan,tapi ingat ya mereka berdua belum belah duren sama sekali lho.Jadi Alina masih tersegel jelas dalam bungkus,eh salah kan bungkus nya udah dibuka ya sama Bang Rafa.


Alina mengikuti semua permintaan Rafa,karena ia juga menikmatinya.Ternyata karena didikan Rafa,Alina pun akhirnya mahir juga dalam melakukan Ma**ng o*t.


"sshhhh," Desah keduanya dan langsung tumbang.


"Kamu tambah pinter deh Yang," puji Rafa yang membuat wajah Alina bak kepiting rebus.


"Kamu ih malu maluin saja deh,habisnya kalau tidak pintar nanti kamu nya bakal minta terus," gerutu Alina kesal.


"Haha,Kamu sih yang terlalu padat berisi atas bawah,buat junior kalau ketemu kamu bawaanya langsung berdiri tegak," ucap Rafa Vulgar tanpa memikirkan wajah Wanita cantik disamping nya kini.


"Sayang,sudah deh aku malu tau tidak," gumam Alina pelan tapi masih bisa didengar oleh Rafa.


"Haha,mulai membiasakan diri kamu ya biar jangan malu malu lagi. Masa sama aku kamu malu,terus kita mau *** *** kan nggak bisa dong," goda Rafa yang sungguh kayanya cocok author bilang tidak tahu malu🀣🀣🀣.


Yang ada dalam pikirannya sekarang adalah dimana Lala berada,apa ia masih bertingkah aneh dan memalukan tidak.


"Lho Yang,kamu kenapa buru buru sekali?" Tanya Rafa bingung.


"Lala,aku harus cari Lala dulu takut tuh anak orang kenapa napa!" ucap Alina yang tingkah nya sudah seperti dikejar setan.


"Ahh tuh bocil pengganggu ,kenapa juga tadi bawa dia kesini aku kan masih ingin berduaan dengan kamu juga," Gerutu Rafa kesal dengan kedatangan Lala biang kerok kerak telor.


"Aishh tadi kan sudah,sekarang aku pergi dulu nanti aku balik lagi kok,love you." Ucap Alina lalu pergi dari situ.


"Tuh anak kecil pendek kenapa juga harus lahir kedunia sih,kalau begini waktu aku bermesraan dengan kekasihku bakal terpotong terus," gumam Rafa frustasi sambil mengacak gemas rambut nya.


Sesaat setelah Alina pergi,terdengar suara ketukan pintu dari luar membuat dirinya yang sedang melamun jadi buyar sudah.


tok tok tok


"Permisi Tuan,apa boleh saya masuk kedalam?' panggil Anton sekertaris Rafa yang baru..


Cieee Anton nih yee


Ah author lagi pusing...nama tokoh semakin banyak...

__ADS_1


"Hah,apalagi tuh orang,tidak tahukah aku lagi galau dan tak ingin diganggu," gerutu Rafa tapi tetap bangkit dari tidurnya.


Setelah mengenakan pakaiannya,ia lalu keluar dari kamar tersebut dna dan keluar dari kamar itu dengan memasang wajah kesalnya.


"Kenapa lagi?" Tanya Rafa memasang wajah garang nya.


"Ah itu Tuan,anda dipanggil keruangan Tuan Xaver oleh Nona Alina," ujar Anton.


"Kenapa tidak dari tadi kamu bilang!" Kesal Rafa sambil berlari keluar ketika mendengar perkataan sekertaris nya itu.


'Ya ampun tuan,saya juga baru dikasih tahu tadi. lagian mana berani oo kalau ada non Alina disamping anda,nanti dibilang pengganggu," Batin Anton sambil berjalan dibelakang tuannya yang berjalan setengah berlari.


"Heii kamu bisa tidak jangan dekat dekat denganku,untung kamu perempuan coba kalau laki laki sudah kupatahkan kaki dan tangan mu," bentak Xaver yang tak nyaman karena dari tadi Lala merecoki dirinya terus.


"Ihh aku kan hanya ingin kenalan saja,masa kamu jadi cowok sok jual mahal," bujuk Lala lagi.


"Kamu itu yang jadi cewek murahan,mau saja melelang diri sendiri untuk kenalan sama pria," sarkas Xaver kasar.


"Lina kamu bantuin aku napa,masa dari tadi bengong saja," Lala merajuk kepada Alina yang hanya menjadi penonton setia saja.


"Ya habisnya kamu juga nyeselin,sudah tahu uncle Ver nya kagak doyan masih saja main nyosor terus," gerutu Alina.


"Kamu mah tega,ayolah Lina tolongin aku dong," bujuk Lala lagi sambil menarik tangan Alina agar mau membantunya.


"Heii Bocil lepaskan tanganmu itu dari milik ku,awas saja kalau sampai tanganya lecet!" Bentak Rafa yang baru masuk dan melihat tingkah Lala barusan.


"Ihh nih orang pake acara datang lagi,belum bisa bujuk yang satunya eh tau taunya yang lain nongol lagi," Kesal Lala dalam hati.


"Sayang,ayo kita keruangan ku saja ya," bujuk Rafa.


"Cihh,Kamu pikir aku bodoh apa?Yang ada dalam otak dan pikiran kamu itu aku Alina sudah tahu menahu bahkan kenal mengenal," sinis Alina sambil menatap tajam kearah Rafa yang sedang menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kamu pergi dari ruangan ku sekarang!" Bentak Xaver yang jengah melihat tingkah Lala itu.


"Tidak mau,sebelum nomor WA sama Email kamu kasih ke aku!" tolak Lala yang sama saja keras kepala.


"Lho kamu minta email untuk apa?" Tanya Alina bingung.


"Ya aku kan tidak bodoh kalau pake nomor WA dia bakal tidak akan balas,tapi kalau muka kerja pasti email yang masuk bakal direspon," ucap Lala sambil menatap sinis kearah Xaver yang sedang tersenyum dalam hati tapi memasang tampang datar.


"Ayolah Yang,kita pergi dari sini! Aku malas lho lihat tampang jual mahal milik tuh orang,dan kamu Bocil pergi sana cari laki laki yang normal jangan kaya dia!" Ucap Rafa sambil menarik tangan Alina agar pergi dari situ.


"Heh,kalau aku Bocil artinya kamu juga pacaran dong sama Bocilmu itu sadar tidak dasar pedofil," umpat Lala kesal.


"Kata siapa dia masih bocil,orang aku sudah ajarkan kok gaya berpacaran orang dewasa," tolak Rafa sambil tersenyum kearah Alina yang mana membuat Lala jengah.


"Lanjut terus bermesraan nya,anggaplah kita ini hanya kayu batu yang lagi numpang bernapas," sindir Lala.


"Ada yang iri nih," ucap Alina pelan.

__ADS_1


"Makanya cari tuh om om yang lagi rindu belaian,karena pasti kamu bakal diperlakukan seperti ratu yang dimanja manja dan dipuja puja," ejek Alina.


__ADS_2