AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 298


__ADS_3

GUYS Auto capek lho!!!Udah nulis Capek walau hanya sekali tak kudapatkan Like dari kalian 🤣🤣


LANJUT ****


Keesokan paginya di kediaman Roberto, Alina tampak kebingungan karena tidak menemukan sahabatnya itu dimanapun.


pada setiap sudut ruangan sudah dicari termasuk dengan kamar yang biasa di pakai oleh Xavier ketika menginap di situ, berbagai pikiran buruk pun mulai bermunculan di otaknya.


wanita cantik itu merutuki kebodohannya kenapa kemarin bisa bisanya meninggalkan Lala sendirian dengan Xavier, yang jelas-jelas pria tulen yang belum merasakan apa itu surga dunia sama sekali.


" Ya Tuhan ini gimana, kok bisa bisa Lala tidak kelihatan sama sekali? Memangnya Paman Xavier membawa dia ke mana sih, kok sampai sekarang belum pada nongol?" gumam Alina heran.


Rafa yang melihat calon istrinya itu sedang kebingungan di meja makan, memilih untuk mendekat dan men apa yang membuat wanita itu menjadi gusar sendiri.


" Kamu kenapa Yank, Kok kelihatannya kaya cemas begitu?" tanya Raffa penasaran.


Alina menghembuskan nafasnya kasar jika ingin marah berarti Rafa adalah sasaran utamanya, atas saran pria itu dirinya pergi meninggalkan Lala sendirian.


" Lala dari semalam tidak pulang kayaknya, terus Paman Xavier juga ikutan tidak pulang. nanti kalau ada apa dengan Lala gimana, akunya lagi yang disalahkan oleh ibu Mira?" sungut Alina frustasi dengan keberadaan CS cempreng yaitu.


Rafa juga baru sadar kalau dari semalam ia tak melihat keberadaan asisten itu sama sekali, dan kenapa Ia juga seolah melupakan hal itu?


" kenapa aku juga baru sadar ya, kalau mereka berdua tidak kelihatan saat kita sudah pulang!" tanya Rafa balik membuat Alina mendengus kesal.


" kamu kok malah bertanya ke aku lagi sih, kalau sudah aku tahu jawabannya tidak mungkin aku tadi tanya ke kamu aneh jadi orang? " Ketus Alina.


Rafa pun kebingungan karena selama ini Xavier tidak pernah menghilang tanpa pamit, Tapi entah mengapa kali ini pria itu jadi aneh dan parahnya lagi membawa pergi anak gadisnya orang.


" sudah kamu coba hubungi ponselnya Lala Mungkin kita bisa tanya kalau mereka sekarang ada di mana? " tanya Rafa memastikan.

__ADS_1


Alina menepuk jidatnya karena bisa melupakan hal sepenting itu, tanpa tedeng Aling lagi Ia pun langsung menghubungi lelah saat itu juga untuk memastikan keberadaan mereka.


pangeran ke-1 Lala tak menanggapi maklumlah ah Sido ini lagi molor, panggilan yang kedua pun masuk tapi tetap tak ditanggapi membuat pikiran yang aneh-aneh pun bermunculan di benak Alina sekarang.


" Astaga nih anak ke mana sih, kok bisa-bisanya menghilang tanpa kasih kabar? Awas aja kalau aku telepon sekali lagi masih saja tidak diangkat aku bakalan aduin ke ibu Mira sekarang juga!" gumam Alina kesal tapi tidak bisa berbuat banyak sebab Lala nya tidak ada di situ sekarang.


" gimana yang dijawab tidak? " tanya Rafa memastikan dan dibalas gelengan kepala oleh Alina.


" panggilannya masuk sih tapi tadi diangkat sama si cucunguk, Awas aja kalo sampe aku telepon ulang lagi terus masih tidak direspon! " Ketus Alina


Lala sebenarnya Bukannya Tak mau mengangkat panggilan dari sahabatnya itu, hanya saja dirinya sekarang sedang molor karena semalam terlambat tidur sebab diajak Begadang oleh mamanya Xavier.


ketika asik sedang bermimpi ketemu dengan Oppa tampan, Lala merasa kebingungan karena dalam mimpinya terdengar ponselnya berbunyi dan terasa sangat nyata.


" Loh kok bisa, ini ini beneran atau dalam mimpi juga ya? " batin Lala heran.


" Tapi kalau dalam mimpi terasa nyata sekali?" tanya Lala lagi dan mau tidak mau mimpinya itu ya ya kasih letter bersambung biar besok bisa dilanjutkan lagi.


" mati aku, kok bisa-bisanya sih melupakan untuk kasih kabar kepada Alina kemarin! ini pasti dia bakalan mengomel aku sampai habis, karena sudah pergi terus tidak pulang lebih parahnya tidak kasih kabar! " batin Lala frustasi karena merutuki kebodohannya yang bisa melupakan hal sepenting ini.


" iya Alina maaf aku aku semalam...


" kamu kabur ke mana sih, kenapa kalau tidak pulang kasih kabar Memangnya kalian di mana? awas aja kamu saat Ayah sama Bunda pulang Terus kamunya malah Hamidun karena keseringan keluyuran sama aki-aki bangkotan, Ya setidaknya kasih kabar biar kami tahu kalau kamu itu sedang sama siapa Terus di mana memangnya punya ponsel itu gunanya untuk apa coba? " tanya Lina yang benar-benar tak menahan kekesalannya hingga Lala belum selesai berkata dirinya sudah memotongnya dan nyerocos tanpa henti.


" etdah Lina Bisa tidak kalau ngomong itu di pelan-pelan kan saja suaramu, biar begini tapi Indra pendengar Ku Masih normal tidak perlu kamu teriak-teriak segala! Lagian namanya kalau orang lupa ya dimaafkan saja masa iya harus dimarahi terus Emangnya nggak bosan apa? " Tanya Lala heran.


" Enak saja kamu jawabnya santai sekali, memangnya kalau kamu kenapa-napa berani ngomong sama ibu dan bapak? yang ada pasti kamu kabur terus semuanya kasih aku yang pegang kendali menghadap orang tua kamu kena marah marah, Padahal anaknya keluyuran Kemana saja aku tidak tahu! "" Alina nyolot karena memang kesalahan yang dilakukan Lala benar-benar sangat fatal.


Ya jelas dirinya marah sebab yang mau minta izin untuk Lala menginap di rumahnya selama orang tuanya pergi yaitu Alina, tapi di kemudian hari jadinya seperti ini Alina menyesal karena sudah salah mengajak Lala sahabat cempreng nya itu untuk bersama.

__ADS_1


" Kamu jangan marah dong aku kan lupa apa, Lagian segel luar dalam masih utuh belum dianiaya juga. kalau kamu marah-marah begini kesannya aku itu jadi korban pelecehan, kamu sadar kan mulutnya netizen Yang auto benar? " Tanya Lala pelan membuat Alena yang tadi sedang emosi sedikit mereda.


" Ya sudah kamu di mana sekarang terus kenapa semalam tidak pulang, jangan bilang kamu diajak berkesempatan dalam kesempitan oleh Paman Xavier?" tanya Alina penuh selidik membuat Lala yang bisa menghapuskan nafasnya kasar.


"Alina kusayang, bisa tidak isi otaknya jangan jangan curiga melulu? aku itu sekarang lagi di rumahnya Paman Xavier, kita semalam itu tidak diizinkan pulang sama mamanya ya hasil akhir kita terdampar di sini." jelas Lala dengan penuh penekanan.


" jadi kamu ketemu sama tante Adele, widih roman-romannya semalam habis ketemu calon mertua toh?" tanya Alika dengan nada yang mengejek membuat Lala Jengah.


" kamu kalau ngomong jangan asal jeplak ya yang bilang calon mertua itu siapa? Lagian kita juga Terpaksa aku ke sini soalnya saat mau pergi cari makan di jalan mamanya telepon suruh datang Ya mau tidak mau lah aku ikut dengannya!" cie Lala sudah berani berbohong nih.


" kamunya saja yang pengen ikut biar bisa sekalian ketemu mertua, masa iya tinggal minta turun terus hubungi taksi online nganterin kamu kok nggak bisa?" tanya Alina dengan nada menggoda membuat Lala kebingungan harus menjawab apa.


" Lina sekali-sekali mengakui hal itu kenapa sih, Lagian sepertinya tidak susah juga kan kalau bersilaturahmi dengan orang yang kita kenal? masa iya kita sudah diajak rumahnya terus ditolak, Wah ya walaupun orang itu sekaku balok es yang minim ekspresi itu?" perkataan Lala itu sukses membuat Alina tak bisa menahan tawanya.


" hahaha aku setuju banget sama kamu, aku nggak bisa bayangin kalau Semalam kamu tolak kemauannya paman pasti dia bakal dendam kesumat sama kamu!" ujar Alina yang tak bisa berhenti menahan tawa.


" Nah itu kamu tahu enggak perlu aku bilangin lagi, ya sudah aku keluar kamar dulu ya aku bantuin kerjain apa begitu! Soalnya nanti disindir secara perlahan kalo tahunya hanya kasih habisin orang punya makanan tanpa mau mau membantu sama sekali!" ujar Lala lalu segera mematikan panggilan itu.


setelah mencuci muka Lala pun bergegas keluar kamar sekadar untuk membantu pekerjaan art di situ, Ia pun sadar diri jika hidup di dunia ini tidak ada orang mau ke toilet saja bayar apalagi mau makan?


" pagi bibi, lagi masak apa sih serius banget?" Tanya Lala penasaran.


" astaga non Bibi sampai kaget loh, Ini lagi menyiapkan sarapan buat tuan sama nyonya!" sahut wanita paruh baya itu sambil mengusap dadanya pelan karena merasakan terkejut.


Lala membantu sebisanya karena Biar bagaimanapun dia di rumah dirinya hanya tahu makan, kalau soal pekerjaan dapur menurutnya nanti sajalah ketika sudah menikah baru dia bakalan bertempur tiap hari dengan wajan dan penanak nasi.


" bibi itu senang lho Non, akhirnya Setelah sekian Purnama Aden Xavier mau membawa seorang wanita ke rumah ini. Entah sudah berapa kali nyonya mencoba untuk menjodohkannya, tapi lagi dan lagi Aden Xavier menolaknya membuat nyonya besar akhirnya pasrah!" Jelaskan itu paruh baya itu hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Lala entah paham atau tidak yang penting dirinya mencoba untuk menghargai keadaan'


" Ya sudah karena semuanya sudah beres Si Non Panggil nyonya besar, soalnya bebek yakin pasti ada pekerjaan lain yang harus kalian berdua selesaikan!" pinta wanita paruh baya itu sekali lagi.

__ADS_1


wanita terlihat begitu antusias menyiapkan segala keperluan di dalam rumah itu, Karena kebahagiaan majikan adalah kebahagiaan para pekerjanya juga.


__ADS_2