AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 293


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Xavier menatap tajam kearah Lala yang dari tadi banyak bicara,ia tak tahu harus bagaimana lagi cara membuat wanita itu diam.


" kamu bisa diam tidak atau memang bodoh kamu tuh tahunya hanya berbicara saja untuk diamnya tidak tahu, Saya bingung dulu waktu ibumu mengandung Kamu makannya apa sih jangan bilang suka buntut ayam jadinya komat-kamit terus!" sungut savier membuat Lala merasa kesal.


lalu menatap tajam kearah pria yang berada di sampingnya itu yang sedang mengemudi mobil, Memang sih kalau dilihat dari dekat sangat tampan kece badai membahana.


tapi jika ditelisik secara baik-baik mulutnya itu loh pedasnya ngalahin boncabe level 15, jika bertemu dengan Lala,pria itu tidak pernah ada namanya katanya mengalah.


" Kalau kamu tidak sanggup dengan sikapku Kenapa harus datang menjemputku, Lagian kamu pikir ibu sama bapakku kekurangan ongkos jadi membutuhkan seseorang untuk memberikan tumpangan gratis?" Tanya Lala kesal.


" Sepertinya iya, soalnya anak model kayak kamu jangankan orang tua kamu saya saja rugi lho setiap bertemu kamu kalau bukan otak saya yang harus dipaksa berpikir itu berarti kuping saya yang bakalan lepas!" sahut Xavier tak mau kalah.


" yang suruh kamu dengerin saya ngomong itu siapa? Bukannya kamu yang selalu datang samperin saya, membuat pekerjaan saya waktu saya jadi hancur berantakan?" Tanya Lala sinis.


" Sejak kapan saya samperin kamu, pekerjaan saya tuh banyak tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu?" tanya Xavier seolah lupa dalam kebiasaannya selama ini.


" Terus yang tadi samperin saya ke kampus itu siapa, ferguso begitu?" Tanya Lala dengan tatapan mengejek membuat Xavier di skakmat habis oleh gadis mungil itu.


" itu perasaan kamu saja yang terlalu menganggap berlebihan, orang saya tadi dipaksa sama Tuan Rafa kok datang kesini kalau tidak mana mau!" bohong Xavier lagi namun namanya Lala mana pernah percaya dia bahkan tertawa dengan keras.


"Haha, wah itu artinya anda mau dong disuruh-suruh sama seseorang? kalau misalnya disuruh lompat dari atas Monas ke bawah mau tidak, Soalnya disuruh buat ngelakuin hal yang tidak diinginkan saja kamunya mau dengan sesuka hatimu!" ejek Lala membuat Xavier menghentikan mobilnya lalu menatap tajam kearah gadis itu.


"Kamu.....," Xavier menghentikan perkataannya karena tatapan Lala tak kalah tajam dari nya.


"Apa, kamu pikir saya takut dengan perkataan kamu ataupun dengan bodynya kamu ini? sorry ya saya bukan tipe wanita yang bisa diinjak-injak harga dirinya, Oh maaf jika anda berpikiran seperti begitu lebih baik carilah wanita lain bukan saya orangnya!" entah Mengapa Lala rasa tak suka dengan sikap Xavier yang tidak pernah ada romantisnya sama sekali dengan dirinya.


Xavier mengucap rambutnya frustasi, ternyata dugaannya selama ini salah jika beranggapan bahwa Lala adalah gadis yang mudah ditaklukan.


" Paman mau suruh saya turun di sini, Baiklah dengan senang hati saya akan melakukan hal itu?" Tanya Lala hendak membuka pintu mobil namun dicegah oleh Xavier.


pria itu memegang tengkuk leher lalu menarik wajahnya agar mendekat padanya, tanpa banyak bicara di diraup nya secara rakus benda kenyal yang dari tadi tidak pernah berhenti bergerak.


jantung Lala Berhenti Berdetak beberapa detik karena benar-benar terkejut dengan serangan dadakan yang diberikan Xavier barusan, otaknya tidak dapat berpikir dengan jernih lagi karena This is first kiss dari Lala.


Xavier bahkan sedikit menekan kepala Lala agar bertambah dekat dengannya, dan kemudian memperdalam ciuman keduanya.


Persetan dengan egonya ataupun harga dirinya nantinya, karena sesungguhnya bingung harus berbuat apa agar lalap paham dengan perasaan yang tersembunyi pada dirinya yang tidak mampu ungkapkan.


"Hmphtthhh...


kata-kata Yang Lalu ucapkan tidak terdengar jelas karena terhalang oleh Xavier yang tidak mau melepaskan pagutan keduanya, pria itu bahkan melakukannya dengan ritme yang beraturan membuat Lala pun akhirnya terbuai dan melingkarkan tangannya dilehernya Xavier.

__ADS_1


Untung juga siang dan mentari sudah menampakkan sinarnya yang begitu menyengat jadi tidak ada Satpol PP yang bertugas.


Coba kalau tidak, bisa dipastikan saat itu juga mereka bakalan digelandang ke KUA dan dinikahkan secara tidak sopan.


belum lagi nanti reaksi dari Mira ibunya Lala, bakal dipastikan atap rumah mereka bakalan jempol dengan suara cempreng wanita bertubuh subur itu.


Xavier yang sadar jika Lala bakalan kehabisan nafas,


Jika ia tetap melakukan hal itu dengan segera Ia pun menjauhkan wajahnya dan mengusap pelan bibir bahasanya Lala akibat ulahnya itu dengan ibu jari.


Lala hanya menundukkan kepalanya sambil menoleh kearah luar, Jangan ditanya lagi bentuk wajahnya kini kalau bukan kepiting rebus ya udang karena sudah memerah menahan malu.


" Ih aku tadi kenapa sih kok bisa ***** seperti itu, mana becek lagi jadinya kan tidak nyaman?" lirih Lala dalam hati.


Xavier yang melihat Lala memalingkan wajahnya ke tempat lain hanya bisa tersenyum, diusapnya pelan rambut Lala sambil menarik tubuh mungil itu masuk ke dalam pelukannya.


" Maafkan Aku tadi sudah bertingkah terlalu berlebihan, Kamu marah padaku?" Wah ternyata Abang Xavier bisa Manis juga ya kalau ngomong.


Lala hanya menggelengkan kepalanya karena memang jujur Jika jantungnya masih belum bisa di kompromi, detaknya bahkan terasa lebih kencang lagi ketika Xavier mengecup pelan Puncak kepala.


" kamu kok diam saja,marah karena aku tadi lancang atau kamu memang ingin mendiamkanku?" tanya Xavier yang masih ingin mendengar suara Lala yang dari tadi tidak berhenti berbicara.


" Aku mau pulang, sekarang juga tolong jangan bertanya apapun lagi aku bingung harus menjawab apa!" pinta Lala menahan tangisnya.


" Oke baik kita pulang sekarang, tapi jangan bersikap seperti itu aku jadi merasa bersalah nih!" bujuk Xavier lagi.


Lala bukannya marah hanya saja dirinya kaget dengan pengalaman pertama yang diberikan Xavier padanya, Memang sih cukup aneh di usia yang sudah terbilang 24 tahun belum merasakan hal seperti itu.


hanya saja Setiap orang mempunyai pemikiran dan juga menyikapi sesuatu itu secara berbeda, terkadang dibawa perasaan ada juga dianggap sebagai angin lalu.


Tapi percayalah segala sesuatu dilakukan bukan karena ikut trend zamannya atau ingin coba-coba, karena nanti bisa berakibat fatal dan pertanggung jawabannya bakalan sangat menyiksa.


kini mobil yang keduanya tumpangi sudah berada tepat di rumah keluarga Roberto, membuat Lala merasa heran kenapa harus dibawa kembali ke tempat ini Bukankah dirinya punya keluarga dan orang tua yang sedang menunggu.


pikirannya yang negatif sudah mulai melebar kemana-mana, antara takut jika nanti masa depannya bakalan hancur hari ini juga atau Xavier adalah orang nekat dan bakalan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan dirinya.


" paman Tolong ya jangan melakukan apapun padaku, jika memang dendam selama ini karena aku terlalu banyak cerewet aku minta maaf sebesar-besarnya. hanya saja Aku ingin pulang ke rumah bukan ke sini, nanti kalau orang tuaku cari gimana Masalahnya kan bisa tambah berabe?" pinta Lala lagi membuat Xavier mengejutkan keningnya karena heran.


" Maksud kamu apa ngomong seperti itu?" tanya Xavier memastikan.


" ya Paman kan ingin melakukan hal yang tidak-tidak kan padaku, makanya memaksaku dibawa ke sini agar tidak ada yang bakalan mengganggu?" tanya Lala gugup.


Xavier akhirnya paham kemana arah pembicaraan gadis itu, ternyata masih kecil tapi aku mesum adalah yang paling utama.


" kamu menuduh saya bakalan melakukan hal tidak senonoh pada kamu, jadi menurut kamu saya ini pria hidung belang begitu yang selalu menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan?" tanya Xavier sambil tersenyum.


" Nah itu paman Tahu, orang tadi di mobil yang banyak kendaraan hiruk-pikuk saja Paman nekat apalagi di rumah hanya berdua saja? urusannya bakal lebih berabe lagi, Aku tidak ingin hal itu terjadi!" sinis Lala membuat Xavier langsung memeluk gemas tubuh wanita mungil itu.

__ADS_1


" kamu itu otaknya nanti kapan-kapan harus dimasukin ke laundry deh sepertinya, soalnya isinya jelek semua tidak ada yang benar satupun! Aku membawa kamu ke sini karena Nona Alika itu tidak ada temannya, Lagian kamu kan sudah minta izin kan kepada orangtuamu agar menginap di sini selama orang tuanya Nona Alika Pergi?" tanya Xavier yang berusaha menahan tawanya.


Lala menepuk jidatnya karena mengingat hal itu, Entah mengapa saat berdekatan dengan Xavier wataknya berubah menjadi lemot tidak bisa berfungsi dengan benar.


" Hehehe iya juga sih Kok aku bisa lupa ya, Padahal baru kemarin pamitnya!" ucap Lala sambil terkekeh.


Xavier menggandeng tangan malah masuk ke dalam rumah.Tanpa sadar jika itu semua dilihat oleh Lina dan Rafa yang sudah selesai dalam urusan surga dunia mereka, kedua terlihat saling berpandangan karena merasa heran dengan kedua manusia yang sedang berjalan ke arah mereka'


" itu beneran Paman Xavier sama Lala?" tanya Alina memastikan.


" Iya benar sekali Yang, sepertinya kita bakalan nikah berjamaah!" sahut Rafa dengan wajah datarnya tanpa ekspresi.


" tapi kenapa kamu saat ngomong wajahnya seperti begitu, kayak tidak ada keikhlasan sama sekali?" tanya Alina penasaran.


" ya mau ikhlas bagaimana orang sudah terjadi di depan mata tinggal dijalani saja, tergantung mereka berdua serius atau hanya main-main!" ujar Raffa santai dan Alina membenarkan perkataan itu.


dalam sebuah hubungan yang menjalaninya adalah 2 orang, kita yang lain hanya bisa mengarahkan saja dan selebihnya percayakan kepada kedua orang tersebut.


karena dalam menjalani hubungan tetapi berada di bawah bayang-bayang orang lain, maka dipastikan Anda Belum Cukup dewasa dalam mengambil sebuah keputusan.


"Ekhemm, sepertinya ada yang lagi pdkt nih?" Sindir Alina membuat Lala pun tersadar dengan kelakuannya dan melepaskan segera tangan Xavier yang menggenggam erat nya tadi.


" ih Lina kamu apaan sih Orang tidak terjadi apapun kok hanya perasaan kamu saja kali, lain kali kalo ngomong tuh jangan sembarangan nanti jatuhnya fitnah!" Ketus Lala yang mencoba untuk berbohong karena tidak siap jika di introgasi terus sama Alina.


" Oh ya tapi kenapa aku melakukannya ya seperti ada kebohongan begitu, kamu tenang saja aku setuju kok kalian berdua kalo jadian! soalnya kasihan Mau ngapain selalu sendirian apalagi di musim hujan begini lebih sengsara, apalagi Paman Xavier yang sudah tua lama-lama tulangnya bisa encok semua karena kurangnya kehangatan!" ini sebenarnya Alina sedang mendukung Xavier dan Lala atau menyindir keduanya?


" Astaga Alina kamu nih keterlaluan jujurnya atau tidak, aku pikir tadi itu kamu bakalan mengeluarkan kata-kata yang menguatkan begitu? eh ini sudah diangkat tinggi-tinggi terus dihempaskan ke bawah sakit Sakitnya Tuh Disini, Lain kali kalau memuji seseorang tidak ikhlas lebih baik tidak usah sama sekali deh jatuhnya sakit hati!" Rafa melotot ke arah Lala yang sudah berani memarahi calon istrinya itu.


Lala yang melihat tatapan tajam dari Rafa Bukannya takut malah menantang pria itu, dirinya tak terima jika disalahkan dengan apa yang tak dilakukannya sama sekali.


" Woi matanya tuh jangan dibuka selebar itu nanti lama-lama loncat keluar, kan kasihan sahabatku belum menikah calonnya sudah ditinggal pergi!" ujar Lara dengan tatapan mengejek membuat Xavier yang di seberang merasa berbangga karena akhirnya dirinya mempunyai sekutu untuk melawan Rafa.


" Wah ternyata Gadis mungilku ini sangat manis, dengan begini ada yang bisa membalaskan dendamku pada majikan yang tidak ada akhlak seperti dia!" batin Xavier sambil tersenyum tapi dalam hati Mana berani secara langsung bisa habis digorok lehernya oleh Rafa.


" kamu supaya saya cepat mati?" tanya Rafa sambil melototkan matanya tajam.


" Ih siapa yang ngomong begitu kamu sendiri loh yang ngomong kalau mau mati, ya kalau saya sih mendukung saja biar berkurang salah satu penghuni bumi ini akan bertambah luas sedikit." Alina sudah tidak mau menimpali lagi karena ia yakin Rafa dan Lala kalau berdebat pasti tidak ada bakalan mengalah.


" Hai kamu asisten sialan Kenapa tadi membawa wanita cucunguk seperti ini ke rumah aku, sudah merusak suasana hidupnya harus memerlukan banyak oksigen dan akhirnya semua yang berada di dalam sini pengap rasanya." nah tuh kan mereka berdua yang berdebat Xavier yang disalahkan Sungguh malang nasibmu nak.


" nah tuh kan pasti saya yang salah lagi padahal dari tadi saya Diam, coba kalau saya juga ikutan ngomong bisa lebih panjang urusannya." sungut Xavier dalam hati.


Lala tak terima jika Xavier dibawa-bawa, biarkan sudah pasang badan untuk melawan keangkuhan dari penerus itu Roberto group itu.


" Kenapa kamu yang nyolot sih, jadi orang selalu saja melimpahkan kesalahan pada orang lain padahal yang jelas-jelas kamu yang salah? Lain kali kalau tidak mampu berdebat Jangan memaksakan diri, pasti nanti darah tingginya kumat Terus Koit Siapa yang bertanggung jawab coba?" sumpah demi Dewa Neptunus jika di dunia ini stok manusia seperti Lala itu 1 berbanding 1000 maka dipastikan bakalan terjadi cekcok tiap hari.


Ya iyalah segala sesuatu tidak mau mengalah padahal sudah salah, dibilangin malah ngeyel Siapa coba yang bisa bersabar?

__ADS_1


demi ferguso yang hidup kalau jadi autor bakal diajak Sleding terus lihat siapa yang menang, kalau Lala yang menang cerita ini bakalan autor tamatin sekarang juga.


__ADS_2