
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
ππππππππππ
LANJUT ^^^
Mery tak percaya apa yang ia lihat kini,bagaimana bisa pria yang dulu dikenalnya dingin dan begitu tak tersentuh oleh wanita sekarang malah dengan ganas mencium seorang gadis dihadapan semua orang.
Jika teman teman kuliah mereka melihat kejadian ini,maka mereka akan berpikiran sama dengan Mery.
"Kamu pasti bohong kan?" Tanya Mery antara percaya dan tidak.
"Dia kekasihku cinta pertama dan terakhirku,jadi tolong jaga sikapmu jangan sampai kelewat batas atau aku akan berbuat yang tidak tidak!" Tegas Rafa tanpa tersenyum.
"Sayang ihhh,sudah lah jangan marah marah gitu dong.Ayo pulang aku capek sekali,pengen tidur dikasur empuk ku ahh," bujuk Alina sambil menarik tangan Rafa pelan.
"Baiklah apa sih yang tidak buat kamu,aku juga ingin merasakan empuknya kamu itu,"aku ujar Rafa sambil menatap kearah dadanya Alina.
Mesum
Mery yang merasa kehadirannya tak dianggap memilih pergi dari situ dengan wajah yang kesal dan malu.
Kesal karena Rafa tak menghargai dirinya sama sekali,bahkan terkesan mempermalukan dirinya. Padahal dari dulu ia menyukai Rafa,tapi boro boro dibalas perasaannya dilihat sedikitpun tak pernah.
Malu,karena Alina muridnya yang hitungan Masih bau kencur bisa meluluhkan hati Rafa,bahkan terlihat begitu besar cinta dimata Rafa untuk nya.
"Kalian ini memang tak tahu malu,sudah menodai mataku yang masih suci ini.Dan kau sudah tua itu jangan ajarkan sahabatku untuk mesum,dia itu masih polos dan tak tahu apa apa," ujar Lala sambil menatap tajam kearah Rafa.
"Kamu berani mengancam saya?" Tanya Rafa datar.
"Nah itu kan sikap songong nya sudah muncul,kalau begini bisa berabe kan jadinya udah gitu tatapannya bikin otak ku blang mendadak bego sendiri," Batin Lala.
"Ahhh aku hanya bercanda kok Bang,aku duluan ya Lina sama Abangnya," ucap Lala lalu segera berlari dari situ.
"Anak itu otaknya normal kan?" Tanya Rafa kepada Alina sambil menatap punggung Lala yang berlari bagaikan dikejar perompak.
__ADS_1
"Aku juga bingung sih,tapi kayanya normal deh." Sahut Alina ambigu.
"Yang,tadi itu masih kurang lagi yuk di mobil."Rafa menarik tangan Alina agar ikut dengannya.
"Ehh stop stop,kamu itu kalau dikasih lampu hijau bawaannya terobos terus tidak pake rem.Memangnya kamu pikir aku mau berbuat begitu jika bukan karena terpaksa,huh sorry bro gue kagak doyan," Gerutu Alina.
"Kita itu harus begituan terus biar kalau sudah sah langsung gas pol," goda Rafa.
"Itu mah modus kamu doang,sudah ih jalan ngapain disini terus memang siapa lagi yang kamu tunggu,Ibu Mery?" Tanya Alina yang sengaja menggoda Rafa.
"Hah,kamu kalau bicara sadar sadar dong.Kamu pikir mata aku rabun yang tak bisa bedain mana yang barang palsu sama asli." Sahut Rafa.
"Maksudnya apa?" Tanya Alina heran.
"Wanita cantik jaman sekarang itu hanya hasil polesan dari make up,yang natural itu hanya kamu sama Bunda doang yang lainya hasil rombak semua," jelas Rafa.
"Tapi kalau aku jadi cowok,aku bakal naksir deh sama Bu Mery." Alina mencoba memancing kejujuran Rafa kali ini.
"Yang ,diluar negeri masih banyak yang lebih cantik dari dia.Tapi buktinya aku tetap balik kesini dan sama kamu,karena aku bukan cari wanita yang cantik hanya diluar saja melainkan hatinya juga harus cantik," ucap Rafa yang mana membuat Alina tersenyum malu malu.
(kakak sayang,dari sono sampe kesini komentar nya itu doang...apa nggak ada yang lainya gitu...mungkin bilang author cantik atau manis gituπππ€π€π€π€)
LANJUT ^^^
"Boleh,ayo kita makan dimana? Mungkin kamu tahu tempat yang tepat,yang bisa kita kunjungi?" Tanya Rafa.
"Ada,aku biasa datang kesana." Sahut Alina.
"Datangnya bukan sama brengsek itu kan?" Tanya Rafa yang mulai mode on terbakar tapi tidak hangus.
"Brengsek yang mana?" Tanya Alina bingung.
"Huft,pura pura lupa padahal kemarin dibawah auto mojok buat wk wk." Sindir Rafa.
"Etdah nih orang kalau lagi sensi jangan ajak ajak Bang,capek jadinya untuk bahas segala sesuatu yang unfaedah." gerutu Alina kesal.
"Kita balik kerumah sajalah,aku udah nggak lapar lagi." Sambung Alina lagi.
Rafa merutuki kebodohan yang telah ia lakukan barusan,tujuan mencari tempat makan kini hanya tinggal obrolan semata saja.
"Yang kamu marah?" Tanya Rafa pelan sambil berusaha memegang tangan Alina tapi ditepis oleh gadis cantik itu.
__ADS_1
"Maafin aku ya,tadi sedikit error jadinya ngomong nya jadi nggak jelas." Sambung Rafa lagi.
"Hemm jangan bahas sesuatu yang tak harus dibahas dan jangan mengatakan sesuatu jika hanya ingin membuat masalah." Kesal Alina.
"Hehe ternyata bijak sekali kekasihku ini," goda Rafa sambil mengacak gemas rambut Alina.
"Stop,kamu pikir aku tata rambut hanya untuk kamu rusak," omel Alina.
"Tapi tetap cantik malah terlihat lebih menggoda ,aku jadi ngiler kaya lagi makan mangga muda." Ujar Rafa.
Mangga Muda mangga mudaππ
"Kamu kaya emak emak lagi hamidun,bawaannya makan asam asam sama nyusahin suami minta yang aneh aneh," sindir Alina.
"Kamu kok sudah menghayal sampai situ Yang ,jangan bilang kamu sudah membayangkan soal hal itu," goda Rafa.
"Aishh kalian itu para kaum pria jangan coba wanita bicara aneh sedikit,pasti langsung ditanggapi bilang kasih kode lah atau apalah kan capek.Nanti kalau diam dibilang lagi marah,padahal kita kan lagi malas dengar tanggapan yang tidak jelas kalian." Ujar Alina.
"Iya iya kamu benar sayang tidak pernah salah." Sahut Rafa yang jika menjawab sesuatu yang salah pasti berabe lagi urusannya.
Kini mereka sudah berada dirumah,terlihat mobil sang Ayah juga sudah sampai pertanda Alex sudah kembali dari kantor.
"Ayah sudah pulan,aku masuk lebih dulu baru Abang ya," Saran Alina.
"Tidak ,ayo masuk sama sama lagian apa yang dipermasalahkan?" Sahut Rafa yanh yang langsung menarik tangan Alina agar masuk kedalam rumah.
Jika memang serius dengan pasangan mu,tunjukan pada semua jangan sembunyi sembunyi agar cintamu benar benar tulus.
Segala macam rintangan dalam segala hubungan ,percayalah jika hal itu adalah pembuktian seberapa besar kekuatan cinta antara kalian.
Keduanya kini masuk kedalam rumah dengan tangan saling bergandengan,namun langkah kaki mereka terhenti ketika mendengar suara Alex.
"Ehemm,bisa tidak genggaman tangannya dilepas karena ini sudah dalam rumah.Tidak mungkin dibawah pergi lagi,jadi jaga sikap jangan aneh aneh," ujar Alex tajam tanpa ekspresi membuat Alina dan Rafa langsung salah tingkah.
"Aku kekamar dulu ya mau mandi," pamit Alina sambil menundukkan wajahnya.
"Aku juga ." Rafa menimpali .
"Setelah itu langsung kesini ada yang Ayah sama Bunda mau bicarakan," perintah Alex serius.
"Baik Yah," Sahut Rafa dan Alina bersamaan.
"Uhh suamiku keren,aku jadi tambah naksir deh," goda Selina.
__ADS_1
"Siapa dulu dong Bun,yang begini ini orang semua puji suami kamu katanya berwibawa dan sangat karismatik," ujar Alex narsis.
"Huh,jangan coba dengar pujian sedikit pasti hidungnya langsung kembang karena demam narsis," ejek Selina.