
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL.
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Mobil yang ditumpangi Rafa kini telah parkir sempurna di kampus Alina,setelah dirasa sudah sempurna ia pun langsung turun dari mobil itu.
Saat Rafa sudah turun dari mobil,semua mahasiswi berteriak histeris karena melihat pria se*i nan rupawan tengah terdampar sempurna di kampus mereka.
"Ahhh,mataku hari ini mendapatkan Vitamin," Ucap salah satu mahasiswi histeris.
"Oppa kamu tampan banget sihh,aku jadi pengen bawa pulang kerumah terus buat guling." Temannya menimpali.
"Ehhh enak saja kamu,orang aku yang lebih cocok kok sama dia.Coba lihat aku cantik,manis pasti kalau aku dekati dia bakal merespon." Sahut temannya yang dahulu.
"Baiklah ,ehh tunggu Babang Tampan mendekat kesini,aduh dandananku gimana ya? Udah pantas belum,aduh kenapa makin dekat makin ganteng saja ya?" Bisik mereka.
"Permisi,lihat Alina tidak ya?" Tanya Rafa.
"*What,kira datang mau minta kenalan eh tau tau malah tanya si primadona kampus," Gumam mereka.
"Abang mau ketemu Alina?" Tanya Mereka.
"Iya." Sahut Rafa singkat.
"Dia tadi sepertinya baru sampai mungkin lagi dikantin," ujar mereka kompak.
"Oh ya makasih." ujar Rafa tanpa ekspresi berlalu meninggalkan mereka.
"Ganteng sih tapi dingin banget,aku kalau dekat dia terus berasa dikutub saja," ucap mereka.
"Iya,Tapi dia siapanya Alina ya sampe rela datang kekampus pagi pagi?" Tanya Mereka tapi tak kunjung mendapatkan jawaban.
Rafa terus menyurusi kampus menuju kantin yang tadi ia sudah diberitahu mahasiswa yang ia temui sepanjang perjalanan.
"Lina,kamu kok tumben datang sepagi ini?" Tanya Lala heran.
"Lagi pengen saja,memangnya ada larangan kalau Alina tak boleh kekampus pagi pagi?" Tanya Alina balik.
"Etdah jawabannya panjang sekali Eneng,padahal pertanyaan tadi simpel banget lho!" ketus Lala.
"Kamu kenapa sih bawaannya sensi melulu ,lagi pms guys?" ejek Alina.
"Emang iya,terus kenapa kamu nggak senang gitu?" Tanya Lala kesal.
"Nggak,lagian apa hubungannya dengan ku kalau kamu lagi PMS.Memangnya aku suami kamu yang kesal kalau istrnya PMS karena itu pertanda belum ada tanda tanda bakal hamidun," ledek Alina yang langsung mendapat pelototan dari Lala.
"Awas ya kamu,aku bakal kasih kamu sianida nanti." Kesal Lala.
"Coba saja kamu kalau berani,karena aku yang bakal buat kamu menyesal terlahir kedunia ini," Terdengar suara Bariton yang sangat dihafal oleh Alina.
Lala menoleh kearah sumber suara,ia langsung kesal karena orang tersebut selalu mengajaknya ribut ketika bertemu.
__ADS_1
"Aishh kamu itu kenapa sih selalu muncul disaat yang tidak diinginkan?" Tanya Lala kesal.
"Sayang,kamu kok disini bukannya ke kantor Ayah?" Tanya Alina heran.
"Menurutmu kenapa aku bisa disini?" Tanya Rafa balik dengan tatapan yang mematikan.
"Ya mana aku tahu,kan kamu belum bilang!" kilah Alina yang takut jika Rafa marah.
"Ikut aku sekarang," Ajak Rafa lalu membawa Alina menuju kedalam mobilnya.
"Ehh kok aku dibawa kesini?" Tanya Alina bingung.
"Diam dan masuk!" perintah Rafa yang tak ingin dibantah.
Lala yang tahu jika pasangan yang lagi kasmaran itu ada kesalah pahaman ,ia memilih kedalam kelas tak ingin ikut campur jika tak mau jadi korban amukan Rafa.
"Aku jadi Alina mah,cowok seperti itu Sudah kusepak kelaut,' gumam Lala.
'Siapa yang mau kamu sepak?" Tanya Mery yang sebenarnya sedang dalam mode cemburu tanpa sebab.
"Ehh Ibu ngagetin saya saja,lagian ini urusan anak muda jadi Ibu tak pantas untuk tahu," ujar Lala yang secara tak langsung menyindir Mery.
"Teman kamu yang sok cantik itu mana,biasanya kalian kan kaya prangko?" Tanya Mery kepo.
"Mmm pertanyaan itu harus aku jawab ,atau ibu hanya tanya doang?" Tanya Lala yang ingin melihat wajah kesal Mery adalah kesenangan tersendiri untuknya.
"Kamu," Mery menunjuk kearah Lala setelah itu langsung pergi dari tempat itu sebelum emosinya semakin memuncak.
"Idihh wewe gombel lagi ngamuk,lama lama keluar jurus mematikannya itu," ejek lala tentunya saat Mery telah pergi dari tempat itu.
Kembali lagi ke Pasangan Hot sepanjang sejarah.
"Abang itu kenapa sih malah bawa aku kedalam mobil?" Tanya Alina kesal.
"Kamu itu sadar atau pura pura lupa?" Tanya Rafa serius.
"Ya ampun Sayang,bisa tidak perkataan nya jangan muter seperti itu aku bukan mbah dukun lho." Sahut Alina sambil mengeryitkan keningnya.
"Kamu kenapa tadi pergi tanpa membangunkan ku,apa kamu lupa siapa aku?Aku paham jika kita tinggal terpisah,tapi ini beda bahkan kita semalam itu sekamar.Bisa tidak biasakan melakukan sesuatu itu dengan pengetahuan ku dulu,hingga tidak membuatku menjadi orang bingung seperti tadi pagi," lirih Rafa sambil menatap sendu kearah Alina membuat wanita itu merasa bersalah sekali.
"Maafkan aku,sungguh tadi pagi itu hanya untuk melampiaskan kekesalanku karena tubuhku remuk semua dijadikan guling hidup olehmu." Sahut Alina pelan.
Rafa langsung tersenyum ketika mendengar penjelasan kekasihnya itu,ia sadar memang semalam dirinya bahkan tidur hanya satu posisi yaitu memeluk tubuh Alina.
"Yang mana yang sakit?' Tanya Rafa.
"Semuanya." Ketus Alina.
"Hehe maafkan aku Yang,soalnya aku takut kalau kamu terlepas langsung minggat pindah kamar." Sahut Rafa.
"Kamu ihh lebay deh,segala sesuatu dikhawatirkan lama lama aku kekamar mandi juga kamu cemas." Kesal Alina.
"Iya juga ya,kenapa tidak aku tunggu kamu didepan kamar mandi saat kamu mandi," goda Rafa yang membuat Alina bertambah kesal.
"Sudah ah aku mau kekelas dulu ,kamu juga langsung kekantornya Ayah ya.Ingat jangan nakal disana,jaga mata jaga tangan jaga hati atau aku bakal selingkuh disini!" ancam Alina serius.
"Oh kalau soal kesetiaan, kamu jangan ragu Sayang.Karena saat di Italy saja banyak wanita yang menggoda ,aku tak pernah tergoda apalagi disini yang sudah ada kamu." Sahut Rafa percaya diri.
'Baguslah." Ujar Alina singkat.
"Sudah ya aku masuk dulu kekelas," pamit Alina namun tangan nya dicekal Rafa membuat Alina menatap heran kearahnya.
__ADS_1
"Kenapa lagi?" Tanya Alina bingung.
"Masa aku datang jauh jauh,terus pagi sekali tidak dikasih mood booster gitu?" Tanya Rafa merajuk.
"Apa maumu?" Tanya Alina bingung.
"Cium dulu dong Yang." Sahut Rafa.
Alina yang tahu bagaimana sikap Rafa jika ada maunya,membuat dirinya mau tak mau harus mengikuti kemauan Rafa.
Cup
Sebuah kecupan singkat mendarat sempurna dipipi Rafa,namun sang pemilik malah menahan tengkuk Alina dan melahap habis Bibir merah muda yang menggodanya dari tadi.
Alina berusaha melepaskan pagutan Rafa ,namun sayang pria itu seolah belum puas jika hanya sebentar saja.
Setelah beberapa saat dirasa pasokan oksigen yang berkurang barulah Rafa menjauhkan wajahnya.terlihat wajah Alina memerah karena malu,bisa dibilang ia pun membalas apa yang dilakukan Rafa bahkan keduanya terlihat sudah lihai melakukannya.
"Makasih Yang," ucap Rafa mencium kening Alina lalu memeluk tubuhnya itu.
"Sudah kan,aku turun dulu ya ingat pesanku!" ucap Alina.
"Itu berlaku untukmu juga ya,jangan nakal,genit ataupun tebar pesona kesana kemari!" Rafa menimpali.
"Baik Bos." Alina menjawab seraya memberikan hormat.
"Belajar yang giat ya calon istriku," ucap Rafa.
"Kerja yang rajin Ya calon suamiku." Alina menimpali.
Setelah urusan keduanya selesai,Rafa langsung menuju kantor Roberto group. Jika ditanya Rafa orang baru kok bisa tahu letak kantor,hello ini Novel guys apa yang tidak tahu.
Bahkan jika Author tulis Sekarang Rafa dan Alina menikah pun bisa,apa sih yang tidak bisa didunia halu🤣🤣.
Alina yang melihat mobil yang ditumpangi kekasihnya sudah menjauh,langsung menuju kekelasnya.Sebab sepuluh menit lagi adalah mata pelajaran dari Dosen Mery,wanita yang secara teknis kalah telak dari Alina.
Lala yang melihat Alina mendekat hanya menggeleng kepalanya,bagaimana tidak lip gloss yang dipakai Alina belepotan tak jelas.
"Woii lain kali kalau mau hot-an itu lihat penampilan lagi apa hancur atau tidak!" sindir Lala.
Alina yang sadar dengan perkataan Lala,langsung mengecek langsung kondisi bibirnya ia pun hanya bisa tersenyum saja.
"Gila ganas juga sahabatku yang satu ini,aku pikir masih polos ternyata sudah lincah dia nya," goda Lala.
"Makanya cari pacar sana,biar tahu rasanya karena tak bisa diukir dengan kata kata yang hanya bisa dirasakan," ejek Alina.
"Ehh siapa bilang aku tidak punya pacar,asal kamu tahu ya jodohku sedang otw kesini. Hanya saja Tuhan masih menahannya karena aku masih sekolah ,belum boleh nakal sama cowok kaya kamu," Ujar Lala yang mana membuat Alina ingin tertawa ngakak.
"Iya aku tahu kok kalau jodoh kamu lagi kesini,tapi hanya satu pintaku kalau yang datang itu jelek kamu terima saja ya!" ejek Alina.
Saat Lala ingin menjawab ejekan Alina,langsung terhenti ketika melihat tatapan tajam dari seseorang yang sedang berdiri didepan pintu dengan menatap tajam kearah dirinya dan Alina.
"Huh,kita kedatangan si ulat bulu guys," ucap Lala pelan tapi masih bisa didengar oleh Alina.
"Pagi semuanya,saya hari ini lagi tidak mood dengar keributan.Jadi satupun tidak boleh ada yang bicara atau duduknya bergeser sedikitpun ,atau bisik bisik tetangga karena nanti langsung saya hukum,paham!" Entah Mery kena kerasukan apa hingga baru masuk kelas langsung marah marah tak jelas.
"Hadeuhh mulai lagi deh." Gumam Alina jengah.
"Kalau mau buang angin masa tidak boleh geser Bu?" Tanya Ahmad yang merupakan siswa tergserek dikelas itu pokoknya sebelas dua belas dengan Lala.
"Kalau mau lirik pacar saya diluar kelas masa tidak boleh Bu?" Temannya yang lain menimpali.
__ADS_1
"Kalau mau lihat sepatu masa tidak boleh Bu?" Tanya Yang lainya lagi.
"Cukup." Bentak Mery.