
HAII AKU BALIK LAGI NIH..
JANGAN LUPA YA LIKE N VOTE NYA...
LANJUT
" Permisi bu indah, apa saya mengganggu waktu nya"? Tanya Rivan berbasa basi.
" Oh pak Rivan, tidak apa apa.Silahkan duduk andaau minum apa"..Tanya Bu indah balik
" Tidak usah repot, saya kesini ingin meminta ijin pada ibu". Balas Rivan
" Minta ijin apa ya pak"? Bu indah heran
" mmm, saya ada urusan dengan Selina diluar, jadi saya datang untuk minta ijin keluar atas nama Selina"..Sahut Rivan
" Iya tapi ...
" Kalau urusan Alex, tadi saya sudah meminta ijin ke dia.Kalo ibu tak percaya, silahkan hubungi Alex"..Ucap Rivan
" Itu tak perlu, saya percaya sama bapak, ok kalau begitu saya ijin kan.Mari saya antar untuk bertemu dengan Selina"..Ajak bu Indah.
__ADS_1
Dengan senyum mengembang, Rivan mengikuti langkah kaki wanita tersebut.
" Selina kamu kesini sebentar"..Panggil nya ke Selina
Selina pun pergi menemui Bu Indah.
" Iya bu, ada apa ya kalo boleh tau"? Tanya Selina gugup.Ia takut jangan Sampai ia telah melakukan kesalahan .
" Kamu hari ini pulang lebih awal, karena kamu bakalan temani pak Rivan keluar". Ucap Bu Indah
"Maksud ibu saya di ijinkan pulang bersama pak Rivan"..Tanya selina bingung.
" Makasih bu". Ujar Rivan
" Iya sama sama pak, kalau begitu saya permisi dulu". Jawab Bu indah.
Sedangkan Selina masih berdiri terpaku, ia tak tahu harus berbuat apa.Bos nya kan Alex bukan Rivan, ia takut kalau keluar masih jam kerja ia bakalan dipecat.
Rivan yang mengerti kegundahan hati Selina, mendekatinya dan menepuk bahunya.
" Kamu tenang saja, bukanya kalau bu Indah sudah mengijin kan itu artinya Alex juga sudah mengijinkan".Ujar Rivan
__ADS_1
" Eh iya ya pak, ok bapak tunggu sini.Aku ambil tas dulu ya"..Sahut Selina
Ia pun menuju meja nya mengambil tas den hendak pergi namun di tahan Dinda.
" Emang Pak Rivan mau ajakin kamu kemana sih? Awas ya setelah ini kamu tak mau cerita, aku bakalan teror kamu terus". Ancam Dinda menatap sinis ke arah Sahabat nya itu.
" Iya iya bawel banget sih kamu, semuanya aku lebih dulu ya"..Pamit Selina
" Iya sel, hati hati ya"..Jawab teman teman nya kompak.
Karyawan yang di bagian pemasaran terkenal kompak, dan tak pernah merasa iri satu dengan yang lain.Karena menurut mereka semua bekerja di sini untuk mencari nafkah.
" Udah selesai, ayo kita jalan"..Ajak Rivan dan menarik tangan Selina.Selina.sebenar nya risih karena tangan nya di pengang Rivan, namun ia bingung bagaimana cara menolak nya.Karena ia tak mau membuat Rivan jadi tersinggung.
Saat mereka keluar kebetulan berpapasan dengan Alex.Yang akan keluar bertemu denga klien nya di luar.Alex melihat Rivan dan Selina saliing berpegangan tangan.Padahal kalau di lihat yang baik, Rivan lah yang memegang tangan Selina.
" Wanita murahan, mau saja di pegang oleh pria"..Gumam Alex sambil menatap sinis ke arah Selina.
Melihat tatapan Alex seperti itu, selina langsung melepaskan tangan Rivan.Rivan pun terkejut, karena selina dengan kasar melepaskan tangan nya.
Ia ingin bertanya, namun di urungkan karena ternyata Alex ada di belakang mereka.Rivan berpikiran pasti selina malu karena ada Alex.
__ADS_1