
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Rafa menatap heran kearah Alina yang pergi kedalam rumah tanpa menoleh kearahnya,ia kesal pada sang Ayah yang dengan tega mengajak dirinya berdebat tadi.
"Itu semua gara gara Ayah,masa tega sekali mengajak aku berdebat.Tuh lihat Alina jadi marah kan,awas saja kalau aku di anggurin lagi!" Omel Rafa.
" Iya tenang saja,nanti kalau Adek marahnya tidak jelas nanti Ayah bakal tambah bumbu biar dia tambah marah." Ejek Alex sambil tersenyum mengejek.
"Astaga Ayah mah tega,masa sama anak sendiri selalu di provokasi sungguh terlalu!" Kesal Rafa.
Sedangkan Alina sudah berada dalam kamar,ia ingin mandi tapi belum juga masuk ponselnya sudah berdering.
"Astaga siapa lagi sih pengganggu kelas kakap kali ini?" Omel Alina.
Setelah di cek ponselnya,ternyata panggilan dari si cempreng Lala.
"Hemm kenapa?" Tanya Alina Ketus.
"Kamu mah tega,tau tidak hari ini aku sialan terus sepanjang hari sudah di tinggal pergi eh ketemu bocah lagi usaha gede.Sudah begitu dia buat aku kaya orang bego lagi,pokoknya aku sedang emosi sekarang?" Teriak Lala mengeluarkan semua uneg unegnya.
"Sudah?" Tanya Alina memastikan.
"Ya sudah hanya itu saja,tapi kamu kok tega sih masa hanya tanya begitu saja?" Sungut Lala kesal.
"Ya iyalah masa aku harus seperti reporter begitu?" Sindir Alina.
"Setidaknya kasih pertanyaan yang bikin hati lega begitu,atau hatiku lebih senang biar ada kupu kupu yang terbang melayang begitu!" Ujar Lala ketus.
"Hadeuh lebay boleh tapi jangan berlebihan,nanti kesannya kaya Tante Girang begitu!" Ejek Alina.
"Ana,kamu kok tega sih ucapkan kata kata itu lagi padahal aku berusaha melupakan kata tante girang!" Sungut Lala kesal.
__ADS_1
Alina hanya tertawa mendengar omelan dari Lala tadi,ia merasa lucu jika Lala kalau sedang marah pasti wajahnya cemberut minta ampun.
"La,kamu sekarang posisi dimana?Coba tolong lihat cermin dan sadar,betapa jeleknya mahkluk ciptaan Tuhan itu!" Ejek Alina lalu segera mematikan panggilan itu.
"Ihhh Ana mah jahat,masa tega sekali marah marah dan katakan aku jelek padahal cantiknya paripurna begini juga moh!" Gerutu Lala kesal.
Alina melanjutkan mandi yang sempat tertunda tadi,ia harus segera masuk kedalam kamar mandi karena pasti sedikit lagi gangguan itu bakal datang lagi.
Tok tok tok
Nah itu betul kan apa yang author bilang tadi,semoga saja hanya katak yang numpang lewat saja.
"Sayang,ini aku bukain pintu dong!" Teriak Rafa dari depan.
Tapi tidak ada tanggapan sama sekali,membuat Rafa menjadi kesal sendiri.
"Sayang,ayolah aku mau masuk nih!" Pinta Rafa sambil menggedor pintu.
Tapi Sayang,tidak ada respon sama sekali membuat pria itu frustasi jadinya.
"Kamu kenapa lagi sih Nak?" Tanya Selina penasaran.
"Mandi kali!" Ujar Selina.
"Masa tidak dengar panggilan dariku sih,padahal aku sudah beberapa menit berdiri disini!" Sungut Rafa lagi.
"Hadeuh bisa sabar tidak hah,masa baru segitu saja lebay nya minta ampun gimana ceritanya kalau sudah bertahun tahun?" Ejek Selina.
"Ya kalau bertahun tahun aku bakal ikutan gantung diri!" Ujar Rafa dingin.
"Dasar aneh,sudah sana kamu juga mandi,jangan gangguin dia terus Kapan bisa bebasnya!" Usir Selina sambil mendorong tubuh Rafa agar Menjauh.
Pasrah hanya itu yang bisa di lakukan oleh Rafa,karena kalau tidak mah bisa di pastikan akan kena amukan dari Selina lagi.
Selina hanya geleng geleng kepala melihat tingkah putranya itu,ketika ia hendak kekamar terlihat Alex sedang memasang wajah garang nya.
"Kamu kenapa?" Tanya Selina heran.
"Kenapa sih selalu dekat dengan pria lain,aku kan sebagai suami jadi cemburu?" Sungut Alex.
"Kamu cemburu sama anak kamu sendiri?" Tanya Selina tak percaya.
__ADS_1
"Siapapun itu aku harus cemburu kalau menyangkut pria,jadi mulai sekarang harus jaga jarak dengan ciptaan Tuhan yang satu itu."Tegas Alex tak ingin dibantah.
"Ya ya terserah kamu saja,mungkin mulai sekarang kamu bisa bikin pagar rumah setinggi sepuluh meter biar aku tidak bisa nakal diluar!" Sindir Selina kesal.
"Itu bisa di coba sarannya,karena sepertinya sangat harus diterapkan." Ujar Alex santai membuat Selina hanya bisa mengelus dadanya.
"Sabar Lina,anggap saja Suami kamu ciptaan Tuhan terlangka jadi wajib di lestari kan!" Batin Selina.
"Iya baiklah aku mulai sekarang bakal tenang dalam rumah ,mungkin melihat matahari pun tidak boleh!" Ujar Selina lalu masuk kedalam kamar mereka.
Sudah cukup berdebat,karena hanya membuat darah tinggi nya pada kumat. Lebih baik diam jika itu aman,lebih baik pergi jika itu membuat dirimu tidak kepala sakit.
"Yang,Jangan tinggalin aku sendiri!" Teriak Alex sambil mengekor istrinya itu.
"Ih lebay deh,yang tinggalin kamu itu siapa orang aku mau kekamar juga moh!" Kesal Selina.
"Tapi setidaknya tungguin aku lah,biar kita sedikit romantis begitu?" Pinta Alex.
"Maaf tapi umur kita melarang hal itu!" Ejek Selina membuat Alex sudah tak tahu harus berkata apa lagi.
Keduanya berjalan masuk kedalam kamar,tanpa memikirkan perasaan pria yang sudah mapan tapi masih terjebak dengan masa lalu.
"Kenapa melupakan kamu itu susah nya minta ampun,kalau begini terus apa iya aku harus benar benar mengambil kamu dari dia?" Batin Rivan sambil menatap kearah luar melihat hiruk pikuk nya keadaan kota menjelang malam.
Semua perbuatan Rivan itu di lihat oleh Vigo,yang dari tadi berusaha membawanya pulang tapi di cegah oleh Rivan.
"Tuan anda baik baik saja kan?" Tanya Vigo penasaran.
"Hemm,menurut kamu bagimana?" Tanya Rivan balik.
"Maafkan jika saya lancang,tapi bukan kah kita sebagai manusia tidak harus kan berpatok pada masa lalu.Melangkah maju adalah sebuah keharusan,karena yang di belakang adalah masa lalu!" Ujar Vigo takut takut jika nanti Rivan bakal ngamuk.
"Jadi kamu hari ini mau nasehat saya begitu?"Tanya Rivan sambil menatap tajam kearah Vigo.
"Nah tuh kan salah lagi?" Batin Vigo tak berani menatap balik kearah Rivan.
"Kamu pikir saya mau begitu,saya juga mau menikah punya anak dan menikmati hari Tua.Tapi hati ini seolah menolak jika bukan dia,hati ini masih belum bisa berpindah membuat saya masih saja diam di tempat!" Jelas Rivan lirih.
"Bukan kah ada wanita lain seperti Nyonya!" Vigo memberikan jalan.
"Tidak ada kare na dia itu istimewa dan tidak ada tandingannya!" Ujar Rivan semangat jika menyangkut Selina.
__ADS_1