
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Rafa langsung pergi dari situ ketika sudah berada didalam mobil ,ia merasa cemas dengan Alina yang menelpon nya secara tidak jelas tadi.
"Kamu kenapa sih Yang,aku bisa gila tau tidak?" Batin Rafa frustasi.
Tanpa ia sadari jika sekarang ada yang sedang duduk manis di dalam ruangannya,sedang menunggu dirinya yang tak kunjung datang.
"Nih orang kemana sih,tadi katanya meeting awas saja kalau sampai bohong?" Gerutu Alina kesal.
Rafa kini sudah berada di parkiran kampus Alina,tapi yang membuat dirinya bingung yaitu hanya ada Lala saja di parkiran.
"Woiii pendek kekasihku mana?" Tanya Rafa langsung saat sudah turun dari mobil.
"Apa katamu tadi,pendek?Sudah datang minta tolong,buka nya manis sedikit begitu eh ini malah tambah ngegas!" Kesal Lala.
"Bisa tidak juga jangan banyak bicara,aku kan hanya bertanya dimana Alina ku?" Ujar Rafa tak mau kalah.
"Hadeuh terserah kamu saja,dia sudah pergi ke kantor kamu,eh tunggu kamu kok disini terus Alina nya mana?" Tanya Lala heran.
Rafa mematung,itu artinya tadi Alina menelpon disaat sudah sampai di kantor.
ketika hendak Pergi,langkah kakinya terhenti ketika Aryo datang mendekat dan menanyakan keberadaan Alina.
"Hei kamu,dimana Alina?Padahal saya dari tadi tunggu dia dalam ruangan saya,kenapa tidak muncul muncul?" Ujar Aryo yang tak sadar jika Rafa memasang wajah penasaran.
"Mati gue,kenapa bisa terjebak diantara dua pria bodoh ini!" Gerutu Lala dalam hati.
"Kamu ada perlu apa sama Alina?" Tanya Rafa memastikan.
Aryo menatap kearah Rafa kebingungan,memang ada alasan apa hingga pria itu mencari tahu.
"Kamu siapa,sampai harus cari tahu segala?" Tanya Aryo heran.
"Jawab pertanyaan saya tadi,kenapa kamu mencari Alina ada apa urusan dengan Kamu!" Ujar Rafa tajam.
"Saya itu punya urusan dengan Alina,bukan dengan kamu lagian kamu itu siapan nya sampai harus saya meminta izin dulu?" Ujar Aryo sinis.
"Dengar baik baik,hari ini kamu terakhir berada di tempat ini berada di samping Alina!" Ujar Rafa tajam dan segera pergi dari situ.
Aryo terpaku sesaat mendengar ancaman dari Rafa,memangnya siapa pria itu berani nya mengacak seorang Aryo Wiguna.
__ADS_1
"Pendek,dia siapa nya Alina dan ada hubungan apa dengan kampus ini?" Tanya Aryo penasaran.
"Pak,maaf bukan saya lancang tapi Bapak itu cari masalah dengan orang yang salah.Dia tadi itu adalah pemilik tempat ini,terus merupakan suaminya Alina!" Ujar Lala ketus membuat Aryo cengok bagaikan orang linglung.
"Apa???" Teriak Aryo tak percaya.
Pria itu antara bingung dan tidak percaya,ia hari ini mencari masalah dengan pemilik kampus dan Istri orang.
"Idih Pak,responnya jangan segitu juga kali siapa suruh tadi ngegas terus!" Sungut Lala dan pergi dari situ.
Ia tak suka dengan pria yang mulutnya ember sok kece badai,padahal sebenarnya salah balak.
"Hoho baiklah Tuan Roberto,jika itu mau kamu aku bakal ambil milik ku nantinya!" Gumam Aryo.
Ia memilih untuk kembali pulang daripada nanti bakal di berikan surat pemecatan,nanti malunya minta ampun.
Di lain tempat Rafa sedang mengendarai kuda besi itu sudah berada di parkiran Kantornya,ia seperti orang yang di kejar setan hingga buru buru menghilang dari pandangan.
"Tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya Satpam memastikan.
"Diam kamu,saya lagi buru buru!" Bentak Rafa lalu setengah berlari menuju ke lift khusus presdir.
Satpam itu hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Tuan nya itu,ia tak percaya jika yang sedang jalan setengah lari itu adalah Majikan pemilik perusahan besar itu.
"Itu Tuan kenapa ya,kok bisa cara jalan sambil berlari,kaya orang lagi lomba gerak jalan?" Tanya Satpam itu membatin.
Rafa kini sudah berada di depan ruangannya,terlihat Anton hanya berdiri saja di depan pintu tak berani masuk.
"Itu Tuan saya tidak berani masuk,soalnya Nona Alina lagi ngamuk!" Sahut Anton takut.
"Maksudnya,dia mengamuk kenapa?" Tanya Rafa memastikan.
"Soalnya tadi saat saya masuk terus Nona menanyakan anda dimana,saya mengatakan kalau Tuan pergi dia langsung ngamuk!' jelas Anton.
"Ya sudah kamu keluar sana,biar dia menjadi urusan saya!" Ujar Rafa serius lalu segera masuk kedalam dan menguncinya.
"Anton jaga jarak aman radius dua puluh lima meter!" Teriak Rafa dari dalam.
Anton hanya bisa memukul pelan jidatnya,ia tahu arti perintah dari Rafa tadi.
"Dasar CEO mesum,sukanya berbuat sesuka hati tidak tahu tempat aku disuruh jadi pagar hidup!" Gerutu Anton tapi dalam hati.
"Sayang!" Panggil Rafa ketika sudah berada dalam ruangan itu.
"Apa?' Ketus Alina kesal.
('_')
"Kamu kenapa,kok wajahnya ditekuk begitu?" Tanya Rafa basa basi.
"Pake tanya bodoh lagi,aku itu nungguin kamu sampai sukses puas Kamu?" Kesal Alina.
__ADS_1
"Ya maaf,aku kan tadi keluar buat nyusul kamu." Ujar Rafa memelas.
"Bohong,kamu pasti ketemu cewek lain kan?" Tanya Alina dengan tatapan menyelidik.
"Astaga Yang tega amat,aku mana mau menduakan yang ada bisa mati berdiri!" Ujar Rafa sendu.
"Terus tadi kemana coba?" Kesal Alina masih diatas batas.
"Aku ke kampus kamu soalnya tadi nelpon kan tidak jelas,bahkan meeting pun sengaja aku tinggalkan karena takut kamu kenapa napa." jelas Rafa sambil memeluk pinggang Alina yang kebetulan tidak menolak.
"Terus?" Tanya Alina penasaran.
"Ya aku ketemu si Pendek,sama pria aneh yang lagi cariin Kamu!" Kali ini Rafa yang giliran cemberut.
Alina belum paham arah pembicaraan Rafa,ia mengeryitkan keningnya karena bingung.
"Pria aneh yang mana?" Tanya Alina memastikan.
"Itu Dosen yang sok cakep padahal wajahnya standar di jual diskon pun tidak rela!" Ujar Rafa kesal.
"Oh Pak Aryo,iya juga sih tuh orang menyebalkan sekali aku saja lari karena ada dia!" Sahut Alina membuat Rafa tambah kesal karena yakin jika Aryo pasti menggoda kekasihnya.
"Memangnya dia ngapain?" Tanya Rafa bingung.
"Masa katanya setelah selesai kuliah aku harus temui dia di ruangannya!" Alina memasang wajah cemberut.
Rafa yang tadi sempat emosi,perlahan sudah bisa tersenyum karena akhirnya Alina jujur juga.
"Tenang saja Yang,dia sudah aku menyimpan dari kampus jadinya tidak akan gangguin kamu lagi!" Rafa bangga diri.
"Baguslah,eh tapi bisa tidak di lepas pelukannya!" Pinta Alina memasang wajah garang.
"Tapi aku pagi ini belum dapat Vitamin lho!" Bujuk Rafa memelas.
"Apa?" Tanya Alina heran.
Cup
Cup
Rafa mengecup nikmat bibir merah milik kekasihnya itu,ia sangat menyukainya karena sangat manis.
Alina yang sudah terbiasa dengan serangan mendadak dari Rafa,langsung melingkarkan lengannya di leher pria itu dan ia yang lebih dulu berinisiatif memulai permainan.
"Sayang,Kamu jangan lari ya setelah membangunkan apa yang tidur?" Ujar Rafa dengan suara seraknya.
"Siapa takut,ayo mulai!" Tantang Alina membuat Rafa langsung mengangkat tubuh mungil itu dalam gendongannya ala bayi koala.
Keduanya saling bercumbu mesra hingga Rafa membawa Alina ke dalam kamar pribadinya.
Entah siapa yang memulai tapi sudah tak ada benang yang melekat di tubuh mereka.
__ADS_1