AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 312


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Alina penasaran dengan apa yang di katakan oleh kedua orang tuanya Lala itu,entah apa yang membuat wajah mereka terlihat gusar dan sepertinya ingin menanyakan sesuatu dengan jelas.


" sebenarnya Ibu penasaran dari tadi kenapa bisa Tuan savier tahu namanya Lala habis itu terus yang tadi atm-nya itu kode PINnya juga tanggal lahirnya Lala, padahal Perasaan dari tadi dia tidak mengotak-atik ponselnya dan juga tidak mungkin dalam hitungan detik segala sesuatu itu terjadi begitu saja?" tanya Mira dengan wajah yang terlihat begitu penasaran membuat Alina ingin sekali tertawa.


" ibu itu mau tau aja atau mau tau banget?" tanya Alina dengan tatapan menggoda membuat Mira mendengus-.


" kamu ini udah semakin besar makin melawan orang tua ya, masak ibu tanya seperti itu bukannya menjawab kamu malah balik kerjain Ibu?" sungut Mira.


Alina menggaruk kepalanya tak gatal, karena ternyata Mira sedang dalam mode serius dan tidak sedang ingin diajak bercanda.


" ya sudah kita cari tempat ngobrol yang paling pas untuk membicarakan soal mereka, tapi tidak semuanya Soalnya kalau keseluruhannya tanya saja langsung di mereka berdua!" jelas Alina dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Mira dan Eko.

__ADS_1


" Ya sudah kalau kayak gitu. yang penting Intinya jangan ada Yang Terlewatkan, Soalnya kalau penasaran itu sungguh sangat tidak menyenangkan. bakalan susah mau melakukan apapun itu karena masih ada yang terganjal! "pinta Mira dengan wajah serius nya.


kini ketiganya memilih untuk duduk di salah satu kafe yang berada di tempat itu, terlihat wajah serius yang seolah ingin mendengarkan sebuah berita yang sangat penting.


" jadi untuk mempersingkat waktu dan mengurangi rasa penasaran bapak sama ibu, bisakah untuk mulai bercerita dari sekarang sebelum Lala sama itu Mas bule nya kembali!" bujuk Mira lagi karena melihat alinea yang seolah tarik ulur.


" sebenarnya aku juga bingung menjelaskan detail hubungan mereka itu seperti apa, karena mereka setiap kali bertemu itu layaknya Tom and Jerry! hanya saja kemarin malam Mereka pergi menemui mamanya Paman Xavier, terus katanya mereka sedang merencanakan pernikahan entah benar atau tidak aku saja bingung soalnya itu berlangsung secara tiba-tiba!" jelas Alina membuat Nira sudah tidak sanggup untuk mendengarkan secara keseluruhan jika sampai hal itu benar terjadi bisa dipastikan Lala bakalan menjadi terdakwa benar-benar malam ini.


" sudah jangan dilanjutkan lagi pembicaraan ini peran Ibu sudah tidak ingin mendengarnya, Terima kasih juga karena kamu sudah ngomong entah benar atau kamu hanya gosip Ya tidak masalah!" setelah mengatakan hal itu Mira menarik tangan suaminya itu agar segera pulang nanti urusan Lala dari belakang kan tinggal ditelepon gampang saja kan di era serba digital seperti ini?


Alina menatap heran ke arah punggung kedua manusia paruh baya itu yang semakin menjauh, dirinya tak bisa berbuat apa-apa lagi soalnya segala sesuatu itu sudah menjadi tanggung jawab Lala dan Xavier.


" Ibu, kalau bertingkah seperti ini Kasihannya di Alina, Soalnya Alina sudah mau bersusah payah mengatakan ini semua Kenapa kita langsung nyelonong pergi begitu saja tanpa pamit?"


" Aduh Bapak bahasnya itu dari belakangan saja deh soalnya pikiran ibu lagi mumet nih, lagian bapak itu kenapa sih Jadi orang kok pikirannya lemot sekali Anaknya lagi tidak jelas begitu kok masa Dibawa santai terus?" sungut Mira yang malah menyalahkan suaminya itu yang kelihatan terlalu santai.


" ibu tadi dengarkan Alina ngomong apa, kalau itu semua yang dia katakan tadi kebenarannya belum bisa dipastikan. Terus kenapa kita belum apa-apa Sudah mencurigai Lala yang begini dan begitu, biar begitu dia itu Putri kita satu-satunya loh yang pantas kita dampingi dek ya supaya kalau saat ada masalah tidak perlu mencari jalan keluar kepada orang lain?" Eko benar-benar Jengah dengan sikap istrinya itu yang selalu saja menyalahkan orang lain padahal sebenarnya dirinya itu yang terlalu gegabah dalam menyimpulkan sesuatu.

__ADS_1


" Lho kenapa ibu lagi yang harus salah, Memangnya menurut Bapak di dalam hidupnya Ibu ini hanya mencari masalah saja terus setiap kali ngomong selalu ngelantur?" ini kenapa jadi mereka berdua yang berdebat ya Bahkan tidak sadar tempat dan waktu jika mereka sekarang menjadi tontonan orang banyak.


" bapak itu tadi bukan menyalahkan Ibu hanya ingin mengingatkan saja jika kita terlalu keras dengan Lala ada masalah apapun yang dihadapi tidak akan pernah ngomong lho kalau kita, bukannya menyalakan ibu atau blablabla seperti yang Ibu katakan tadi?" sungguh menjadi suaminya Mira harus butuh kesabaran ekstra jika tidak bisa dipastikan cekcok bakalan terjadi tiap saat.


sedangkan di tempat lain terdapat sepasang anak manusia yang sedang duduk sambil membelakangi, Apa yang menyebabkan keduanya terlihat seperti sedang bertengkar padahal sebenarnya masalah serius tidak ada di antara mereka.


" kamu marah, kalau tadi aku mengantarkan bapak sama ibu kamu untuk menemui kalian?" tanya Xavier pelan berharap agar Lala lebih jujur padanya.


" menurut kamu?" Tanya Lala sinis bahkan tidak ada niat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Xavier barusan.


" Ya aku kan tidak bisa membaca pikiran seseorang, jadi mana tahu apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?" sahut Xavier yang tidak ingin Lala bertambah kesal padanya.


" Ya sudah kalau kayak begitu tidak usah ngomong apapun lagi, Soalnya mood-ku hari ini bener-bener hancur berantakan gara-gara kehadiran kalian! coba kalau kamu pahami sedikit tapi ini tidak, Lagian Kok bisa ya tadi kamu ada di Kompleks Perumahan nya kami Memangnya kamu habis ngapain di sana?" Tanya Lala penasaran.


" aku ke sana mau menjemput Mama untuk pulang soalnya katanya dia pengen banget ketemu sama calon besannya, tapi syukur juga tidak berhasil menemukan alamat rumah kalian coba kalau tidak kamu pikirkan saja sendiri?" jelas Xavier membuat netra Lala membulat sempurna karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


" Astaga kok bisa sampai mama punya pemikiran seperti itu, syukurlah mereka tidak jadi ketemu kalau tidak mah bisa berabe kan urusannya?" sahut Lala yang sedikit bernafas lega.

__ADS_1


" Kamu kenapa seolah seperti mendengar hal ini adalah sebuah jackpot untuk kamu, padahal kan sebenarnya kita bisa berbicara langsung kepada mereka pasti bakalan lebih memahami hal ini?" tanya Xavier memastikan karena kebingungan dan sikap Lala yang seolah menjauh darinya.


" Emangnya kamu yakin sama aku, bukannya kamu aku itu sikapnya kayak gimana? nanti kalau mama Adele tahu latar belakang keluarga apa Seperti apa memangnya dia mau, lebih baik kamu bicarakan dulu serampat mata dia biar tanggapannya dia seperti apa barulah kita menjalani seperti yang kamu inginkan!" perkataan Lala itu membuat Xavier merasa ada angin segar.


__ADS_2