
HAII READERKU TERSEYENG
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Lala langsung menatap aneh kearah Mikael,ia tak terima jika Pria tampan itu Alergi kepadanya.
"Bagian mana yang Alergi,biar nanti aku bantu obat?" Tanya Lala tanpa rasa malu.
"Bagian yang kamu lihat,jadi jangan juga kamu sentuh nanti tambah parah."Sahut Mikael tanpa dosa.
"Apaa katamu tadi hah,kamu itu ganteng sih oke tapi kalau mulut nya nyolot aku cancel deh rasa sukanya!" Gerutu Lala kesal.
Nah begitu baru ok..
"Ya sudah lebih bagus lagi kalau seperti itu,lagian siapa juga yang mau sama gadis pendek kaya kamu,"ejek Mikael.
"Lina aku di ejek tuh,bantuin napa?" Lala merengek karena Mikael dari tadi selalu menyindir dirinya.
"Hustt Diam bisa tidak kalian berdua,lama lama saya antar kalian ke KUA nanti!" Kesal Alex karena stres mendengar perdebatan Mikael dan Lala.
Padahal dirinya juga sedang dilandah gundah gulana,soalnya entah kapan dirinya bakal bisa ajak Selina main kuda bersama.
"Dokter kalau rawat dirumah saja boleh kan?" Tanya Alex mencoba untuk bernegosiasi.
"Iya dok saya setuju dengan Ayah,soalnya disini bosan." Rafa menimpali padahal alasan kedua pria itu sebenarnya berbeda.
Rafa ingin dirawat dirumah,karena ia tak ingin Mikael selalu datang dan bertemu dengan Alina.
"Lho kok kalian jadi kompak?" Tanya Selina bingung.
"Kita kan Ayah sama Anak,Bunda!" Sahut Alex santai karena sudah ada sekutu untuk melancarkan keinginannya.
"jadi gimana dok?" Tanya Alex memastikan.
"Tapi Tuan...
__ADS_1
"Anda bisa menjamin jika dalam waktu 6 jam anak saya bisa sembuh?"Tanya Alex dengan nada yang terdengar dingin.
Nah kalau sudah begini mah,kita bisa apa☹️☹️.
"Baiklah Tuan,kami akan urus untuk Tuan muda bisa dirawat dirumah." Sahut Dokter itu tetap tersenyum melihat majikannya itu.
Alex dan Rafa tersenyum penuh kemenangan,berbeda dengan yang lain yang merasa aneh.
Alina merasa dirinya bakal selalu menempel pada Rafa.
Selina was was karena pasti malam ini dirinya habis digarap singa kelaparan.
Lala galau karena tak bisa melihat wajah tampan bule,yang manis tapi mulutnya kelewatan amboi aduhai.
Xaver pusing karena malam ini pasti tidak bisa tidur sambil memeluk gadis pendek itu lagi.
Nah yang terakhir ini mah lebih parah lagi,Mikael bingung dan stres bagaimana bisa untuk bertemu dengan Alina lagi.
Masa iya harus memaksa tuan rumah untuk menampungnya,apa kata orang nanti. Seorang Bos besar numpang hidup di rumah orang,hanya karena ingin pendekatan.
"Aduh ini aku harus bagaimana ya,kalah sebelum bertanding nih namanya.Masa iya ini adalah hari terakhir bertemu gadisku,jomblo terus sudahlah dirimu Mikael," Batin Mikael.
"Uncle kalau saya ikut merawat putra anda bagaimana?" Tanya Mikael menawarkan dirinya merawat orang sakit padahal merawat dirinya saja harus butuh bantuan orang lain.
"Tapi...
"Sayang besok kita nikah Yuk," ujar Alina spontanitas karena ia tahu betul alasan Mikael melakukan itu semua.
Duarrrr
Bagai disambar petir siang bolong,begitulah perasaan Mikael kini.Disaat ia tengah ingin berjuang,tau taunya susah sekali untuk terwujud.
"Eh maksud kamu apa?" Tanya Rafa bingung.
"Kita nikah dan semua masalah beres!" Sahut Alina santai.
"Aku permisi." Ujar Mikael yang merasa kehadirannya benar benar tak ada arti sama sekali.
Saat Mikael pulang,otomatis Lala juga ikutan pulang dong.
__ADS_1
"Ehh Tampan tungguin aku dong!" Teriak Lala yang berlari mengikuti Mikael.
"Kamu itu kenapa ikut saya?" Sarkas Mikael.
"Eh kamu kok malah marah ke saya,orang saya juga mau pulang kok." Sahut Lala santai.
"Iya tapi jaga jarak bisa kan?" Tanya Mikael.
"Bisa sih tapi aku nya nggak mau,bukanya berdua itu lebih baik." Sahut Lala yang membuat Mikael bungkam karena malas berdebat.
"Sayang kamu yakin?" Tanya Rafa memastikan.
"Tidak yakin aku nya malah hanya bercanda doang." Sahut Alina tanpa dosa yang mana Rafa tadi terbang melayang langsung terhempas ketanah.
"Lho kok gitu Nak jawabnya?" Tanya Selina menimpali.
"Ah tadi itu hanya mau usir serangga saja,buktinya sekarang sudah hilang kan?" Tanya Alina membuat semua orang tersenyum tapi tidak dengan Rafa.
"Aku kira itu benar terjadi,?Ujar Rafa sendu.
"Heii sabar,kata author bulan depan kita bahas pernikahan tapi mungkin ada orang ketiga begitu katanya." Jelas Alina.
"Lho kok orang ketiga,katanya author benci pelakor?" Tanya Rafa bingung.
"Ye author mah mana mau sebutkan pelakor yang ada dia sudah siapkan pebinor tampan kok." Alina menjelaskan dengan santai.
"Ahh author jangan ya ceritain tentang PEBINOR,kenapa tidak ceritakan tentang Uncle Rivan saja." Tawar Rafa lagi.
"Oh memang dia yang author maksud." Sahut Author santai.
"Tuan semua sudah beres jadi Tuan Muda sudah bisa dibawab pulang." Ujar Dokter yang menangani Rafa.
"Nah begitu dong,jadi saya bisa lebih tersenyum hari ini." Sahut Alex senang.
Dokter hanya mengeryitkan keningnya karena bingung,apa hubungannya coba kepulangan Rafa sama Alex tersenyum.
Oh jelas ada hubungannya,karena Kalau Rafa sudah pulang otomatis Alex dan Selina akan tidur dikamar mereka yang kedap suara.
Dan dengan begitu dia bisa berlaku sesuka hati,tanpa peduli dengan dunia sekitar.
__ADS_1
Bersambung guys...
Nanti tanggal satu baru kita lanjut🙏🙏🙏