AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 126


__ADS_3

GUYS SORRY JIKA CERITANYA TAK SESUAI PERKIRAAN...MAKLUMLAH SUDAH DISETING DARI AWAL..


COBALAH MENYIMAK SINOPSIS AWAL,,PASTI AKAN PAHAM KENAPA AUTHOR MENULIS JALAN CERITANYA SEPERTI INI.


***💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT** **


Selina sudah tak bisa berkata apa apa lagi,ia pikir tadi keadaan suaminya sudah sedikit membaik ternyata itu semua salah besar.


Mungkinkah ini cobaan dari yang kuasa untuk menguji berapa besar perasaan cinta keduanya,dan keinginan untuk tetap bersama.Karena sepertinya takdir memang tak mendukung keduanya mulai dari awal menikah,dan terpisahkan ditambah sekarang kondisi kesehatan Alex.


"Terus bagaimana keadaan suami saya sekarang?" Tanya Selina penasaran.


"Keadaan tuan tak bisa dikatakan baik baik saja,karena sekarang dirinya tak sadarkan diri dan entah kapan akan bangun atau tidak sama sekali," ujar Dokter tersebut dengan raut wajah penuh penyesalan.


Ia menyesal karena mengikuti kemauan konyol tuannya yang tak ingin cuci darah,ataupun dirawat selama ini hanya mengandalkan rawat jalan saja.


Bahkan terkadang obat yang harusnya rutin diminum,seringkali diabaikan begitu saja.Sebagai dokter ia bersalah karena tak tegas untuk mengobati pasiennya,tapi mau bagaimana lagi jika pasien itu sendiri yang menolaknya.


"Maafkan saya nyonya karena tak tegas selama ini dalam merawat tuan muda," ujar Dokter tersebut merasa bersalah.

__ADS_1


"Bukan anda yang salah dokter tapi ini murni kesalahanku sebagai istri,meninggalkannya tanpa tahu keadaanya dan membuat suamiku menghukum diri nya seperti ini," lirih Selina sambil menatap tubuh pucat milik suaminya itu.


Pasien gagal ginjal sebenarnya bisa disembuhkan dengan donor ginjal dan jika pendonor belum ada maka bisa dilakukan dengan cuci darah.Tapi itu semua tak lepas dari kemauan pasien itu sendiri untuk sembuh,biarpun sudah ada pendonornya tapi kalau selama ini tak ditangani dengan betul maka akan percuma saja.


Karena jika salah satu organ dalam tubuh kita bermasalah dan tak segera ditangani dengan benar,percayalah penyakit yang lain sedang menghampiri kita.


"Dokter saya mohon lakukan terbaik untuk kesembuhannya dan jika boleh saya ingin mengecek ginjal saya apa cocok untuknya atau tidak," pinta Selina memelas.


Dokter tersebut sebenarnya mengagumi keteguhan hati Selina,tapi dirinya tak berani takutnya Alex tak mengijinkannya.


"Tapi bagaimana kalau tuan muda tak mengijinkannya." Sahut dokter tersebut menolak.


"Ya usahakan agar dia jangan tahu dan biar nanti saya sendiri yang mengatakannya." Selina dengan wajah memohon.


"Jodoh,maut dan segala yang lain sudah ada yang atur dan aku tak pernah permasalahan hal itu yang penting suamiku bisa kembali." Sahut Selina yakin tanpa ada unsur paksaan dari siapapun.


"Baiklah akan saya usahakan secepatnya untuk memeriksakan kesehatan anda," balas dokter tersebut.


"Bisakah malam ini memang mumpung semuanya sedang pulang kerumah dan Alex juga belum sadar," pinta Selina.


"Tapi semua petugas sudah pulang nyonya." Sahut Dokter itu.

__ADS_1


"Dokter urus mereka dan aku ingin malam ini diperiksa dan hasilnya besok pagi harus sudah diketahui," tegas Selina tak ingin dibantah.


Yang namanya Bos besar apalagi pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dokter tersebut tak bisa untuk membantah kemauan nyonya mereka itu.


Dengan perasaan campur aduk antara cemas,panik dan frustasi dokter Alfa(panggil saja begitu ya daripada kasihan anak orang hanya disebut dokter tersebut tanpa nama padahal emaknya sudah kasih nama sebagus itu).


Dokter Alfa menghubungi petugas laboratorium rumah sakit itu untuk datang segera,tentunya mereka memberikan alasan dahulu karena memang sekarang bukan jam dinas.


Tapi ketika mereka mendengar nama pemilik rumah sakit mau tak mau mereka harus pergi,padahal ada yang sedang main kuda kudaan ada yang main guling gulingan tapi dengan terpaksa harus pergi.


"untung juga bos kalau tidak aku mah ogah orang akunya tadi baru foreplay dengan si munaroh," Kesal salah satu petugas laboratorium.


"untung juga bos kalau tidak aku tak sudi keluar kamar,orang sijunior baru masuk semak belukar," umpat petugas yang lain.


Tak berselang lama petugas itupun datang dengan nafas yang memburu karena saking paniknya takut terlambat.


Selina kini tengah menatap sendu kearah suaminya,apapun akan dilakukan demi kesembuhan Alex.Meskipun nyawanya yang harus dikorbankan ia rela melakukan semuanya itu,karena ia hanya ingin membuktikan bahwa Alex berharga dimatanya.


Ketika para petugas Laboratorium sudah datang,dokter menuju keruangan tempat Alex dirawat untuk memberi tahu Selina bahwa pemeriksaan bisa dimulai.


"Permisi nyonya silahkan ikut saya untuk memulai pemeriksaan," ajak dokter Alfa.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya Selina mengikuti langkah dokter Alfa menuju ruangan yang dimaksud.Dirinya harap harap cemas karena ingin ginjalnya cocok dengan suaminya itu.


"Ya Tuhan kumohon kabulkan keinginanku kali ini saja karena aku tak pernah meminta apapun selama ini darimu." Doa Selina saat sudah masuk kedalam ruangan pemeriksaan.


__ADS_2