
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Rivan yang sudah meracau,tak jelas langsung di bawa Vano ke salah satu ruangan yang berada di tempat tersebut.
"Nih orang sudah tau nggak bisa minum banyak ,malah paksa diri. Untung juga saudara ,kalau tidak sudah ku seret keluar dari sini".Gerutu Vano
Sementara itu Rivan masih terus memanggil nama Selina ,hingga membuat Vano jengah.
"Lina Sayang kamu dimana ,ku mohon kembali lah. Aku nggak sanggup pisah dari kamu. " Racau Rivan tak jelas.
"Huft gini amat ya,kalau cowok patah hati, Minum mabuk yang nggak jelas.Kalau cewek mah,kerjaan nya nangis doang bahkan bisa menghabiskan ratusan pack tisu". Gumam Vano.
Ia pun langsung menidurkan Rivan di kamar yang biasa ia pakai, jika sedang tak ingin pulang. Setelah itu langsung pergi dari situ,karena tak ingin mendengar orang yang lagi patah hati.
Sedangkan Rivan yang sudah terlelap ,namun masih saja membayangkan wajah Selina.
__ADS_1
Inilah Visual Pemeran Aku wanita terhebat
(Visual nya Alex Roberto)
(visual nya RIVAN ORLANDO)
(Visual nya Devan Raharja)
Dan Inilah wanita keturunan indo korea yang jadi rebutan Babang tamvan.
Selina yang tak bisa tidur, memilih untuk bangun dari ranjang. Lalu memilih berdiri di balkon kamarnya, dan menatap keindahan Malam di kota Milan.
Hatinya masih gelisah, entah kenapa saat ini hanya ada Rivan di dalam pikiran nya.
"Ya Tuhan ku mohon jagalah dirinya, jangan biarkan hal buruk terjadi kepada nya nanti. Karena hanya dirinya lah aku merasa nyaman, dan yang selalu mengerti keadaan ku". Lirih Selina.
Rivan yang selalu baik, dan mengajak nya bercanda serta melindungi nya yang membuat Selina merasa nyaman .Tapi Selina yang sudah di ajarkan Bundanya menjadi wanita kuat dan hebat sehinga dirinya tak ingin menyusahkan orang di sekitarnya.
" Maafkan aku jika pergi tanpa bilang ke kamu, dan maafkan aku jika membuat mu jadi khawatir ". Sambung nya lagi.
__ADS_1
Setelah merasa mengantuk, ia memilih kembali tidur.
Skip keesokan harinya ***
Selina yang hari ini adalah pertamanya ,masuk kerja.Memutuskan untuk pagi-pagi sekali datang ke kantor.Karena takut terlambat dan juga alasan lain adalah untuk menghindari Devan.
Ia takut akan menjadi bahan gunjingan dikantor,jika sampai hari pertamanya bekerja di antara bos sendiri.Biarlah Devan marah,ataupun kecewa tapi selina ingin hidup tenang.
Ia juga tak ingin bergaul dengan orang kaya,yang selalu berbuat sesuka hatinya.Karena hal tersebut membuatnya mengingat seseorang,yang sampai kini masih berstatus suami sahnya.
"Kamu bisa Selina Beatrix,kamu wanita hebat kamu wanita kuat.Tunjukan pada dunia jika kamu bisa bangkit dari keterpurukan.Dan ingat tutup hatimu rapat karena semua pria sama saja habis manis pahit dibuang".Gumam Selina.
Setelah memoles make up tipis,dan berpakaian kantoran.Ia memutuskan untuk pergi dan menunggu taksi,yang akan mengantarnya ke kantor.
Tapi hal yang ingin ia hindari,justru kini berada di hadapannya.Hal yang tak ingin di lihatnya pagi ini,justru tengah tersenyum kepadanya.
Huft
dengan menghela nafasnya kasar,selina memutuskan untuk mendekat.Dengan tersenyum canggung,ia pun mau tak mau harus menyapa.
"Pagi pak".Sapa Selina yang mencoba berbicara formal kepada Devan.
Yap,orang yang kini berada di hadapan selina,adalah Devan bos di hadapan Selina,adalah Devan bos di kantornya.Padahal ini masih pagi sekali,apalagi untuk seorang pemilik perusahan.
Yang biasanya akan datang,sesuka hatinya.Karena tak kan ada yang marah, ataupun menegur nya.
Devan memang sengaja datang pagi, karena ia ingin pergi kantor bareng Selina. Ia yang akan menunggu Selina, karena jika mengharapkan Selina menunggunya itu sangat mustahil dan tak kan pernah terjadi.
__ADS_1