
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Rafa tersenyum kikuk di hadapannya Alex,karena perkataan Alina tadi membuat Ayah nya itu menatap tajam kearah nya.
" Yah aku tuh nggak jahil kok sama adek ,dia nya saja yang kelebihan lebay". Ucap Rafa membela dirinya.
" Ehh abang sembarangan kalau ngomong ,orang abang memang suka gangguin adek kok.Daddy nanti kalau abang nakal Daddy belain adek ya,bila perlu marahin abang sekalian". Bujuk Selina
" Ihh keenakan saja kamu kalau ngomong ,main suruh abang di pukulin lagi.Kalau kamu nanti nggak punya abang tampan lagi mau"? Tanya Rafa.
" Mau dong,kan nanti tinggal suruh Ayah sama Bunda dan Daddy beli adek baru buat aku ". Sahut Alina malas tahu.
" Astaga anak ku memangnya kebangetan, masa mau bikin anak, kolaborasi nya harus bareng Rivan.Nanti anak ku bakal jadi nano nano, rasa Alex dan Rivan". Gumam Alex dalam hati.
" Lho kok beli adek nya harus sama Daddy lagi"? Tanya Rivan seolah olah ingin menggoda Alex yang sedang kesal.
__ADS_1
" Iya dong biar mukanya kaya Daddy sama Bunda,jadinya terlihat keren". ucap Alina polos.
" kok Ayahnya nggak kebagian muka nya biar sedikit saja"? Tanya Rivan lagi.
" Tidak mau mukanya Ayah biar untuk Abang saja,tampang nya menyebalkan sama persis". Ketus Alina tanpa dosa.
" Busyet dah punya anak sebiji sebuah ,tapi mulut jujur nya sungguh menyakitkan ". Gumam Alex.
"Haha anak kamu bakal jadi pendukung setia ku nih,jadi kamu jangan macam macam ya dengan ku". Ancam Rivan sambil tersenyum mengejek.
" Eh mana bisa begitu ,apa kamu lupa itu santan kental punya siapa hah.Enak saja kalau bicara,noh cari wanita yang bisa kamu ajak bercocok tanam jagung".Ucap Alex kesal.
Selina yang mendengar perkataan Alex ,langsung menutup mulut pria itu yang berbicara tanpa di sensor dulu padahal masih ada anak anak.
" Bisa tidak ngomong sesuatu di pikir dulu,lihat tuh anak anak pada heran mendengar perkataan bapak nya yang terlalu jujur". Kesal Selina.
" Maaf ya Sayang ,jangan marah lagi ya..Iya aky mengaku salah,janji deh aku nggak akan ulangi lagi". Ucap Alex memelas.
" Bunda kita pulang yuk". Ajak Alina yang sudah mulai merasakan bosan karena sedari tadi hanya berada di tempat tersebut.
" Ana sudah bosan di sini ya"?.Tanya Selina
" Ho oo Bunda ". Sahut Alina.
" Ya sudah kamu tunggu sini ya,Bunda bilang ke orang dapur supaya bereskan semuanya dulu". Ujar Selina lalu pergi ke dapur untuk menyuruh pegawainya membereskan ruangannya.
Setelah itu ia kembali ke ruangannya ,untuk mengajak anak anaknya pulang.
__ADS_1
" Ayo anak anak kita pulang ,Kalian menginap di hotel kan"? Tanya Selina kepada para pria itu.
" Yap benar sekali ". Sahut Rivan dan Ben kompak,namun berbeda dengan Alex ia menatap sendu kearah istrinya itu.
Alex merasa sedikit kecewa karena Selina selalu saja melupakannya ,ia bahkan sudah tak tahu harus berbuat apa apa lagi.
"Kenapa selalu begitu, apa aku memang selama ini tak ada dalam pikiran mu sedikitpun ". Lirih Alex dalam hati.
Selina yang mengerti akan tatapan Alex berusaha mengontrol emosinya. Ia sebenar belum siap untuk harus bersama Alex sekarang ,apalagi keduanya hidup bersama sebagai suami istri kurang dari 24 jam saja.
" Boleh aku ikut kalian"? Tanya Alex pelan ,ia siap menerima segala penolakan nantinya.
" Lho ya Ayah memang harus ikut dong ,masa kami harus pulang sendirian ". Rafa kali ini yang menjawab ,karena memang ia dan Alina tak tahu menahu soal masalah kedua orangtua mereka.
" Iya benar Ayah juga kan harus ikut,apalagi Daddy harus juga mau ikut kamu ,Iya kan Bunda"? Tanya Alina memastikan.
" Edodoee anak ini tra mengerti dengan orang tua pu kemauan sampe"..
( Maaf sekali kali author pake bahasa merauke, maklumlah lidah tak bisa berbohong..apalagi otak 😂😂😂😂😂)
" Hemm baiklah ayo semuanya ikut saja sekalian". Ujar Selina pasrah karena tak ingin berdebat.
" Terimakasih tapi aku ada urusan sebentar di luar,jadi aku bakal menginap di hotel saja deh". Tolak Rivan karena merasa tak enak hati kepada keluarga kecil yang baru bertemu itu.
" Iya sama Tuan,aku juga mau jalan jalan mau cuci mata untuk melihat mevrouw yang cantik cantik ". Ben menimpali.
" memang benar rejeki anak soleh tak bisa lari , akhirnya bisa juga berdekatan dengan istriku tanpa ada gangguan sedikitpun ". Teriak Alex senang tapi dalam hati oo.
__ADS_1