AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 228


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


"Pulang sekarang!" Tegas Rafa tak ingin dibantah.



"Lho kok gitu sih,kita kan baru mulai belanja masa main pulang saja?" Tanya Alina heran.


"Mau jalan sendiri atau kugendong?" Tanya Rafa serius.


"Ih Abang,jangan gitu lah kita kan baru kumpul sekali kali masa main pulang saja?" Tanya Lala menimpali.


"Kamu mau saya laporkan dengan kasus perbuatan yang tak menyenangkan?" Tanya Rafa datar kearah Lala.


Lala langsung menutup mulutnya ,karena sepertinya Rafa sedang tidak bercanda sekarang.


"Jangan aneh aneh deh,kamu kalau mau pulang ya silahkan bisa tidak jangan gangguin orang lain?" Kesal Alina.


"Baiklah kalau kamu tidak mau pulang,aku bakal tutup tempat ini sekarang!" Ancam Rafa.


"Ya ampun,hidup kok gini amat ya kapan senangnya?" Kesal Alina pelan.



"Jadi gimana mau aku gendong atau pulang?" Tanya Rafa lagi.


Pasrah,hanya itu yang bisa di lakukan oleh Alina.Karena wajah Rafa Kini sungguh tak bersahabat,hingga aura yang keluar pun sangat mencekam.


"Kalau kalian pulang aku nya gimana?" Tanya Lala penasaran.

__ADS_1


Rafa menataptajam kearah Lala,ia yang sedang Kesal bertambah kesal melihat tampang wanita bertubuh mungil itu.


"Kamu diam,atau aku bakal buang kamu ke kutub utara!" Ujar Rafa tajam.


"Heii enak saja kamu kalau ngomong,awas saja kalau macam macam bicara bakal kg hajar kamu!" Teriak Lala emosi.


"Kamu ancam saya?" Tanya Rafa datar.


Deg


Lala merasakan seluruh tubuhnya mati rasa,ia sangat takut melihat tampang Rafa sekarang.


"Ya Tuhan kenapa Bule ini mengerikan sekali?" Batin Lala.


"Kenapa diam?Sana pergi sebelum kesabaran ku habis,dan bakal terjadi hal yang tidak di inginkan!" Kesal Rafa melihat wajah songong milik Lala itu.


"Ih kamu itu kenapa sih,hobi sekali cari perkara?Terserah dong aku mau apa,jadi jangan sibuk sekali dengan semua urusanku!" Kesal Lala.


"Haha apa tidak salah nona,kamu yang ajak kekasihku kesini eh sekarang malah kamu yang marah?" Sinis Rafa tajam.


"Stop sudah stop sudah,aku itu capek kalau dengar omongan kalian dari tadi,kamu pulang Ya Beb nanti kapan kapan baru kita jalan bareng lagi!" Bujuk Alina yang sudah jengah melihat perdebatan antara Rafa dan Lala.


"Ckck,Ana aku kalau jadi kamu lebih baik di tinggalkan saja cari yang lebih romantis tapi tidak posesif berlebihan!" Sindir Lala tajam.


"Kamu itu kenapa sih jadi orang sibuk dengan masalah orang,padahal sudah pendek kecil pesek lagi!" Ejek Rafa membuat Lala meradang.


"Astaga Tuhan tolong,nih orang untung juga membunuh dilarang kalau tidak bakal ku bayar orang buat bunuh kamu!" Ancam Lala kesal.


"Kita pulang sebelum diderek satpol pp,terus di bawah ke kantor mereka karena buat keonaran di tempat umum!" Kesal Alina.


"Tidak bisa Yang,nih anak harus di buat perhitungan dulu kalau tidak nanti tambah ngelunjak!"Tolak Rafa.


"Jadi kamu pikir aku takut begitu,baiklah ayo mau bahas apa bilang sudah?" Tanya Lala kesal.


Mikael yang baru selesai mengadakan pertemuan disitu langsung tersenyum ketika melihat ada Alina,ia merasa dewa Zeus sedang mendukung dirinya.


"Manis,kamu ada disini juga?" Tanya Mikael tiba tiba.


Semua yang berada disitu menoleh kearah sumber suara,terlihat pria tampan sedang berdiri menghadap kearah mereka.

__ADS_1


Panas,Mencekam begitulah gambaran keadaan disekitar itu kini.


"Kamu kok bisa disini Tampan?" Tanya Lala antusias entah emosi tadi kepada Rafa menguap kemana?


"Kamu kenapa,cantik?" Bukan nya menjawab pertanyaan Lala Pria itu malah bertanya lagi kearah Alina.


"Aku kenapa?" Tanya Alina bingung.


"Kamu itu kenapa bisa disini hah ,jangan bilang kamu ikutin Dia?" Tanya Rafa memastikan.


"Eits,anda salah besar Tuan karena itu tidak pernah terjadi,lagian kami berdua kan jodoh jadi otomatis selalu ber sama!" Sahut Mikael membuat Rafa meradang.


"Kamu bicara apa tadi?" Tanya Rafa memastikan.


"Ya begitu sudah,jangan dibahas lagi karena aku ingin nya sama kamu saja,Manis!" Goda Mikael.


"Lho kok dia sih,padahal ada aku lho disini?" Tanya Lala heran setengah merajuk.


"Memangnya kamu ada apa?" Tanya Mikael heran.


"Ya aku kan paling cantik,tidak ada yang bisa ada tandingannya!" Ujar Lala percaya diri.


"Model kaya kamu di bilang cantik terus nanti kalau yang cantik di bilang apa?" Tanya Mikael mengejek.


"Astaga La,mulut sepedas itu kamu mau aku mah ogah!" Sindir Alina lalu segera menarik tangan Rafa untuk pergi dari situ.


"Ayo Sayang,kita pulang Yuk!"Ajak Alina pada Rafa.


"Ayo Sayang!"Sahut Rafa.


Kini keduanya hendak pulang,akan tetapi ditahan oleh Mikael.


"Eh mana bisa begitu,aku sama siapa disini?" Tanya Mikael tak terima.


"Ya sama dia lah,masa sama kucing begitu?" Sinis Alina.


"Iya benar sekali aku malah dengan suka rela menemani kamu ke sudut manapun,bahkan ke ranjang sekalian!" Goda Lala tanpa malu.


Alina menatap tajam kearah Lala,karena sahabatnya itu tanpa malu merendahkan harga dirinya sebagai wanita.

__ADS_1


"Astaga nih anak kenapa jadi malu maluin begini,lama lama di diskon pun tidak ada yang mau!" Omel Alina dalam hati.


__ADS_2