AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 314


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Kini Xavier dan Lala sudah berada di depan rumahnya Lala,terlihat sangat sepi tapi bisa di pastikan ada orang didalamnya.


terlihat Lala takut takut untuk masuk tapi berbeda dengan Xavier yang merasa semangat 45 untuk bertanggung jawab, karena baginya bertanggung jawab pada wanita yang sudah mengisi relung hatinya itu adalah hal yang paling penting dan utama untuk sekarang ini.


" Jadi gimana kita masuk atau tidak usah?" tanya Xavier memastikan.


" tapi kalau ditanya kita ada hubungan apa jawabnya bagaimana dong, soalnya aku sendiri saja bingung Kapan kita berhubungan Terus kapan mulai nya kapan berakhirnya Eh salah maksudnya Kapan pastinya?" tanya Lala yang memang sangat bingung dengan hubungan menggantungnya dengan Xavier tidak ada kepastian tiba-tiba menghadap orang tua artinya apa coba?


" Jadi kamu mau minta kepastian soal hubungan ini, oke baiklah aku mulai dan kamu cukup mendengarkan saja setelah itu menjawab sesuai dengan apa yang kamu pikirkan!" tegas Xavier lalu tanpa tedeng Aling dirinya berlutut tepat dihadapan Lala yang posisinya sedang membelakangi rumahnya.


" Clara MarLela Maukah kamu menjadi istriku, Ibu dari anak-anakku meskipun tanpa menjalani dulu hubungan berpacaran? karena usiaku sekarang menolak untuk melakukan pacaran karena inginnya langsung menikah, aku minta jawaban kamu sekarang karena setelah jawaban itu kamu berikan aku bakalan melamar kamu resmi depan orang tua kamu!" Xavier berkata seperti itu dan memang hal itu yang diperlukan oleh setiap Kadis yaitu sebuah kepastian bukan hanya menggantung di udara layaknya jemuran yang hanya Melambai lambai mengikuti arah angin.


" aku mesti jawab sekarang pertanyaan kamu ini, apa tidak bisa diberikan waktu buat berpikir walau sejenak?" Tanya Lala memastikan.


Ya iyalah Lala tidak mungkin menjawab hal itu secara langsung karena ini bersangkutan dengan masa depannya, kebebasannya akan terhenti ketika ia menjawab kata ya!


" kan tadi aku sudah bilang kalau kamu menjawab yang sesuai dengan keinginan ku saat ini juga aku bakalan menghadap orang tua kamu, entah respon mereka bagaimana Itu haknya mereka tapi aku sebagai seorang pria harus berjiwa pemberani!" tegas Xavier membuat Lala mengacungkan kedua jempol nya karena sangat mengakui keberanian pria itu.


" Memangnya kamu bisa berhadapan dengan ibuku yang kalau ngomong nyerocos nya minta ampun tanpa henti kayak air terjun, sedangkan Ayahku saja tidak mungkin menjawab jika Ibu kalau salah ngomong karena sungguh tidak ada Jedah nya?" tanya Lala memastikan lagi jika pria yang ada di hadapannya ini tidak sedang bermain tentang sebuah hubungan.


" menurut kamu kenapa tadi aku sengaja memberikan tumpangan ke mereka tidak ada maksud lain, aku itu sudah memperkirakan segala karena melihat sikap kamu yang seperti begini otomatis orang tua kamu juga pasti tidak beda jauh?" ujar Xavier sambil tersenyum.


" Wah kamu kalau ngomong begini di depan Ibu sudah dipaket Dalam Kardus kamu, soalnya ibunya aku itu orangnya memang cerewet tapi tersinggung nya juga cepat sekali jadi susah buat diajak kompromi!" jelas Lala yang entah mungkin ada maksud ingin membuat Xavier sedikit Waspada.


" kamu tidak lagi sedang ingin menakut-nakuti aku kan, karena sampai kalau kamu punya pemikiran seperti itu berarti Maaf anda salah besar? karena aku tidak akan pulang sebelum apa yang aku inginkan itu aku dapatkan, Lagian masa iya kalah sama bos Rafa dan Nona Alina Padahal kalau bisa dibilang umurku lebih tua dari mereka!" selalu mengacungkan kedua jempol nya karena sudah tidak ada keraguan dari setiap jawaban yang Xavier berikan barusan.


ketulusan dan juga keseriusan seorang pria di lihat dari bagaimana ia memberikan jawaban tanpa berpikir panjang, karena itu artinya selama ini ia sudah menyiapkan hal itu secara matang dan pasti tanpa tergoyah sedikitpun dengan keadaannya bakalan dihadapi.


hanya saja Lala sengaja mengulur waktu agar membuat safir kesal dan dirinya menikmati hal itu, karena ia ingin balas dendam sebab Xavier hari sudah membuat dirinya benar-benar emosi jadi tidak ada salahnya kan biar impas.

__ADS_1


karena Lala tak kunjung menjawab pertanyaannya tadi Xavier menjadi gemas sendiri, karena sesuatu yang dibuat menunggu itu rasanya sangat tidak menyenangkan sama sekali.


" jadi?" tanya Xavier sambil mengerutkan keningnya membuat Lala benar-benar harus bekerja keras untuk menahan tawanya.


" jadi apanya, tiba-tiba kok kasih pertanyaan yang tidak jelas seperti itu?" tanya Lala yang seolah Amnesia dengan kejadian yang baru berlangsung beberapa menit yang lalu.


Xavier mengacak rambutnya frustasi karena benar-benar ajaib wanita yang berada dihadapannya ini, padahal dirinya sedang dalam posisi seperti serius Lala menganggapnya seperti sedang bercanda?


" Aku lagi serius loh kenapa kamu malah bercanda, Apa tambang aku sekarang terlihat seperti orang yang sedang bercanda? " tanya Xavier dengan tatapannya yang benar-benar stres.


" Oh tadi itu ceritanya kamu lagi serius aku pikir hanya bercanda saja, ya sudah aku juga santai saja tidak terlalu yang bagaimana? tahu tahunya aku yang salah sangka sesuatu yang kupikir bercanda tau-taunya serius, jadi Menurut kamu aku harus kasih jawaban sekarang tidak ada hari esok? " Tanya Lala penasaran.


Xavier sebenarnya merasa gemas dengan wanita ini tapi Demi Cinta Hampa pun dia rela meskipun terlihat seperti pria bego tapi mau bagaimana lagi!


" ya sudah karena kamu lagi tidak ingin bercanda aku pun akan melakukan hal yang sama, Maaf tadi sedikit menggantung karena aku orangnya tidak terlalu suka yang namanya harus terlalu serius?" ujar Lala dan hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Xavier mungkin dirinya saja yang terlalu terbawa dengan sesuatu yang serius di kantor maka dunia nyata pun juga ya bawa.


" aku mau kok jadi apa yang tadi kamu minta soalnya aku lupa apa saja yang kamu minta, jadi kita berdua bakalan berusaha buat meyakinkan kedua orang tuaku kalau kita serius dalam menjalani hubungan ini!" Xavier tanpa sadar langsung memeluk erat tubuh Lala Karena bagaimanapun jawaban yang diberikan wanita itu sungguh sangat membuat dirinya begitu bahagia.


" Ya Tuhan terima kasih karena mau mengabulkan doaku, Terima kasih sayang sudah mau mengerti dengan keinginanku. aku janji tidak akan pernah menyakiti kamu sedikitpun, dan juga tidak akan membuat kamu merasa menyesal karena mau menerimaku dalam hidupku!" Xavier Berkata sambil mengecup Puncak kepalanya Lala.


" kamu bisa lepasin aku tidak, ini di depan rumahnya aku loh kalau sampai Bapak Ibu keluar gimana?" bisik Lala membuat Xavier langsung merenggangkan pelukannya dan menatap sekeliling dengan wajah memerah karena malu.


" kenapa aku terlihat seperti ABG yang sedang jatuh cinta, ih sangat memalukan Gimana kalau tadi Bos Rafa yang melihat bisa habis aku dikatain sama dia?" gumam Xavier membuat lelaki menghajar pelan lengan pria itu.


" ya makanya melakukan sesuatu harus dipikir dulu Jangan asal Hajar doang, untung juga tidak ada yang lewat di jam segini kalau tidak kita bakalan jadi pasangan terviral sejagat raya sekarang juga? syukur kalau yang nonton komennya santai saja Coba kalau yang hobinya nyinyir, bisa habis kita jadi bulan-bulanan nya mereka?" ledek Lala membuat Xavier hanya menggelengkan kepalanya akibat dari kejujuran yang diberikan oleh kekasihnya itu.


" Ya sudah ayo kita masuk kedalam Siapa tahu orang tua kamu sedang menunggu, kita rasanya seperti terdakwa ya melakukan sebuah kesalahan tapi sendiri kebingungan kesalahan itu apa?" ujar Xavier Sambil tertawa membuat Lala pun ikutan tertawa yaiyalah keduanya kelihatan aneh takut tapi bingung apa yang ditakutkan.


" Ya sudah ayo kita masuk ke dalam kayaknya kita harus mulai belajar senyum dari depan sini sampai di dalam deh, soalnya bertamu di rumah orang itu harus tersenyum biar yang pemilik rumah yang tadinya mau marah tidak jadi?" astaga apa seram itu sikapnya Mira membuat kedua manusia berbeda gender itu terlihat begitu frustasi dan seperti menyiapkan strategi.


lebay banget sih lo


Lala biasa membawa kunci serep tidak perlu mengetuk pintu langsung membuka kuncinya dan mengajak Xavier masuk, lagian terlihat berlebihan jika dirinya yang merupakan rumah tapi malam mengetuk pintu pasti bakalan aneh jadinya?


" ibu, dan bapak anakmu pulang?" teriak Lala membuat seisi rumah itu menjadi Geger untung juga lampu-lampu rumah tidak pada putus.

__ADS_1


Xavier hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd yang ditampilkan oleh Lala tanpa menjaga image dihadapannya, padahal biasanya para wanita yang tak ingin membuat pria menjadi ilfil selalu menjaga auratnya agar tidak dipandang sebagai cewek aneh.


berbeda dengan Lala tingkat kejujuran yaitu sangat diatas rata-rata jadi tidak ada Kepalsuan di dalamnya, jangan kaget setiap kali bertemu usahakan di selotip telinganya itu bagus-bagus biar tidak copot dari tempatnya.


" kamu kalau panggil orang tua yang manis dikit napa, masa iya anak gadis kok main teriak seperti itu?" bisik Xavier membuat Lala mendengus kesal ke arahnya.


" Eh asal kamu tahu saja ya menjaga image itu bukan stylenya aku, jadi besok lusa biasakan saja Mendengar hal ini keluar Saya tidak sanggup Mendingan pulang selagi belum ada hitam di atas putih dan Janur Kuning juga belum melengkung?" sungut Lala Ketus membuat Xavier serba salah padahal tadi Maksudnya baik yaitu mengajarkan dalam lebih sopan santun lagi mengingat umur sudah tidak muda lagi.


" sabar sabar ternyata menghadapi gadis yang lebih di bawah umur kesabaran itu harus utama, semoga saja stock kesabaranku selalu tetap stabil tidak habis dimakan waktu kalau tidak mah sama saja bohong?" batin Xavier sambil mengelus dadanya pelan yang tanpa sadar Jika dilihat oleh Lala.


" dada kamu kenapa kaget atau lemah, jangan memalukan tidak lucu Kalau sebentar Ibu teriak terus kamunya pingsan? " Tanya Lala sinis membuat Xavier menatap penuh tanda tanya ke arah wanitanya itu.


"kamu kenapa sih tidak pernah percaya padaku, Biar Begini tapi soal kondisi tubuh tidak perlu kamu lakukan lagi! bahkan mengajak kamu lari dari jakarta-bandung pun aku Sanggup, jadi jangan coba-coba kasih komentar yang jelas tidak ada buktinya sama sekali seperti tadi! " ledek Xavier tapi ditanggapi santai adalah Lala.


" Sesuka Mas saja deh aku mah no comment soalnya sama saja tetap hasil akhir ya aku salah lagi, ya sudah Ayo duduk nanti aku yang bakalan panggilin ibu sama bapak!" ajak Lala yang tidak sadar jika Xavier dari tadi senyum-senyum sendiri.


Xavier merasa bahagia karena ini sudah kali keduanya Lala memanggil dirinya dengan panggilan yang manis seperti begitu, kalau sudah begini mah mereka sudah terlihat sangat cocok serasi pas Selaras dan seimbang tidak bisa ditawar lagi.


" Aku suka panggilannya tetap pertahankan seperti itu ya, Kedengarannya itu sangat manis di telinga membuat aku ingin berteriak kegirangan tahu tidak? " Xavier benar-benar sangat menyukai panggilan yang diberikan Lala untuknya itu.


" Mas tolong ya jangan teriak kegirangan soalnya nanti disebut seperti tante girang lagi, Mas cukup jaga image doang biar dikira masih normal! " ledek Lala keduanya tidak ada rasa tegang sama sekali padahal sebenarnya tujuannya datang kerumah itu yaitu ingin minta izin buat kawin.


ketika keduanya sedang bercanda, terlihat Mira dan suaminya itu baru keluar dari dalam kamar. entah apa yang mereka lakukan di siang bolong begini, mungkin ada yang bisa bantu menjawab begitu?


kalau author mah yakin jika mereka berdua baru selesai melakukan senam kesegaran jasmani, buktinya itu Itu mi ra baru selesai keramas dan tanda-tanda bahwa sudah terjadi beberapa menit yang lalu itu salah karena baru terjadi beberapa detik ini senam kesegaran jasmani nya.


" kalian sudah lama menunggunya, kenapa tidak panggil Ibu sama Bapak biar kamu bisa datang melihat kalian secepatnya? " tanya Eko memastikan membuat Mira menatap kesal kearah suaminya itu.


" menurut Bapak mereka itu baru sampai kata Sudah dari tadi, Sejak kapan ini anak gadis sebiji Sebuah doang ini jadi wanita penurut? kebiasaannya itu selalu membuat emosi orang tua itu meledak meledak kapan saja terus ingin membuat ibu itu mati berdiri karena menahan emosi, jadi dia mana peduli Mau datang cepat atau tidak?" sungut Mira membuat Lala hanya bisa menghela nafasnya kasar ternyata butuh kesabaran menghadapi orang tua yang agresif seperti ibunya itu.


" Astaga Ibu anaknya itu baru datang lho, kok bisa-bisanya langsung dimarahi padahal setidaknya ditawarin minum dulu atau bagaimana Eh ini tidak sama sekali." Lala benar-benar menahan kekesalannya karena mulut ibunya itu yang tidak pernah difilter ketika hendak berbicara apalagi untuk memarahi orang itu adalah kelebihan yang paling utama.


" Kamu mau minum Terus menurut kamu siapa yang bakalan melayani kamu, gunanya kamu itu anak gadis sebagai apa kalau harus orang tua lagi melayani kamu? " tanya Mira sambil tersenyum mengejek membuat Lala benar-benar harus butuh kesabaran ekstra agar tidak terjadi perang dunia kalau tidak mah tujuan dirinya dan Xavier bakalan gagal total.


Aku hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang benar istrinya itu tidak pernah bisa untuk berpikiran positif selalu bawanya cari masalah.

__ADS_1


__ADS_2