AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 305


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT***


suasana di meja makan itu dipenuhi dengan gelak tawa mengejek Rivan dan Vigo, yang mana memang keduanya tak bisa berkutik karena apa yang dikatakan itu sesuai dengan kenyataan.


" kamu bisa tidak jangan ikutan dia buat meledek kami berdua, kamu sadar kan kan kalau kamu sekarang juga statusnya Jomblo Ngenes kayak kami? " tanya Rivan kesal.


"Loh kenapa aku yang tertawa kamu yang sewot, Memangnya salahnya di mana Coba kalau sesuatu yang menghibur tidak dinikmati? " tanya Dinda heran dengan sikap Rivan yang begitu tidak menyukai dirinya yang bahagia sebentar saja.


Rivan mendengus kesal karena Dinda tidak paham dengan maksud tujuan dirinya berkata seperti tadi, padahal yang ia inginkan hanyalah rasa solidaritas dari wanita itu untuk status mereka yang tak beda jauh.


Dinda pun sama tidak paham dengan arah pemikiran Rifan Memangnya salah jika dirinya bersenang-senang, dan kira-kira memang kalau ia salah letak kesalahannya itu di mana coba?


" kenapa sekarang giliran kalian yang berdebat, padahal ini semua tidak menimbulkan masalah yang begitu besar kok kenapa kalian berdua yang jadi mempermasalahkannya?" tanya Alex heran.


Selina menganggukkan kepala pertanda setuju dengan jawaban sang suami, bukan kah dengan saling bercanda membuat suasana lebih hangat dan keluarganya lebih terasa?


" loh kamu kok malah belain suami kamu yang jelas-jelas dia duluan yang mulai, Coba kalau tadi dia mingkem saja tidak memungkinkan hal ini bakalan terjadi?" Rivan tak terima dengan perkataan Selina barusan.


" Ya jelas aku bakalan membela dia lah orang dia kan suamiku, masa iya aku membela orang lain padahal sebenarnya tidak penting sama sekali untuk dibela?" sahut Celina santai membuat Alex tersenyum senang karena akhirnya istrinya itu mengerti dengan keinginan hatinya selama ini.


" Istriku memang yang paling terbaik di jagat raya ini, dia paham dengan isi maksud hatiku selama ini! kalau yang jomblo mah mana paham, yang ada cuma iri doang! " Sindir Alex secara tak langsung.


sedari tadi ketika semua orang berbicara mengikuti kemauan hati mereka, berbeda dengan Vigo yang satu kata pun tak pernah dia keluarkan.

__ADS_1


karena pria itu sadar posisinya di meja makan itu sebagai apa, tidak mungkin sebagai seorang bawahan ia mensejajarkan posisinya dengan majikannya itu.


Dinda yang melihat dari tadi Vigo hanya terdiam Ia pun tak bisa untuk hanya tinggal diam dan hanya melihat saja, maka dari itu dirinya pun beralih menggoda Vigo agar lebih bisa berekspresi.


" Hei Bos kamu sariawan atau apa sih, Masa dari tadi di semua pada ngomong berasa lucu tertawa ih kok kamunya kaku begitu? kamu takut sama tuan kamu itu, jangan berlebihan begitulah Ah masa manusia seperti dia kamu takutkan Memangnya apa kehebatannya coba? " tanya Dinda Seraya menatap sinis kearah Rivan membuat sang empunya merasa kesal


" kamu kalau mau ngomong sama orang lain bisa tidak jangan membawa-bawa diriku, Memangnya Apa untungnya coba untuk kamu, tidak ada kan?" tanya Rivan.


" Oh maaf anda salah Tuhan karena dengan menggoda asisten kamu itu aku bakal mendapat pahala, sebab Dia hanya bisa tersenyum tidak ketakutan setengah mampus dan akhirnya mati berdiri anaknya orang!" ujar Dinda penuh percaya diri.


semua orang di dalam situ hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika dua manusia berbeda jenis itu sudah mulai berdebat, udah nanti siapa yang mengalah kali ini hanya keduanya saja yang tahu.


" kalau nanti rencananya berangkat jam berapa, terus nanti barengan atau pisah mungkin bisa menghemat pengeluaran? " tanya Leonard agar Dinda dan Rivan menghentikan obrolan mereka yang unfaedah itu.


" mungkin setelah makan siang yang kami bisa langsung berangkat, kalau untuk masalah ah mau berbarengan atau tidak Itu tergantung dari tuan Orlando saja karena aku tidak akan mau menumpang padanya!" saat Alex pasti sedangkan Rivan menatap kesal ke arahnya.


Selina dan Dinda hanya bisa saling menatap melihat kedua manusia itu yang tetap saja mempertahankan ego mereka, padahal jawabannya bisa lebih menggunakan bahasa yang halus tapi keduanya tidak memikirkan sampai kesitu.


"dan kamu nona mau ikut sama siapa? " tanya Leonard ke arah Dinda.


jika bisa ditebak dengan mata telanjang bisa dipastikan 100% Dinda bakalan ikut dengan Selina, akan tetapi jika mengikuti sudut pandangnya Rivan Maka hal itu adalah sebuah kemustahilan.


" aku bakalan ikut sama..


belum lagi Dinda memberikan jawabannya sampai habis Rivan sudah memotongnya terlebih dahulu, karena baginya kemanapun dirinya pergi maka disitulah Dinda bakal berada.


" kamu pulangnya harus denganku tidak boleh ikut siapapun selain aku, jika tidak kamu lebih baik tidak usah pulang sama sekali! " ujar Ivan yang tak ingin dibantah membuat semua orang yang berada di ruangan itu menatap aneh kearah pria yang tidak laku-laku itu.

__ADS_1


" wow Dinda kayaknya tadi pertanyaannya Daddy salah deh, harusnya seperti begini! Dinda, nanti jangan lupa apa menyiapkan semua barang-barangnya Rivan tanpa kecuali! " jelas Selina sambil tersenyum.


" Ih kamu sembarangan saja kalau ngomong, memangnya aku siapanya dia tidak semua keperluannya harus aku yang siapkan kan? pembantunya bukan istrinya juga bukan, masa Seenaknya saja diperintah Sesuka Hati? "gerutu Dinda Ketus.


semua yang berada di ruang itu hanya bisa tersenyum, ketika melihat wajah Dinda yang sangat tidak bersahabat itu.


" jadi keputusan kamu gimana mau pulang bareng kami atau si cunguk itu?" tanya Alex memastikan karena ingin membuat Rivan merasa kesal.


" Kan aku sudah bilang tadi di kalau dia bakalan pulang bareng sama aku tidak ada kata tapi melainkan Iya, terus kenapa kamu harus menanyakan kembali hal itu Maksudnya apa coba?" tanya Rivan kesal.


" Iya tapi di sini kan Dinda yang harus menjawab bukan kamu, Lagian kamu kan bukan siapa-siapanya jadi otomatis tidak punya hak sama sekali dong untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya?" tanya Alex lagi membuat Rivan hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" kamu bisa tidak hanya semenit saja tidak mencari masalah denganku, Kamu pikir aku tidak pusing apa menjawab pertanyaan kamu yang aneh dan tidak berbobot?" tanya Rivan kesal.


" Dinda Menurut kamu gimana, mau pulang bareng kami atau sama dia? " tanya Alex lagi yang terlihat begitu menikmati wajah kesal milik sahabatnya itu


" kalian bisa tidak jangan berdebat terus malu didengar sama orang seolah-olah hanya kita sendiri saja yang punya mulut terus orang lainnya tidak? " pinta Dinda tak enak hati terhadap Leonard yang sudah tua Renta tetapi harus mendengarkan ocehan mereka yang tanpa henti.


" sebenarnya perdebatan ini bakalan berhenti kalau kamu kasih jawaban sekarang, Lagian Apa susahnya sih yang menjawab saja tidak butuh tenaga untuk berfikir ataupun harus berjalan Ya lumayan jauh? " keras kepalanya Alex itu memang bukan menjadi rahasia lagi karena semua orang tidak mengetahuinya.


" demi kenyamanan dan keamanan akunya bukan untuk siapa-siapa apa lebih baik jomblo kita pulangnya bareng, daripada aku bakalan sendirian terus menikmati pemandangan para bucin akut yang sedang beraksi kan sungguh menyiksa mata batin!" sahut Dinda membuat Rivan tersenyum penuh kemenangan sedang Alex hanya bisa tertawa karena jawaban Dinda itu sudah masuk dalam perhitungannya.


" ternyata otak kamu itu sedikit bisa diandalkan karena tahu mana yang terbaik dan tidak, dengan begitu ini orang tidak sombong lagi dan mengatakan yang tidak-tidak!" sinis Rivan sambil tersenyum mengejek Alex yang terlihat biasa saja.


" aku mah biasa saja dia mau ikut di mana saja suka-sukanya dia. Toh yang penting aku tetap bisa berduaan dengan istriku, soal yang lain mah bodo amat bakal ku anggap bagaikan buang angin yang ingin!" ucap Alex tanpa beban.


" kamu itu kalau ngomong Kebanyakan kurang ajar nyala jauh dari kata sopan santun, Memangnya kalian pasangan terhot di jagat raya ini sampai orang lain harus merasa iri begitu?" tanya Dinda.

__ADS_1


" Baiklah karena semuanya sudah siap bisa Kita berangkat sekarang agar tidak terlalu terburu-buru, dan syukur juga cuaca mendukung jadinya kita lebih rileks!" ujar Vigo yang tiba-tiba muncul dengan koper miliknya itu.


__ADS_2