
Like N KOMENNYA
LANJUT ***
kini kesadaran Selina sudah kembali pada tempat asalnya lagi, dengan kekuatan penuh yang mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya.
mungkin Karena posisinya tidak siap sehingga membuat pria itu jatuh terjungkal ke bawah lantai, hingga ia meringis kesakitan .
Bugh
" Sayang kok tega, ini rasanya sakit sekali loh? " tanya Alex sambil mengelus bokong yang sakit.
Selina mendengus kesal setelah itu ia buru-buru membersihkan tubuhnya tak ingin berlama-lama dekat dengan suaminya itu, yang selalu saja berbuat yang tidak-tidak ketika dekat dengannya.
" ini semua gara-gara kamu kan, lihat tadi kita rencananya jalan jam 5 sekarang Jadi molor, kalau tahu begini kamu sendiri jalan sana aku nggak mau lagi! "kata Selina keluar dari dalam kamar mandi sambil menggunakan handuk saja.
" sayang tungguin aku dong, di mana-mana itu istri harus melayani suami dulu baru layani diri sendiri! Ayolah tolongin suamimu ini, tapi tidak kasihan gitu?" teriak Alex dalam kamar mandi.
" bodo amat, kalau kau tidak mau keluar sendiri suka-sukanya situ aku mau oke-oke saja! "duluan sahut Selina santai.
" Astaga punya bini kok gini amat ya, Padahal aku kan mintanya tidak ribet Kenapa dianya yang bikin ribet? "gerutu Alex kesal.
setelah selesai memakai pakaiannya Selina memilih keluar lebih dulu, ia akan menunggu suaminya itu di dalam mobil agar mempersingkat waktu mampir singkat keadaan dan tidak terjadi hal yang sangat diinginkan.
" lho Ini istriku di mana kok nggak ada di mana-mana ya?" tanya Alex menolong saat dirinya tak menemukan istrinya di dalam kamar dan hanya ada pakaian yang sudah disiapkan di atas ranjang.
setelah memakainya ia memilih keluar untuk mencari sang istri, dilihatnya jam digital yang berada di ponselnya dan ternyata keduanya molor sudah lebih dari 2 jam Pantas aja istrinya marah-marah tidak jelas.
" pantas saja si Macan marah- ini pasti banget deh!" gumam Alex pelan.
"sayang kamu di mana, Kita jadi berangkat tidak?" teriak Alex karena tak kunjung lihat istrinya dimanapun dalam rumah itu.
Selina yang kelelahan memilih tidur di dalam mobil, hingga suara Alex memanggil dalam rumah tidak terdengar sama sekali.
" loh istriku sebenarnya di mana sih tidak kelihatan dari tadi, jangan-jangan dia-nya minggat? " sambung Alex lagi.
Alex semakin panik karena tak kunjung menemukan Selena, yang membuat author bingung itu otaknya Alex ada gunanya tidak ya ya tinggal ambil ponsel telepon istrinya saja kok ribet banget urusannya.
Alex bukannya menelpon Selina ia Malah memilih menelpon Rafa yang masih ada di kantor, entah apa yang ada di dalam pikirannya hanya dia dan Tuhan yang tahu.
" iya ayah Ada apa? " tanya Rafa setelah mengangkat panggilan dari ayahnya itu.
" Bunda kamu dimana?" tanya Alex yang membuat Rafa jadi bingung sendiri mau harus jawab apa.
" loh kok tanya ke aku ayah, apa tidak salah?" tanya Rafa balik.
" Iya tidak salah tinggal jawab saja aku repot amat urusannya, Kamu tahu tidak Bundamu ada di mana? "tanya Alex sekali lagi tidak konek sama sekali dengan perkataan Rafa tadi.
" ya makanya tadi aku tanya ke Ayah, Kenapa harus tanya ke aku soal bundanya? Bukankah kalian berdua tadi yang pulang sama-sama ke rumah buat berangkat ini sore, Kenapa harus tanya ke aku mana aku tahu orangnya ada di mana? " sahut Rafa kesal dengan pola pikiran orang yang bernama Alex ini
" Dasar anak kurang ajar orang tua tanya apa kok bukannya dijawab malah dikatain Ayah lagi, ya Bunda tadi pulang bareng Ayah ke rumah tapi bingung sekarang orangnya ada di mana?" ujar Alex tak kalah emosi.
__ADS_1
" Ayah stop jangan ngomong yang aneh-aneh lagi deh, aku bingung mau jawab apa soalnya tadi kan kalian berdua sudah keluar dari kantor ku masa sekarang tanya ke aku lagi sedangkan aku masih di sini!" jelas Rafa yang sudah sedikit meninggikan nada bicaranya sebab ayahnya itu seolah tidak paham sama sekali dengan maksud dari perkataannya.
kesadaran kembali Ia pun merutuki kebodohannya, kok bisa-bisanya dirinya berinisiatif menelepon Rafa hanya untuk menanyakan keberadaan istrinya.
" Emangnya tadi ayah sama Bunda terpisah atau apa kok bisa bisanya satu cari satu?" tanya Rafa memastikan.
" tadi kan Ayah sama Bunda itu main kuda-kudaan dalam kamar mandi, terus setelah selesai Bundamu yang keluar lebih dulu ayah belum. terus saat Ayah keluar eh Bunda kamu sudah hilang Tidak ada, ya makanya Ayah telepon cariin dia ke kamu!" jelas Alex kepada putranya itu yang membuat Rafa jadi jangan sendiri karena orang tuanya itu tidak ada rasa malunya sama sekali.
" Ayah stop, jangan bikin malu deh aku nggak nanya Sampai segitu gitunya! lagian katanya pulang mau siap diri buat berangkat masih sempat-sempatnya nyicil, Ya sudah mungkin Bunda minggat atau gimana resikonya Ayah aku mah tidak mau ambil pusing!" kesal Rafa lalu segera mematikan panggilan dari Alex tanpa permisi.
Siapa yang tidak emosi mendengar perkataan orang tua yang absurd tanpa ada rasa malu kepada anaknya, sebenarnya Kalau boleh jujur Rafa itu juga ngebet pengen kawin.
" Ayah kok segitunya amat, mulutnya tidak di filter sedikit jujur sekali ngomongnya bikin malu ." Rafa merasa kesal karena Alex yang tidak pernah berpikir dulu kalau ngomong.
bukannya merasa malu kepada putranya itu, Alex malah kembali sibuk mencari istrinya.Ia akhirnya mengambil ponselnya kembali dan menghubungi nomor Selina berharap agar mendapat respon.
tut tut
panggilan terhubung tapi sang empunya tidak merespon sama sekali, membuat pria paruh baya itu bertambah kesal cemas plus rasa rasanya ingin membanting ponsel yang berada di tangannya.
" ini orang hilang nya dimana sih kok teleponnya nggak diangkat-angkat, dia itu sadar tidak kalau jantung Aku mau copot?" sungut Alex kesal.
Rivan
nah ini dia permasalahannya karena hanya satu nama itu yang sekarang muncul di benak Alex, ia mencurigai pasti istri-nya itu dibawa kabur oleh Rivan Terus disembunyikannya di mana begitu biar dia tak berjumpa lagi.
" Baiklah Alex karena tuh cunguk ajak perang,otomatis kita harus meladeninya. persiapkan senjata Bro, bawa kayu bawa sepatu bot bawa gantungan kunci bawa kain sarung karena kita harus bergaya seperti orang zaman dulu biar kece badai begitu!" batin Alex.
akan tetapi saat menyiapkan barang-barang itu dia jadi bingung sendiri, kenapa mau pergi menolong istrinya malah membawa barang-barang yang ribet?
Selina yang sedang tertidur tanpa sadar jika suaminya itu hendak mencari perkara dengan orang yang tidak salah, sekarang yang perlu disalahkan itu karena Selina yang tidur atau Alex yang otaknya lagi tidak berfungsi?
" baik Bro ayo berangkat! " ujar Alex monolog lalu menuju ke dalam mobilnya terus parahnya lagi dia tidak menoleh ke arah jok belakang sehingga tidak tahu bahwa ada makhluk yang sedang tertidur tidak sadarkan diri yang menjadi penyebab dari tidak berfungsinya otak Alex hari ini.
Alex sudah menyalakan mobilnya, dirinya akan menuju ke kediaman Rivan kalau orangnya tidak ada barulah menuju ke kantornya.
Alex terlihat seperti seorang superhero, padahal kalau dilihat dengan baik yang ada ada hanya membuat orang bertambah kesal kepadanya.
Selina yang sedang tertidur merasakan kalau apa yang tidur itu bergerak, Kalau tempat tidur perasaan tidak sampai goyang itu deh. kecuali kalau Alex mengajak dirinya bergoyang di atasnya, Nah itu baru jadi masalahnya.
""Loh kenapa mobil ini bergoyang ya, jangan bilang kalau ada yang sedang goyang?" batin Selina yang setengah tersadar.
Celina merasa itu mungkin mimpi yang menjadi kenyataan atau kenyataan yang menjadi mimpi, hingga Ia pun melanjutkan tidurnya tidak ingin terganggu sedikitpun sebab masih merasa dongkol dengan suaminya.
" Mendingan aku lanjutkan tidur saja daripada tungguin tuh manusia yang selalu memancing emosi, Bukankah tidur itu sehat bikin badan segar?" batin Selina melanjutkan tidurnya lagi.
Alex dengan emosi yang menggebu-gebu ia melajukan mobilnya menuju ke kediaman Rivan, sebab dirinya merasa yakin jika menghilangnya sang istri akibat dari ulah hujan yang tidak tahu laku-laku itu.
" Awas saja kau Jika ketemu Jangan panggil aku Alex jika dirimu masih bisa bernafas hari ini, kurang ajar nya dia berani sekali mengganggu istriku!" ujar Alex monolog.
Rivan yang sedang berada di rumahnya merasa sepertinya akan ada bahaya yang datang, hingga ia terlihat gelisah dan berjalan kesana-kemari layarnya setrikaan rusak.( eh guys bukannya setrikaan itu kalau rusak yang tenang kalau yang baik yang suka kesana kemari, Iya tidak?)
__ADS_1
Vigo yang melihat kegelisahan tuannya itu menjadi bingung sendiri, ia mencoba berpikir keras dan karena terlalu keras ia akhirnya menyimpulkan sesuatu yang entah salah atau benar?
" hadeh tuan-tuan istri orang kok dipikirin, coba yang dipikirkan itu saat kita sampai di Itali sana harus bagaimana biar masalah cepat selesai!" batin Vigo heran.
Hei Vigo di mana-mana itu , kalau tidak tahu apa-apa lebih baik jangan disimpulkan dahulu. Lagian kalian berdua kan sama jomblo, otomatis harus saling mengerti berbagi suka dan duka.
orang kalau belum dapat suami ataupun istri otomatis yang dipikirkan itu hanya hal itu saja, pekerjaan akan mereka tinggalkan begitu saja yang penting dapat enaknya dulu.
" Tuan semua sudah siap Bisakah kita berangkat sekarang?" tanya Vigo memastikan.
" Bisakah menunggu sedikit lagi, soalnya perasaan aku lagi nggak enak nih?" sahut Rivan sambil mengernyitkan keningnya.
" nah tuh kan tebakan aku tadi tidak salah, pasti Tuan lagi menunggu nyonya Selina agar mengantarkan dirinya ke bandara!" batin Vigo lagi yang mencoba menerka nerka jalan pikiran Rifan kini padahal sebenarnya salah besar.
" tapi tuan Bukankah sesuai perjanjian awal kita akan berangkat pukul 7, Sekarang sudah pukul 6 lebih Nanti terlambat sampainya dan tidak sesuai jadwal!" sahut Vigo Mencoba membuka jalan pikiran Tuan yaitu agar tidak neko-neko.
" jam itu tidak punya pekerjaan karena yang kerja itu manusia, dia itu hanya menentukan waktu agar kita menjadi pribadi yang disiplin. Akan tetapi jika manusia lagi punya kesibukan yang tak bisa ditinggalkan, maka tidak ada salahnya kan molor sedikit?" ujar Rivan yang ingin menang sendiri.
" Oh tuan Bukankah anda sendiri yang mengatakan soal waktu tadi, kenapa tidak paham juga ya ni orang?" batin Vigo frustasi ingin jungkir balik tapi sayang nanti dirinya bakal Kehilangan satu angka pada gajinya.
" Ya tuan anda yg paling benar di antara yang terbenar saya mah bisa apa, Nanti kalau sudah siap Saya tunggu di mobil Tuan Soalnya ada yang ingin saya hubungi!" setelah mengatakan hal itu Vigo pergi tanpa mau mendengar jawaban dari Rifan yang ia yakini pasti hanya terdapat nada ancaman di dalamnya.
" aku puas akhirnya berhasil mengalahkan uneg-uneg yang aku tahan dari tadi!" terlihat senyum kepuasan dari asistennya Rivan itu.
sedangkan Rivan duduk kayak orang kebingungan di ruang tamu, padahal gayanya sudah perfect abis tinggal berangkat hanya mungkin bokongnya masih ingin menempel di sofa tidak ingin diangkat jadinya ia masih belum jadi berangkat sekarang.
" kenapa aku gelisah ya, kayak mau di eksekusi mati begitu bisa berabe kan kalau begini terus?" gumam Rivan pelan.
sementara Alex di jalanan berubah profesi menjadi pembalap dadakan, dirinya bahkan dengan lincahnya menyalip kendaraan dihadapannya.
sungguh pemandangan yang membuat bulu Kuduk berdiri karena entah mungkin Faktor emosi, Biasanya bawa mobil larinya slow saja kali ini bak angin topan.
" awas aja kau manusia tengik hari ini tamat setamat tamat nya riwayatmu, berani-beraninya cari perkara denganku Kau pikir siapa dirimu?" ujar Alex gemas padahal Rivan nya masih jauh entar nanti kalau Saat ketemu bagaimana reaksinya bakal ajak adu jotos dengan gaya SmackDown atau gaya emak-emak yang hobinya cakar-cakaran?
ya seperti tadi yang autor katakan Alex yang menjadi pembalap dadakan, otomatis mobilnya pun tidak membutuhkan waktu yang lama sampai tujuan.
Rivan lagi keheranan dengan kehadiran Alex yang tiba-tiba.
Vigo merasa heran ketika melihat mobil Alex terpakai parkir sempurna di depan rumah tuannya itu.
" loh Tuan Alex kok ke sini, terus tuh wajah kenapa seram begitu ya?" batin Vigo heran.
karena tak ingin terlalu keheranan dan jiwa keponya meronta minta tolong, Vigo memilih mendekati Alex yang sudah turun dari mobil dan seolah-olah ingin membumi hanguskan apa yang ada dihadapannya kini.
" Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Vigo memastikan.
" minggir kamu dari jalanku, sebelum kamu orang pertama yang ku hajar!" ujar Alex dengan tatapan membunuh membuat Vigo merasa heran Memangnya apa salah dirinya sampai sore menjelang malam dia kena amukan seseorang,.
" memangnya apa yang terjadi tuan?" tanya Vigo lagi.
__ADS_1
" bukan urusanmu sebelum kesabaranku habis minggir sekarang!" tegas Alex tak ingin dibantah dan karena Figo ingin mencari aman ya biarkan saja Alex masuk ke dalam rumah.
" Hei pebinor, kelas kakap mujair ikan tuna Keluar kamu sekarang!" teriak Alex dari pintu depan.