
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
"Kalian tidak malu sama Alina begitu,masa ada tamu tapi tingkahnya bikin malu saja!" Kesal Eko.
Nah tuh kan kalau kepala keluarga sudah bertindak,pasti penghuni rumah bakal langsung bungkam meskipun tadi emosinya sedang diatas ubun ubun.
"Alina,ayo selesaikan makan mu dan pergi ke kampus Nak takut telat!" Ujar Eko sambil tersenyum.
Lala dan Mira hanya bisa memasang wajah cemberut ,mereka tahu salah tapi masih saja pertahankan ego yang tidak jelas itu.
"Kamu tidak makan,ya sudah nanti aku tinggal?" Tanya Alina heran.
"Ih aku makan nih,kamu nya saja yang tidak melihat nya!" Kesal Lala.
"Idih si Doi marah,tadi saja gas pol sekarang ngambek!" Ejek Alina sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Aku nyesel lho tadi ajak kamu kesini,kalau akhirnya hanya buat darah tinggi pada kumat." Ketus Lala.
"Itu mah derita kamu,aku sih masih Ok sejauh ini." Sahut Alina santai membuat Lala bertambah kesal saja.
"Ayo Nak ini sudah mau telat lho,buruan selesaikan makan biar berangkat ke kampus!"Ujar Mira yang memperingatkan kedua gadis itu.
Keduanya hanya mengangguk karena memang akibat dari perdebatan tadi,waktu mereka habis terbuang percuma saja.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi yang penuh drama itu,Alina dan Lala berangkat ke kampus.
Terlihat santai tapi sangat terburu,apalagi jam pertama adalah Dosen yang sangat tampan tapi galaknya ngalahin emak tiri.
"Aku yang nyetir ya Beb,biar nanti tidak telat!" Ujar Lala yang meminta izin pada pemilik mobil itu.
__ADS_1
"Ok baik lah,tapi ingat jangan sampai kita kenapa napa kalau kamu sih Ok karena belum laku nah aku sudah ada yang punya!" Ujar Alina yang secara tidak langsung sudah menyindir harga diri Lala.
"Iya iya aku tahu tapi bisa tidak jangan di bicarakan terus,harga diriku terasa seperti di gadai tau tidak?" Kesal Lala.
"Hehe maaf,ayo jalan sudah!" Ajak Alina.
Sekarang kuda besi itu sudah berada di jalanan yang lumayan ramai,maklumlah saat siang adalah waktu untuk mencari makan.
"Pak Aryo itu tampan membahana,tapi kenapa mulutnya pedas ngalahin Bon cabe level 15.Aku sampai bingung,kenapa semua orang tampan itu cerewet nya minta ampun?" Ujar Lala membuat Alina ingin sekali tertawa.
"Astaga La,kamu itu kenapa sih selalu sensi kalau menyangkut pria tampan?" Ejek Alina.
"Itu lagi,ihhh mana tinggal 15 menit lagi telat!" Gerutu Lala cemas.
Alina pun merasakan hal yang sama,ia takut kena amukan dosen galak itu.
Tak berselang lama mereka pun sampai,terlihat kampus sudah ramai ada yang berlari takut telat seperti mereka ada juga yang sedang berduaan di pojokan.
"Ayo cepetan Mungil,nanti telat lho!" Alina menarik tangan Lala yang sangat sulit sekali kakinya menyeimbangkan langkah nya.
"Ih bisa pelan pelan tidak sih,aku jatuh nih!" Gerutu Lala kesal.
"Bodoh amat,yang penting bisa cepat masuk kelas!" Sahut Alina ketus.
"Pagi Pak,kok bisa ya kita barengan datang apa ini pertanda jodoh?" Goda Lala membuat Alina jengah dan memilih menuju ke tempat duduknya.
"Kamu cepat duduk,sudah datang terlambat malah melakukan hal yang tidak jelas!" Gerutu Aryo sambil netranya menatap kearah Alina yang cuek dari tadi.
"Ih Bapak,kalau saya tidak fokus hari ini itu semua karena Bapak yang sudah mengalihkan dunia saya!" Goda Lala berani padahal hanya lagi mencoba peruntungan dalam mencari jodoh siapa tahu dapat Dosen ganteng.
"Pilih Diam atau keluar darukelas saya sekarang?" Tanya Aryo tegas membuat Lala langsung menundukan kepalanya karena takut.
"Nih orang seram sekali sih kalau marah,padahal aku lagi mencoba agar dia lebih manis lagi." Batin Lala.
Aryo sebenarnya sudah setahun ini memperhatikan Alina,yang baginya wanita yang unik tidak pernah tergoda pada paras tampan seorang pria.
Disaat wanita lain selalu ingin medapatkan perhatian darinya,berbeda dengan Alina yang cuek bebek saja.
"Hari ini kita kuis,no koment atau apapun perkataan yang saya dengar.Dan kamu Alina Roberto selesai pelajaran,ikut keruangan saya!" Ujar Aryo tegas.
__ADS_1
"Baik Pak!" Sahut Alina tanpa merasa curiga atau apapun itu.
"Lho Pak,kok tiba tiba kuis sih Adek kan belum siap?" Tanya Lala kesal.
"Makanya jadi orang jangan terlalu lelet,harus selalu waspada setiap waktu bukan kah tugas kalian ya belajar jadi sewaktu waktu ada perintah dadakan seperti ini sudah tidak masalah lagi kan?" Ujar Aryo membuat semua penghuni kelas itu bungkam.
"Hadeuh,saya cancel deh suka sama kamu Es Balok!" Ketus Lala pelan tapi masih bisa di dengar oleh Alina.
"Makanya jangan terlalu tebar pesona tuh lihat dia tidak terpesona kan,rugi udah capek hati capek pikiran lagi!" Ejek Alina membuat Lala ingin sekali menerkam dirinya.
Alina tersenyum dan itu sangat manis sekali,tanpa ia sadari ternyata Aryo dari tadi menatap kearahnya.
"Manis dan cantik!" Batin Aryo.
Lala yang kebetulan mengikuti arah pandang Aryo,hanya bisa geleng geleng kepala karena merasa lucu.
"Anda belum tahu saja Pak Tua,dia itu sudah ada yang Punya malah tingkat posesif nya ngalahin Amplop sama perangko!" Batin Lala gemas.
Saat Anak lain sedang mengerjakan soal,Alina terkejut dengan panggilan masuk dari Rafa.
"Lho kok dia malah telpon,sadar tidak ya kalau sekarang lagi kuliah?" Batin Alina gusar.
Alina memilih tak menghiraukan daripada nanti Dosen Es balok itu malah ngamuk.
Lala yang aslinya tukang kepo ,membaca gerakan wanita disamping nya itu.
"Kenapa tidak diangkat telponnya?" Tanya Lala penasaran.
"Takut sama monster yang di depan!" Sahut Alina setengah berbisik.
"Astaga aku baru sadar,kalau diruangan ini ada Monster yang tidak bertaring!" Sahut Lala yang tidak sadar suaranya terdengar oleh Aryo.
"Kamu,yang pendek dan cempreng satu kali lagi ribut kamu keluar dari sini!"Ancam Aryo menatap tajam kearah Lala.
Lala sudah tak bisa berbuat apa apa lagi ,ia tahu jika mencari perkara pada dosen galak itu adalah hal yang salah.
"Maaf Pak!" Ujar Lala sambil tertunduk.
"Kamu dari tadi untung juga saya lagi bersabar, kalau tidak sudah saya suruh pulang!" Ujar Aryo datar lagi.
__ADS_1
Alina tak bisa berbuat apa apa,karena memang disini yang salah adalah Lala.
"Ishhh dasar Dosen menyebalkan awas saja,aku doakan dihajar preman pasar!" Batin Lala.