AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 322


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


ketika Alex hendak pergi terlihat Rafa dan Alina sudah keluar dari dalam kamar dan penampilan mereka sangat terlihat begitu segar, seolah orang baru berenang Habis dari kolam renangnya airnya begitu sejuk.


" kalian berdua kok penampilannya sudah berubah Memangnya baru habis dari mana, perasaan kan berbalik dari dalam kamar kok bisa-bisanya sudah seperti ini jangan bilang kalau kalian tadi habis aneh-aneh di dalam?" tanya si Selina penuh selidik membuat Alina dan Rafa kebingungan harus menjawab apa.


" oh itu tadi karena kami.....


" stop bicara yang tidak tidak lagi cepat duduk di sini terus kita ngomong yang serius, mau tidak mau kalian harus mau mengikut Apa yang Ayah sama bunda ngomong! karena belum apa-apa saja kalian sudah begini apalagi kalau sudah ada apa-apanya itu terserah dari kalian dia mau ngapain, orang tua boleh menunggu kalian di sini tapi bukannya dipikirkan malah malas tahu di dalam!" Selina benar-benar Tak habis pikir dengan sikap kedua anaknya itu memang susah jika berhubungan di dalam satu rumah pasti ujung-ujungnya modus selalu diandalkan.


" Baiklah karena kalian berdua suka Disini Bunda bakalan ngomong, kalau kalian itu bakalan menikah dengan Xavier lusa dan ingat Bunda tidak butuh penolakan sama sekali. karena sudah dibayarkan buat fikir tapi tidak menggunakan waktu dengan sebaik mungkin, jadi mau terima atau tidak sesuai dengan perkataan bunda harus kalian ikuti!" tegas Selina yang terlihat begitu tidak ingin dibantah membuat Alina Hanya bisa pasrah karena tadi memang tidak sempat berbincang.


" aku ikut saja deh apa kata Bunda, soalnya kan harus seperti itu tidak mungkin untuk dibantah!" Rafa menimpali dirinya bahkan tak memberikan waktu untuk Alina sekedar untuk menjawab.


"kalau ayah gimana apa Mau Berubah pikiran juga, setelah melihat mereka yang selalu menempel seperti begitu bunda saja was-was loh? kalau anak zaman dulu malah kok dibilangin pasti bakalan mendengar, nah yang seperti punyanya kita ini orang tua boleh duduk menunggu di luar sampai benyek mereka didalam masa asikan Unboxing mungkin! " Sindir Selina membuat Rafa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung harus ngomong apa.


Alex tidak mungkin dong membantah perkataan istrinya itu jika memang Selina merasa yakin itu benar maka semuanya pasti benar, sekarang pertanyaannya Bagaimana cara mempersiapkan sebuah acara pernikahan dalam waktu kurang dari 2 hari.


" Apa keburu pernikahannya lusa loh sedangkan kita belum ada persiapan sama sekali, biarpun mengandalkan uang tapi kita bakalan kelabakan? "tanya Alex memastikan.


" tenang saja nanti Bunda bakalan minta tolong sama Mas Rivan dan Dinda untuk membantu kita, soalnya mereka berdua juga harus sering kita dekatkan agar bisa ada getaran yang lain begitu! " sahut Selina membuat Alex menatap tak percaya ke arah istrinya itu.


" Kenapa sih setiap ada sesuatu selalu melibatkan Manusia cunguk satu itu, Kamu tahu kan kalau aku sangat tidak menyukai dengan sikap dia selama ini? kalau Dinda tidak masalah tapi kalau manusia itu, aku benar-benar tidak ikhlas dan juga tidak rela Jika dia melakukan sesuatu menurut kehendak hatinya! " tolakan Alex yang benar-benar tidak menyukai keberadaan Rifan karena pria itu itu selalu mencari Kesempatan Dalam kesempitan untuk mendekati istrinya.


" Mas pernah tidak berpikir kenapa sampai masrifan ingin agar Dinda tidak pergi jauh darinya, Kalau memang dia tidak punya rasa lebih kepada wanita itu tidak mungkin belum boleh memaksakan kehendak bahkan sampai ingin berantem dengan kita?" tanya Selina memastikan dengan apa yang ia pikirkan selama ini.


Alex diam bingung harus menjawab apa Ketika istrinya itu sudah berbicara hanya saja terkadang, apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan kenyataannya dan juga apa yang kita pikirkan tidak mungkin juga dipikirkan oleh orang lain.

__ADS_1


mungkin itu yang pernah dirasakan oleh Selina wanita itu tidak mau terlalu mencurigai seseorang dengan alasan yang tidak pasti, karena sama saja hal itu membuat kita menjadi tertekan tidak bebas melakukan apapun yang kita kehendaki.


" Ya sudah kalau memang itu adalah keputusan Ayah sama Bunda, aku sama Abang pergi menyusul Lala sama paman Xavier dulu ya untuk mencari cincin kawin sekalian juga dengan gaun yang bakalan dipakai!" ujar Alina yang sudah tidak ingin mendengar perdebatan kedua orang tuanya yang pasti tidak akan pernah ada habisnya jika belum ada pihak yang mengalah sedikitpun.


" Ya sudah hati-hati ya nanti kamu ambil saja di butiknya Q butik karena Bunda sudah pesan disitu dari jauh-jauh hari, tante Diana Kan kenal sama kamu jadi kalau kamu ke sana pasti dia bakalan Langsung kasih. jangan lupa juga ambil yang buat Lala karena Bunda pesannya ada dua, terus jangan lupa juga setelan buat abang sama paman Xavier semuanya sudah ada di situ kalau kalian mencobanya saja sudah Makin kecil atau makin melar!" ujar Selina membuat paling langsung memeluk erat tubuh Bundanya itu karena ternyata sudah jauh-jauh hari wanita paruh baya itu mempersiapkan segalanya dirinya saya sangat terkejut mengetahui hal yang baru saja dikatakan.


kini Rafa dan Alina menuju tempat yang sudah di share lock oleh Lala kepada mereka, berbeda dengan Selina yang kini sedang menghubungi Dinda agar datang ke kediaman mereka membicarakan soal pernikahan Rafa dan Alina.


ketika saling menghubungi Dinda wanita itu sedang membuat cemilan di kediamannya Rivan soalnya dirinya bingung harus melakukan apa jika segala sesuatu dilarang oleh Rivan,


Dinda mengerutkan keningnya ketika melihat ID pemanggil dan itu ternyata adalah Selina, kira-kira apa yang terjadi yang membuat sahabatnya itu sampai menelponnya.


"Ciao bella,qualcuno poò aiutarmi?


( Halo cantik, ada yang bisa dibantu? " tanya Dinda membuat Selina merasa kesal karena wanita itu sudah berulang kali mengatakan Jangan coba-coba berbicara menggunakan bahasa asing kepadanya.


" untung juga aku sedang memerlukan bantuan kamu, Coba kalau tidak Jangan harap aku bakal mendengarkan bahasa kekonyolan kamu itu! sudah tau aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan masih saja kamu mengatakan Yang tiba-tiba, awas aja ya kalau sampai terulang kembali bakalan ku gigit kamu biar bisa berhenti ngomong! "sungut Selina kesal membuat Dinda di seberang hanya bisa tertawa.


" ya Justru karena aku kasihan sama kamu makanya aku tidak suka kamu mengingat-ingat hal yang sudah berlalu, tahu kan kalau hidup itu harus dijalani tidak bisa hanya untuk berdiri tenang ditempat? Oh iya kamu lagi ngapain sekarang Aku ada keperluan loh dengan kamu dan Mas Rivan nya, sekarang dianya ada dimana? " tanya Selina memastikan.


" aku tidak ada lagi kesibukan apapun kok sekarang kamu tahu kan tukang paksa yang satu itu, masa aku kerja yang ini tidak boleh memegang itu tidak boleh maunya Hanya duduk manis ya aku enggak mau lah? aku sekarang lagi buat cemilan kok tapi sudah selesai kalau Mas Rivan nya orangnya ada di dalam kamarnya mungkin, Memangnya kamu memerlukan bantuan apa sampai menelponku?" tanya Dinda memastikan.


" Aku mau minta kamu dan Mas Rivan datang ke sini untuk membahas pernikahan Alina dan Rafa yang akan di gelar lusa, karena waktunya mepet jadi otomatis kita harus memerlukan banyak tenaga agar segala sesuatunya cepat selesai!" jelas Selina membuat Dinda terkejut kenapa bisa secepat ini.


" kamu tidak bercanda kan, Kok bisa secepat ini ini perasaan kita baru sampai tadi kok bisa dalam waktu singkat keadaan berubah pikiran seperti itu?" tanya Dinda penasaran.


" ya daripada mereka berdua Unboxing terus dan melakukan hal yang tidak-tidak lebih baik diwaspadai Dari awal kan tidak masalah, Jadi kalian bisa tidak datang ke sini untuk membantu aku dan Mas Alex?" tanya Selina lagi.


"ya aku gimana nya sama Rivan saja tidak mungkin kan aku pergi tanpa mereka, nanti dibilang tamu tidak tahu diri menyelonong begitu saja tanpa permisi lagi dulu!" ujar Dinda.


" cie yang sekarang pergi harus pamit kita yang lain mah bisa apa, Ya sudah kalau begitu kamu Cepetan ngomong ke dia Aku dengar kabar baiknya saja deh!" perintah Selina lalu segera mematikan panggilan itu.

__ADS_1


Dinda mendengus kesal karena bisa ya ada orang di dunia ini yang hanya menyampaikan maksud tujuan tidak ada basa-basi yang lain langsung menghilang begitu saja, itu kalau bukan namanya pemaksaan sebutan apa yang cocok untuk mereka?


" Kamu kenapa komat-kamit Sendirian di dapur kayak orang stress, ditinggal suami sih boleh bersedih tapi jangan sampai gila juga kan? kasih kalau rumah sakit juga sudah kelebihan kapasitas, apalagi pasiennya seperti kamu bakalan pusing tujuh keliling para perawat di sana?" tanya Rivan memastikan.


" kamu kalau ngomong kira-kira dong Memangnya tampang aku ini seperti orang kesakitan, lain kali ngomong itu dipikir dulu Jangan asal nyablak saja memangnya Kau pikir aku anak kecil apa yang hanya mau mendengar saja?" denda memasang wajah kesalnya.


" Ya habisnya kamu tadi itu aneh loh kalau dilihat tanda jangan kan aku orang lain pun pasti bakalan berpikiran sama! Memangnya kamu ngapain di sini sendirian, Apa ada yang sedang kamu pikirkan atau inginkan begitu?" tanya Rivan memastikan.


" tadi Selina nelpon katanya kita diminta ke rumahnya karena dia ingin meminta tolong buat membantu persiapan pernikahan Rafa sama Alina, kalau kamu mau ya sudah kita ke sana tapi kalau tidak ya nggak apa-apa Habis mau gimana lagi?" jelas Dinda.


" terus kamu jawabnya apa kepada Selina soalnya aku sih nggak masalah kalau membantu dia tapi suaminya itu kan selalu sensitif setiap ada aku, niat baik Kalau tidak dihargai ya sama saja bohong lebih baik tidak usah sama sekali kan? " ujar Rivan mengemukakan pendapatnya.


" Sebenarnya kamu tidak terlalu sepenuhnya salah di sini hanya saja kalau aku jadi Alex pun bakalan berpikiran sama, sebab kamu secara terang-terangan menggoda istrinya. Memangnya ada suami dirinya ini bakalan ikhlas melihat istrinya diperlakukan seperti begitu oleh pria lain, maka dari itu supaya hal itu tidak terjadi lebih baik di waspadai saja Dari awal kan?" ujar Dinda yang sebenarnya tidak suka dengan cara memperhatikan Selina tidak pernah berubah dari dulu meskipun Wanita itu sudah memiliki suami.


" ya maka dari itu aku tidak ingin kamu menjawab sedikit dariku agar tetap merasa nyaman sama kamu supaya bayangan Selina sedikit menjauh, aku tidak terbiasa dengan wanita lain selain dia Dan sekarang aku akan mempercayakan diri dengan kamu suka ataupun tidak!" tegas Rivan membuat Dinda bingung harus menjawab apa karena dengan begini ini pertanda bahwa pria itu tidak ingin dirinya menjauh sedikitpun.


" pergi sudah kau kebebasanku semoga kelak berjodoh kembali," batin Dinda ingin menangis tapi memalukan sekali kau sampainya tunjukkan di hadapan Rivan yang tidak punya hati menurutnya.


" Jadi gimana kita ke sana atau tidak soalnya aku kasihan loh pernikahan mereka lusa secara mendadak tidak mungkin kan Selina bakalan bisa mengatur sendirian, Kalau kamu pergi aku juga bakalan pergi Kalau kamu tidak pergi Ya sudah aku juga bakalan tidak jadi pergi!" perkataan Dinda itu membuat Rivan tersenyum Siapa sih yang tidak senang ketika keberadaannya dihargai.


" Ya sudah karena kamu tidak bakalan pergi dari sampingku kita akan pergi sekarang juga, kamu tenang saja aku tidak akan pernah menatap kearah Selina seperti dahulu lagi," Dinda mengerutkan keningnya Kenapa jadi Rivan berjanji pada Memangnya ia siapa.


" Ayo kita berangkat saja daripada kamu tambah ngomongnya nggak jelas, aku juga kangen banget sama Alina pengen lihat sudah sebesar Apa sih itu anak?" ajak Dinda membuat Rivan hanya bisa tersenyum karena melihat wajah wanita itu yang seperti sedang orang yang tersipu malu.


" wajah kamu kenapa kok berubah seperti begitu, seperti orang yang lagi malu-malu kucing atau gimana gitu? " tanya Rivan sembari tersenyum menggoda membuat di Dinda mendengus kesal.


" Oh iya Vigo nya di mana Kok dari tadi tidak kelihatan, dia kan lebih cepat kalau di minta tolong kalau soal beginian kita mah bisa apa paling cuma bengong doang?" tanya Dinda penasaran karena dari tadi tidak melihat keberadaan Vigo sama sekali Entah Di mana pria itu sekarang.


" ya dia pasti pulang ke apartemennya lah Masa harus di sini terus, kamu kenapa sih malah bertanya tentang dia memangnya aku masih kurang? "tanya Rivan tak suka jika Dinda mempedulikan orang lain.


" Memangnya salahnya aku di mana coba menanyakan tentang Vigo, Biar bagaimanapun pasti asisten kamu itu selalu berhubungan seperti yang begini Makanya kalau ngomong sama dia kan pasti dia bakalan punya koneksi di luar!" jelas Dinda membuat refund hanya bisa mendengus kesal dan diam saja tidak ingin banyak berbicara lagi karena pasti akhir-akhirnya dirinya yang salah.

__ADS_1


__ADS_2