
VOTE VOTE VOTE NYA TERSEYENG
TERIMAKASIH!!!!!
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
" Kapan berangkatnya "? Hanya pertanyaannya itu yang lolos dari bibir Devan.
"mm sore ini Tuan ". Sahut Selina
" Sudah pesan tiketnya "? Tanya Devan lagi
" Nanti berangkat nya ,pake jet pribadinya Mas Rivan ". Ucap Selina lagi
" Kalau sudah berangkat kabarin aku ,supaya aku juga akan mengantarkan kamu di bandara.jangan lupa pakai jaket tebal ,minyak angin ,sama cemilan agar kamu tidak kenapa napa". Ujar Devan memperingati Selina.
" Ya ampun Tuan ,anda seperti ini sudah seperti seorang emak emak tau nggak ". Goda Selina
" Hemm terserah kamu saja,tapi sebentar kalau ketemu di bandara jangan coba coba panggil saya Tuan lagi.Karena kamu bukan pegawai saya lagi,tapi kalau kamu memaksa dengan panggilan itu. saya akan menyeret kamu kembali ke kantor ,agar tetap bisa memanggil saya Tuan ".Ancam Devan
" Haha baiklah nanti saat bertemu ,sudah kusiapkan panggilan spesial semoga saja suka ya". Sahut Selina
"So pasti ,aku penasaran "? Ucap Devan
"Ya sudah Aku sama Mas Rivan pergi ke hotel dulu ya,bye ku tunggu di bandara ". Pamit Selina langsung mematikan panggilan.
Devan mengacak rambutnya frustasi ,bagaimana tidak ia mendengar sendiri kalau Rivan mengajak Selina ke hotel.Ia kesal karena selalu kalah start dari Rivan,padahal sebulan ini dirinya selalu bersama dengan Selina.
" Dasar gila tuh orang ,masa main sosor melulu ,ah masa seorang Devan Raharja selalu kalah sih".Umpat Devan kesal.
Namun mau bagaimana lagi,Selina merasa lebih nyaman berada di dekat Rivan.Jadi hujun guntur kilat badai apapun ,tetaplah Selina di sampingnya Rivan.
Sedangkan Rivan sebenarnya kesal,karena Devan sepertinya menaruh perasaan pada Selina.Makanya ia sampai meminta agar merubah panggilannya ,tapi apa hak dirinya.
__ADS_1
Namun dalam hati kecilnya,ia sangat bersyukur.karena meskipun bukan siapa siapa,tapi Selina masih mau mendengarkan dirinya.
Kini Rivan dan Selina sudah berada di hotel tempat Rivan menginap. Rencananya setelah selesai membereskan barang barangnya Rivan,keduanya langsung menuju Bandara.
Tapi entah mengapa perasaan Selina menjadi sedikit gelisah,entah apa yang akan terjadi kepada dirinya.
" Ya Tuhan sebenarnya apa yang terjadi padaku ,kenapa perasaan ku jadi tak enak ya.Semoga saja hanya perasaan ku saja,dan tak akan yang terjadi ". Gumam Selina
Rivan yang sudah selesai berberes dan juga membersihkan dirinya. mendekati Selina dan ia pun kebingungan ,karena Selina seperti sedang mencemaskan sesuatu.
" Lina kamu kenapa hem,,seperti tengah memikirkan sesuatu.? Tanya Rivan cemas
" Aku juga bingung Mas,kenapa ya tiba tiba kok jadi gelisah begini. Padahal tadi kan baik baik saja,sebenarnya apa yang akan terjadi nanti"? Sahut Selina bingung.
" Kamu rileks dulu ya,jangan pikirkan hal yang tak kan terjadi.Karena bisa buat kamu semakin cemas,dan ingat sekarang kamu tidak sendiri lagi ada kehidupan lain sekarang ". Rivan mencoba mengingatkan agar Selina lebih santai.
" Iya Mas kamu benar,huft mungkin perasaan ku saja.Semoga tak ada lagi hambatan kedepannya ,aku bosan hidup tak tenang begini". Lirih Selina
Rivan yang melihat Selina sudah mulai tenang ,mengajaknya untuk keluar dari hotel dan segera menuju ke Bandara. Tanpa mereka sadari jika sesuatu yang besar,tengah menunggu keduanya di Bandara.
Setelah meninggalkan hotel,Mobil Rivan menuju ke Bandara .karena jarak yang tak terlalu jauh ,tak lama mereka pun sampai. Di sana terlihat Devan sedang berbincang dengan seseorang ,tapi memunggungi mereka.
Karena Rivan sangat kenal dengan punggung pria ,yang sedang berdiri bersama Devan. Ia tak ingin Selina syok,apalagi ketakutan.
" Jangan khawatir ada aku disini ,tak kan ku biarkan seorang pun menyentuh mu". Bisik Rivan.
Selina tak menanggapi hanya membalas dengan senyuman ,karena sepertinya Rivan menyadari kegelisahan nya.
Devan yang tengah asyik berbincang dengan Rekan bisnisnya,dari indonesia langsung tersenyum kearah Selina ketika menyadari kehadirannya.
" Selina sini sebentar ".Panggil Devan
"Iya bang".Sahut Selina
Degg
pria yang sedari tadi berbincang dengan Devan ,langsung terdiam. Ia sangat kenal dengan suara wanita yang di belakangnya ,suara yang di rindukan selama sebulan ini.
" Apa itu Selina ,kenapa suaranya mirip sekali dengannya "? Gumam pria itu.
__ADS_1
Devan tak menyadari perubahan wajah pria ,yang berada di hadapannya itu.Ia hanya fokus pada panggilan Selina padanya,padahal sedari tadi ia penasaran dengan panggilan baru Selina untuknya. Dan ternyata.....Abang ...
"Ya Ampun sudah ku bela belain senyum dari tadi ,cuma hanya di panggil Abang..nggak Ada romantis sama sekali ,coba panggil Amor,Sayang ,Honey,Hubby atau apalah. Nah ini kedengarannya ,bikin sakit telinga saja". Kesal Devan dalam hati.
" Terima saja dari pada di panggil elo gue,kan lebih parah ".Bisik Rivan lagi
Saat makin mendekat orang yang tadi mengobrol ,langsung berbalik dan netranya menatap wanita cantik di hadapannya kini.Wanita yang berhasil mengobrak abrik pertahanan dirinya ,meskipun sebisa mungkin di tepisnya .
" Selina,,Gumam nya
" Alex.,,, Gumam Selina
Sumpah demi apa Selina ingin berlari sekarang juga,entah kemana yang penting menjauh dahulu. Ia tak siap mendengar dan melihat serta merespon ,karena baginya ini adalah kejutan yang sangat tak diinginkan nya.
" Alex,,Rivan pun sama terkejut nya,ia tak menyatakan jika akan secepat ini bertemu Mantan sahabatnya itu.
Alex yang melihat Rivan seketika emosinya langsung tersulut ,ia berpikiran jika selama ini Rivan lah orang yang selama ini menyembunyikan Selina.
Dengan wajah yang emosi,serta tatapan mata yang nyalang Alex mendekati Rivan dan melayangkan satu bogem mentah kearah nya.
" Dasar brengsek ternyata selama ini kalian menipu ku,tak kusangka kau sampai melakukan sesuatu yang menjijikkan seperti ini". Ucap Alex
Rivan yang tak terima di pukul Alex ,membalas dengan melayangkan satu pukulan tepat mengenai pelipis Alex.
" Jangan pernah kau mengatakan ki sesuatu yang tak pernah kau lakukan. Jangan coba juga kau berani menghina Selina,mempunyai suami seperti mu adalah malapetaka untuknya ". Teriak Rivan tak mau kalah.
Selina yang belum paham dan ketakutan hanya berdiri mematung ,ia sangat Syok melihat pemandangan dihadapanya kini.Ia ingin menjauh dari semua dan tak ingin ,melihat siapapun lagi.
Pandangan mata wanita tersebut tertuju ,pada Devan ia ingin meminta penjelasan tapi kakinya tak sanggup melangkah.
Devan yang mengerti perasaan Selina kini,mendekatinya dan mencoba membantunya berjalan menuju ke tempat duduk.
Alex melihat hal tersebut langsung tersulut emosi,ia tak terima jika ada yang berani menyentuh istrinya. Ia hendak melarang namun hanya kata hinaan yang mampu diucapkan..
" Jangan Sentuh jalang itu ,karena dirinya wanita hina yang mau melakukan apa saja demi uang.Jangan mudah kalian di bodohi olehnya ,kalian lupa kalau aku salah satu korban disini". Ujar Alex sambil tersenyum Devil.
Alex sebenarnya merasakan sakit juga,ketika kata kata itu terlontar. Namun karena egonya terlalu tinggi jadi ,ia tak pernah memikirkan perasaan Selina.
Rivan yang tak terima ,karena Alex menghina Selina ingin kembali melayangkan pukulan .Tapi langsung di cegah Asisten Alex yaitu Ben,ia juga memang tak membenarkan perkataan Tuannya.Tapi ia juga tak setuju ,tindakan mereka yang berkelahi di tempat umum.
__ADS_1