
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Rafa akhirnya tersadar akan keadaan di sekitar nya,tapi bukannya malu ia malah tambah parah menunjukan kemesraan itu.
Cup
Rafa mengecup kening Alina dan menarik tangan wanita itu agar ikut dengannya.
"Kamu itu orang yang tidak tahu malu,main nyosor saja depan umum?" sindir Alina kesal.
"Hehe,itu tandanya aku cinta kamu dimana saja dan kapan saja," ucap Rafa percaya diri.
"Hemm terserah kamu saja,aku mah sudah biasa malah," sindir Alina lagi.
"Alinaaa,ah cantik ku,manis ku,segalanya bagiku. Akhirnya bisa ketemu kamu disini sekarang,mimpi apa ya semalam," ujar Hendra yang ternyata bertemu dengan Alina dan Rafa di Mall.
"Hendra,kamu ngapain disini?" Tanya Alina heran.
"Ya ini kan tempat umum,tentunya tidak ada larangan dong siapa saja untuk datang." Sahut Hendra yang seakan tak peduli dengan keberadaan Rafa disitu.
"Ehemm,aku ada disini juga kali," ujar Rafa dingin.
"Astaga bahaya ini,masa dari aku bisa lupa sama dia sih," gumam Alina dalam hati.
"Oh iya Hen,kenalin ini calon suami aku," ujar Alina sambil tersenyum menunjuk kearah Rafa kepada Hendra.
Hendra menatap penuh tanda tanya kearah Rafa,pria itu serasa sedang menatap apa kekurangan diri Rafa.
__ADS_1
Hendra langsung sadar diri ternyata dirinya tak ada apa apanya dibandingkan Rafa. Pria pilihan Alina itu memiliki wajah yang tampan,serta aura kewibawaan yang tak bisa dipungkiri lagi.
"Aku kalah nih kalau harus bersaing dengan dia,daripada cari masalah lebih baik cari aman saja," Batin Hendra dalam hati.
"Aku Hendra,teman kampusnya Alina," ucap Hendra sambil menyodorkan tangannya.
"Rafa,kekasih sekaligus calon suami dari Alina." Balas Rafa datar.
"Kalian mau kemana Lina?" Tanya Hendra penasaran.
"Mau jalan jalan sekaligus kencan," Sahut Rafa yang lebih dulu menjawab dari Alina.
"Oh ya,aku boleh gabung kah?" Tanya Hendra meminta izin.
"Kamu itu sadar tidak,tadi sudah kukatakan kalau kami mau berkencan?Memangnya kamu mau jadi nyamuk hah,bisa tidak jangan selalu melakukan sesuatu yang membuat orang lain tak nyaman!" tekan Rafa karena melihat sikap Hendra yang tidak ada pengertian nya sama sekali.
"Hehe,maafkan aku Om karena tadi sudah membuat kesal.Tapi Om jangan marah lagi ya,karena takut darah tingginya kumat," goda Hendra membuat Rafa kesal.
"Apa katamu tadi?"Tanya Rafa memastikan.
"Om!" Sahut Hendra singkat.
"Ya kita kan beda generasi,jadi harus lah menghormati orang yang lebih tua!" Sahut Hendra.
'Sungguh nih bocah mau cari perkara,kalau mencekik orang itu tak dilarang maka sudah kulakukan," Gumam Rafa dalam hati.
"Kalian bisa tidak jangan malu maluin kaya begitu?Malu tau tidak dilihatin orang,sana pergi ke toilet selesaikan masalah kalian disana," usir Alina sambil menatap tajam kearah keduanya.
"Yang,Kamu itu harus belain aku dong masa pacar kamu dibilang tua kamu diam saja!" Ucap Rafa merajuk.
"Astaga dia kan hanya bicara begitu dan kamu nya tidak langsung beruban kan?"Alina jengah dengan segala tingkah para pria yang dihadapanya kini.
"Aku balik dulu ya Lina,daripada singa jantan ngamuk kan urusan nya bakal lebih ribet lagi kan," sindir Hendra dan pergi dari situ.
"Pokoknya aku tidak mau kamu bertemu apalagi berteman dengan cowok tengik itu lagi!" Tegas Rafa kesal.
"Lah memangnya dia kenapa,lagian tidak bisa bertemu bagimana orang kami satu kampus kok?" Tanya Alina heran.
__ADS_1
"Terserah apapun yang terjadi,kamu tetap tidak boleh bertemu dia atau aku bakal patahin tuh lehernya biar bengkok," ujar Rafa serius.
"Kamu cemburu?" Tanya Alina yang sengaja menggoda kekasihnya itu.
"Sudah tahu nanya?" Ketus Rafa.
"Oh Tuhan makasih Yang,aku senang lho kalau kamu cemburu itu artinya kamu sayang sama aku," ucap Alina antusias.
"kalau soal cinta jangan kamu ragukan lagi,karena itu hanya milik kamu seorang dari dulu kini dan selamanya," ucap Rafa serius.
"Ya sudah ayo kita pulang yuk,badan ku sudah gerah semua nih," ajak Alina.
"Kita ke hotel saja ya!" Ajak Rafa yang sebenarnya hanya bercanda dan ingin melihat reaksi Alina,jika Alina mau maka tidak ada salah nya kan.
"Enak saja kamu kalau ngomong,anak orang di halal-in dulu baru kamu boleh pake," Ketus Alina.
"Haha bercanda Yang,tapi kalau mau jadi serius juga boleh tidak masalah." Goda Rafa lagi.
Karena Rafa selalu menggodanya membuat Alina kesal dan pergi dari situ,selama disitu ia sudah merasa malu eh ditambah lagi dengan tingkah laku Rafa yang layaknya anak Abg.
"Astaga ini besok kita bakal jadi pasangan Viral nih," gumam Alina sambil menutup wajahnya menggunakan tas nya.
Rafa mengikuti langkah kaki Alina sambil tersenyum,lagian mana ada yang berani menggosipkan keluarga Roberto.
"Sayang tunggu aku pliss," bujuk Rafa.
"Ogah,setiap dekat kamu pasti harga diri aku turun 10 persen," tolak Alina.
"Lho mana bisa begitu,aku kan tadi hanya ingin romantis dengan kamu," bujuk Rafa lagi.
"Nggak mau,kamu itu bukan mau romantisan tapi yang ada harga diriku jatuh," Omel Alina sepanjang jalan.
"Tapi sayang ayolah,kita seperti pasangan yang lagi marahan tau tidak," bujuk Rafa lagi.
Akhirrnya Alina menghentikan langkahnya,karena ia juga sebenarnya tak tega melihat wajah memelas milik Rafa dari tadi.
"Baiklah ayo pulang tercintaku,yang hobinya pancing masalah terus menerus," sindir Alina.
__ADS_1
Kini keduanya sudah dalam perjalanan menuju kerumah,tanpa keduanya sadari jika tingkah mereka ternyata dilihat oleh Alex dan Selina.
"Ternyata anak muda kalau lagi jatuh cinta,serasa dunia milik berdua," ujar Alex yang melihat kegiatan Alina dan Rafa dari tadi.