AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
EPISODE 205


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ****


Rafa langsung menuju tempat yang diberitahukan ada Alina disana,ia ingin segera bertemu sebelum pria hidung belang mengganggu wanitanya.


"Ini anak kalau sudah kutemukan,bakal kuikat pakai rantai biar jangan main kabur begitu saja," gumam Rafa karena kesal dengan tingkah Alina hingga ia tak sadar jika ada mobil box yang lewat.


Brakkkk


Mobil yang ditumpangi Rafa terpelanting jauh dari posisi awalnya,sedang mobil box yang ditabrak nya menabrak pembatas jalan.


Alina yang sedang kesal entah mengapa hatinya mendadak menjadi gelisah,dengan segera dirinya berlari kembali kekamar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.


Bahkan Alina seakan tak peduli dengan keberadaan Mikael,pria itu menatap heran kearah punggung Alina yang semakin menjauh.


Mikael melepaskan sendok ditangannya,ia berlari mengejar Alina yang sudah masuk kedalam kamar tempat dia menginap.


"Heii gadis kamu kenapa?" Tanya Mikael yang menahan pintu ketika Alina hendak menutupinya.


"Kamu yang kenapa,lihat tidak aku lagi buru buru!" Kesal Alina.


"Katakan siapa tahu aku bisa bantu!" tawar Mikael lagi.


Brakk


Alina membanting pintu karena kesal dengan tingkah mikael,yang sudah terlalu mengganggu hidupnya.


"Ponselku mana ya?" Gumam Alina yang sedang mencari benda persegi itu.


"Nah ini dia." Ujar Alina senang karena akhirnya menemukan apa yang ia cari.


Dengan segera Alina menghidupkan benda itu,dan terlihat begitu banyak pesan dari Rafa dan kedua orang tuanya.


Rafa❤:Sayang....


Rafa❤:Maafin aku ya,tapi jangan marah aku mohon....


Rafa❤:Sayang,Oh Ayolah aku bisa gila kalau begini terus...


BUNDA: Nak,Ayo pulang jangan main pergi begitu saja kasihan Abang!

__ADS_1


BUNDA:Alina sayang,pulanglah kasihan Abang yang keliling kota hanya untuk mencari kamu!"


Begitulah bunyi chat yang masuk,Alina tertunduk lemas dilantai bingung ia harus bagaimana.


"Pulang,iya aku harus pulang sekarang untuk minta maaf ke Abang." gumam Alina dan mulai berkemas karena hanya sedikit barang yang ia bawa.


Setelah memastikan sudah beres ia pun langsung memakai ransel nya dan keluar dari situ.


Ceklek


Betapa terkejutnya Alina melihat siapa yang ada berdiri didepan pintu,ingin mundur tapi tak bisa karena dirinya ingin pulang.


"Kamu kenapa bisa disitu Hah." bentak Alina kasar.


"Aku khawatir sama kamu." Sahut Mikael santai.


"it's up to you!" Gerutu Alina ketus.


Tanpa mau peduli dengan kehadiran Mikael,ia pergi dari situ Alina merasa ada sesuatu yang terjadi tapi entah apa kah itu.


"Heii gadis kamu mau kemana?" Tanya Mikael yang sudah bertingkah layaknya fans tapi serasa penguntit.


"Astaga Tuhan tolong,nih orang lama lama kupenggal kepalanya," gerutu Alina yang jengah dengan sikap sok peduli nya Mikael.


Rafa yang tubuhnya bersimbah darah,terjepit diantara bangkai mobil yang ringsek parah tak berbentuk.Wajahnya sudah tak dapat dikenali karena ditutupi oleh darah,bahkan lebam nya pun sangat kentara.


Semua orang berkerumun melihat kecelakaan yang terjadi,ada yang menghubungi polisi sambil menatap penuh terkejut kearah Mobil Rafa.


Ia yang tadinya hendak menuju ke Mobil,entah mengapa badannya malah menuju kearah kerumunan banyak orang.


"Permisi Pak ada apa ya?"Tanya Alina penasaran.


"Kecelakan Non,kasihan sepertinya korbannya masih muda!" Sahut pria yang tadi ditanyai oleh Alina.


"Korban nya pria sepertinya bule." Sambung nya lagi.


Alina sudah tak bisa berdiri dengan baik,tubuhnya seakan ingin jatuh tapi ditahan oleh Mikael.


Alina mendorong tubuh Mikael,lalu berjalan mendekati mobil yang dalam posisi terbalik itu.


Entah mengapa ia merasa jika hatinya berada dimobil itu,dengan langkah perlahan ia mendekati mobil itu.


"Heii gadis jangan mendekat," Pinta Mikael sambil berusaha menarik tangan Alina.


"Bisa tidak jangan terlalu mengganguku,kamu itu hanya ingin melihat aku marah atau apa hah," Bentak Alina kesal.


Rafa yang dialam bawah sadarnya mendengar suara Alina,berusaha untuk menggapai tubuh wanita yang dicintainya itu tapi sayang seakan enggan mendekat.


"Sayang," panggil Rafa pelan.

__ADS_1


Alina yang sedang memarahi Mikael,merasa mendengar seseorang memanggilnya.


"Sayang," Teriak Alina yang akhirnya melihat jelas mobil yang biasa dipakai Rafa saat pergi.


"Tolong selamatkan dia aku mohon," Teriak Alina lagi sambil menarik lengan bajunnya Mikael,agar menolong Rafa.


"Aku mohon semuanya selamatkan dia,aku akan mengingat semua kebaikan kalian," lirih Alina lagi.


Mikael menatap heran kearah Alina,yang menangis sambil meraung di dekat mobil Rafa yang ringsek tak berbentuk.


"Sebenarnya dia siapa,sampai gadisku menangis seperti itu?" Tanya Mikael dalam hati.


Akhirnya petugas keamanan datang untuk mengamankan lokasi,bersamaan itu Alex dan Selina juga sampai disitu.


Selina langsung memeluk tubuh Alina,yang duduk dibawah aspal sambil tak kuasa menahan tangisnya.


"Sayang,kamu sabar ya!" bujuk Selina.


"Bunda panggil Abang bangun,Alina mau minta maaf karena sudah melakukan kesalahan," Lirih Alina lagi.


"Kamu kuat Sayang,jangan begini kasihan Abang," bujuk Selina lagi.


"Permisi korban akan kami bawa kerumah sakit,Tuan dan Nyonya silahkan menyusul," Ucap Polisi yang bertugas kepada Alex dan Selina yang sudah tak asing bagi mereka.


"Bunda,Ayah aku mau ikut Ambulans saja," Pinta Alina dan diangguki oleh Mereka.


"Bolehkah saya ikut menemani gadisku," Pinta Mikael juga.


Alex mengeryitkan keningnya ketika mendengar perkataan Mikael barusan,sedang Selina yang sudah tak mampu berpikir langsung mengiyakan saja.


Kini mobil Ambulans sudah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit,sepanjang perjalanan Alina memeluk kepala Rafa yang sudah bersimbah darah dan dipasang alat bantu pernapasan serta infus ditangan.


"Sayang bangun aku mohon bangun,maafkan aku tadi marah marah kekamu," lirih Alina sambil terus mencium wajah Rafa.


Sebenarnya dilarang jika pasien kecelakaan gawat darurat,keluarga tidak diperbolehkan melihat dari dekat.Tapi mau bagaimana lagi,jika tahta dan kekayaan dipertaruhkan.


"Sayang,kamu sakit yang mana biar aku saja yang menggantikan kamu." Sambung Alina lagi.


Tanpa ia sadari jika dari tadi sepasang mata menatap aneh kearahnya,pria itu bingung dan juga penasaran. Sebenarnya ada hubungan apa Alina dengan pria ini,kenapa sampai memanggil nya sayang.


Dan juga tadi ia melihat Alex Roberto,pengusaha kaya dan salah satu rekan bisnisnya.


"Heii Kamu jangan menangis ya,kasihan dia kalau tahu kamu sedih pasti akan tambah drop," bujuk Mikael.


"Kamu itu kenapa sih,sukanya hanya menggangguku saja!" Sarkas Alina kasar.


"Aku hanya ingin memastikan keadaan gadisku saja." Sahut Mikael santai.


"Hah,gadismu dari hongkong? Awas saja kalau suamiku bangun,aku yakin dia akan menghajar kepalamu itu." Bentak Alina lagi.

__ADS_1


"Hah,maksudmu kamu sudah bersuami?" Tanya Mikael memastikan.


"Pikun bin Oon." Sindir Alina lagi.


__ADS_2