AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 127


__ADS_3

GUYS AYOLAH JARI JEMPOLNYA TUH DIPENCET DIKIT NAMA LIKE NYA..


MASA PEMBACA SEBANYAK ITU TAPI YANG LIKE HANYA ORANG YANG SAMA..


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT****


Skip saja ya.....


"Selamat nyonya dari hasil pemeriksaan Lab,kondisi ginjal anda 99% cocok dan nyonya bisa melakukan operasi untuk mendonorkan ginjal anda," ujar Dokter Alfa.


Dan disinilah Selina sekarang diruang operasi bersama dengan Alex disampingnya,tapi sayang suaminya itu tak sadarkan diri dari semalam.


Selina menggenggam tangan Alex sambil menciumnya sesekali,tak banyak yang diharapkan dirinya hanyalah kesembuhan suaminya itu.


"Cepatlah sadar dan semoga segera sembuh agar kita bisa berkumpul lagi,maafkan aku jika melakukan semua ini tanpa izin darimu," lirih Selina sambil menitikkan air matanya.


Selina kini antara sadar dan tidak karena pengaruh obat bius hanya satu harapannya yaitu saat membuka matanya kembali segala sesuatu berhasil sesuai harapan.


Dokter Alfa dan tim dokter yang lainya berusaha melakukan yang terbaik demi keselamatan nyonya mereka dan kesembuhan tuannya itu.


Setelah segala macam proses yang dijalani semuanya akhirnya tersenyum lega karena operasi berjalan lancar tinggal menunggu kedua suami istri itu sadar.


"Syukurlah operasinya berjalan lancar semoga keduanya bisa cepat sadar dan mengetahui kondisi mereka," gumam Dokter Alfa.

__ADS_1


Leonard,Ben dan Rafa serta Alina telah sampai dirumah sakit,namun mereka semua dibuat terkejut ketika tak melihat keberadaan menantu dan anaknya disitu.


Namun Leonard mencoba bersikap tenang dan tak ingin menyimpulkan sesuatu tanpa mengetahui kebenarannya dahulu.Berbeda dengan Alina yang panik karena tak melihat keberadaan orang tuanya.


"Hiks hiks Kakek dimana Ayah dengan Bunda?" Tanya Alina sambil menangis.


"Tenanglah nona,tuan dan nyonya mungkin sedang berada diruangan lain," bujuk Ben terhadap Alina.


"Uncle saja pasti bingung tak melihat mereka malah sok membujukku." kesal Alina kepada Ben dan membuat pria tersebut tak berkutik dibuatnya.


"perpaduan antara Arogan dan judes memang sangat sempurna sampai aku saja tak berkutik dibuatnya," gumam Ben dalam hati.


"Adek sudahlah jangan seperti itu,Uncle Ben juga mana tahu dimana Ayah dan Bunda.Uncle bisa bantuin cari mereka ,sebelum sicerewet kecil ini ngamuk," pinta Rafa.


"Iya Benar Ben,kamu cari mereka sekarang ada dimana!" perintah Leonard.


Kebetulan saat Ben keluar dati ruangan itu,dokter Alfa melihatnya dan langsung memanggil dirinya.


"Permisi Tuan Ben," panggil dokter Alfa.


"Oh iya dokter kebetulan aku sedang mencari tuan dan nyonya karena tidak berada didalam ruangannya.Kira kira tuan dipindahkan dimana ya,karena semuanya cemas tak menemukan keduanya?" Tanya Ben.


"Mari ikut saya tapi sebelumnya kita menemui tuan besar dulu untuk mengatakan yang terjadi semalam,agar kalian semua tak bingung," ajak Alfa lalu berjalan menuju ruangan tempat Alex dirawat dan diikuti Ben dari belakangnya.


Sesampainya didalam ruangan itu terlihat Alina sedang menangis karena tak kunjung mengetahui keberadaan orang tuanya.


Saat melihat dokter Alfa masuk Alina langsung turun dari pangkuan kakeknya dan menarik baju Alfa.


"Uncle dokter dimana Ayah dan Bundaku,disembunyikan dimana mereka cepat katakan aku ingin bertemu," pinta Alina dengan suara memelas.

__ADS_1


"Astaga nona kecil teganya mengatakan hal sesadis itu mana ada dokter yang tega menyembunyikan pasiennya," gumam Alfa yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Alina.


"Ayo ikut uncle dokter keruangan mereka ," ajak Alfa.


"Memangnya kenapa dengan Alex sampai harus dipikirkan dari ruangannya ini,apa semalam dia drop lagi atau bagaimana?" Tanya Leonard.


Mendengar pertanyaan dari Leonard,Alfa hanya membalas dengan senyuman .


"Iya benar semalam tuan drop lagi,tapi bersyukur karena keajaiban datang diwaktu yang tepat.Emm Adek bisa tolong bawakan nona kecil ini keluar,karena ada yang harus om dokter bicarakan dengan kakek kalian," pinta Alfa sambil tersenyum.


Rafa menganggukkan kepalanya dan langsung menuntun Alina keluar dari ruangan tersebut agar dokter Alfa lebih leluasa berbicara.


"Jadi bagaimana kondisinya kini?" Tanya Leonard penasaran.


"Tuan semalam memang sempat drop tapi bersyukurlah karena pendonor ginjalnya datang diwaktu yang tepat." Sahut Alfa sambil tersenyum lega.


Leonard langsung mengusap wajahnya kasar karena akhirnya penantian mereka terkabulkan juga.Tapi yang ia bingung kenapa dirinya dan Ben tidak tahu menahu soal ini semua.


"Tapi perasaan semalam saat meninggalkan tempat ini masih belum ada yang mau mendonorkannya.Kok bisa tiba tiba ada yang datang malam malam untuk berbuat kebaikan seperti ini?" Tanya Leonard bingung.


"Jika saya mengatakan tolong tuan rahasiakan semuanya dari Tuan Alex dan lainya ya!" pinta Alfa.


"Maksudnya?" Tanya Leonard sambil mengerurkan keningnya.


"Nyonya Selina yang sudah mendonorkan ginjalnya untuk tuan." Sahut Alfa singkat padat dan jelas ditelinganya Leonard.


***penasaran kan reaksi Alex saat sadar nanti,,tetap tungguin author saja ya Sayongku..


jari jempolnya untuk like jugA ya🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2