
Lanjut GUYS
Lala berusaha menahan emosinya walaupun Tika selalu berusaha mengompori dirinya terus, karena tadi dirinya ngegas saja Alina sudah pergi apalagi kalau sekarang lama-lama satu kelas itu bisa walk out'
" sabar sabar Lala Bukankah Orang sabar itu disayang Tuhan, jadi kamu harus sabar biar tambah cantik terus cepat laku kawin deh!"" batin Lala dalam hati berusaha menjadi gadis yang manis dan sabar.
" kenapa lo takut sama gue Kasihan banget sih, Makanya jadi orang itu jangan ngegas terus situ pikir semua orang bakalan tunduk gitu? " tanya Tika sambil tersenyum mengejek.
Lala mendengus kesal ternyata menjadi orang sabar itu cobaannya sangat banyak, mulai dari diajak berantem berdebat syukur-syukur tidak diajak adu jotos.
" ini anak syukur juga aku lagi Insaf coba kalo lagi belok, bisa Sleding kau terus jadi penghuni UGD sekarang!" batin Lala kesal.
semua anak-anak dalam kelas itu menatap kesal kearah Tika yang mencoba untuk membuat Lala juga ikut terpancing, berbeda dengan yang lain yang senang sekali juga Lala dibully karena sikap Lala yang banyaknya minta ampun itu yang tidak ada; saat berbicara tidak pernah mau kalah.
sebenarnya melakukan sesuatu dalam hidup itu tidak perlu harus dipuji orang lain ataupun diakui oleh semua, cukup jalani saja jika engkau merasa senang Lanjutkan jika tidak stop di tempat.
Di lain tempat sudah sampai di kantor Putra nya Alex dan istrinya,terlihat mereka sedang berjalan menuju ke lift sambil bergandengan tangan.
Jangan di tanya hal itu atas kemauan siapa,pasti perbuatan Tuan Roberto yang terhormat itu!
'Sayang,saat sampai kantor kita gandengan tangan Ya!" Bujuk Alex membuat Selina menatap horor kearahnya.
"Kamu itu kenapa sih tingkahnya,selalu buat malu?" Tanya Selina heran.
"Ya maksudnya biar kita terlihat romantis begitu!" Sahut Alex yang masih memasang mode agar istrinya itu paham.
"Ogah,aku malu kali sudah tua tapi masih bertingkah seperti bocah!" Tolak Selina lagi.
"Kamu mah tega Yang ,jarang lho ada suami yang mau romantisan sama istri di hadapan orang lain!" Bujuk Alex masih dengan mode yang terdengar lebay nya minta ampun.
"kalau mau bersikap romantis sama istri itu,tidak perlu harus dilihat orang juga kan?Bisa hanya kita berdua,terus mungkin jangan terlalu mengumbar sesuatu yang nantinya bakal tidak abadi!"Jelas Selina serius.
Alex menghembuskan nafasnya kasar ternyata meminta tolong pada istrinya itu memang paling Setengah Mati, memang Apa susahnya sih diajak romantisan bukan kerja berat seperti memikul beban beras 50 kilo begitu?
" bodo amat mau kamu mau atau tidak yang penting kita harus jalan sambil gandengan tangan , Persetan dengan tanggapan orang lain yang penting selagi kita bahagia untuk apa menolak melakukan semua itu! " ujar Alex lalu menarik tangan istrinya agar masuk kedalam lobby kantor.
" Haduh ini orang dari dulu sampai sekarang tidak ada namanya sadar-sadar, masa hobinya hanya cari sensasi yang bikin kita jadi viral semenit doang! " gerutu Selina dalam hati sebab Ia sudah tak ingin membicarakan langsung pasalnya salah satu hobi Alex yaitu membantah dirinya jika kemauannya tak dituruti.
" ya terserah kamu saja deh aku mah Ikhlas enggak ikhlas di ikhlasin saja, Lagian selagi itu bisa membuat Tuhan senang no problem kan? " Sindir Selina dengan ekspresi datarnya tapi ingin tertawa atau pun tersenyum sama sekali wajahnya ia tekuk sepanjang perjalanan menuju ke ruangan Rafa.
Alex hanya bisa menahan tawanya ia sadar apa yang ada di dalam isi otak istrinya itu, kalau bukan ingin memakinya pasti ingin membunuh dirinya kalau bukan ingin menghajar dirinya pasti ingin tenggelamkan dirinya ke laut.
"jangan marah-marah yang gini gini aku suami kamu loh, yang mesti disayang-sayang dipeluk-peluk di elus-elus biar semua dunia tahu kalau Alex Roberto itu miliknya Celina Roberto seseorang!" Sindir Alex kepada istrinya yang dari tadi tidak tersenyum sama sekali padanya.
" bodo amat Sesuka aku lah mau ngapain, tidak usah kamu peduli bukan kah kamu itu orangnya yang paling egois di jagat raya ini? " Ketus Elina sambil memasang wajah cemberut nya.
para karyawan di situ merasa iri dengan Kemesraan tuan dan nyonya mereka, Bagaimana tidak cara Alex memandang ke arah Selina sungguh bikin meleleh.
__ADS_1
tatapannya penuh cinta penuh kasih sayang yang tersirat ketulusan di dalamnya , membuat Siapa saja yang melihatnya akan merasa iri karena tidak dapat melakukan seperti yang mereka lakukan.
" ya ampun Tuan Alex dan Nyonya Selina So sweet banget sih jadi orang, jiwa jombloku kan jadi meronta minta tolong!" batin salah satu pegawai di situ.
" Iya kamu benar banget besok lusa aku kalau punya suami Pengennya yang kayak Tuan Alex, biarpun perutku keroncongan biarpun tidur kedinginan ataupun kehujanan yang penting punya suami yang selalu romantis sepanjang waktu! "ujar Dian menimpali.
" nah pemikirannya Bodoh begini ini yang Nanti manisnya saat pacaran pahitnya pas udah nikahan, Lagian manusia Siapa yang mau mati bodoh bodoh karena kelaparan? " Ketus Mela resepsionis yang bertugas di situ.
Alex dan Selina menganggap perdebatan para pegawainya itu hanya angin lalu, Lagian kalau tidak menyinggung harga diri mereka atau ngapain juga dipermasalahkan. Jangan karena dirimu punya kekuasaan yang lebih dari orang terus menganggap kamu itu selalu benar orang lain selalu salah, tolong jangan seperti itu karena sama saja uang itu hanya semata barang dunia tidak bisa dibawa mati.
saat sampai di lift seharusnya berusaha melepaskan pegangan tangan Alex yang begitu erat seolah dirinya akan terbang jika dilepaskan, dia merasa risih karena diperhatikan oleh semua orang yang mereka jumpai sedangkan suaminya itu hanya cuek bagaikan bebek yang tak peduli dengan sekitar.
" kamu bisa tidak lepaskan tangan aku malu dilihat orang, Lagian kamu pikir dunia ini hanya kita berdua doang yang lain cuma numpang makan begitu?" tanya si lina Tak habis pikir.
Alex malas tau tak peduli dengan ocehan sama istri, karena baginya Jika ia menikmati hal itu untuk apa memikirkan perasaan orang lain yang belum tentu Seiya dengan pendapat kita.
" kamu itu dengerin aku nggak sih," Aku kan udah bilang tadi lepasin tangan aku soalnya malu diliatin semua orang? "tanya Selina setengah berbisik.
" Biarkan saja orang melihat lagian yang kamu pegang itu suami kamu bukan suaminya orang, Jadi untuk apa diambil pusing jika hobinya mereka hanya untuk mencari kesalahan orang lain tanpa tahu apakah mereka salah atau benar!" sahut Alex cuek membuat Selina hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
"sabar sabar bukannya Orang sabar itu disayang Tuhan Selina? punya suami kayak dia memang stok kesabaran kamu harus segudang biar lama habisnya , kalau tidak tiap hari kamu bisa naik tensi terus darahmu itu! "batin Selina.
"mukanya tuh jangan manyun terus nanti aku Serang kamu di lift baru kamu merasa ya!" ujar Alex pelan.
Selina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya stop sudah dirinya berdebat, bisa dipastikan tidak akan ada ujungnya dan membuat keduanya berkelahi di lift itu.
nanti kalau sampai hal itu terjadi malunya mau taruh di mana? tadi sok manis di depan para karyawan Eh masa di belakang sudah baku hantam, nanti Apa kata dunia ini?
" Astaga sudah sampai di sudut-sudut pun kamu masih pegang tangan aku, jangan berlebihan deh jatuhnya kan kurang bagus lihatnya? " ujar Selina Ketus.
" ya biar afdol kan kalau mau pegang tangan itu dari awal harus sampai akhir tidak boleh berhenti di tengah jalan, kan lihatnya tidak terlalu bagus begitu!" sahut Alex santai tanpa beban maklum pola pikiran nya kan selalu saja Dibawa santai.
tok tok tok
"Abang Ayah sama bunda boleh masuk tidak?" tanya Alex dari luar karena Biar bagaimanapun tempat ini adalah daerah kerjanya Rafa mereka sebagai orang tua tidak boleh langsung main Lolong saja.
Rafa yang sedang memeriksa berkas penting di mejanya, merasa penasaran kok bisa-bisanya orang tuanya datang di jam segini?
" masuk saja Ayah pintunya tidak dikunci kok! " sahut Rafa dari dalam.
ceklik
pintu terbuka tampaklah pasangan couple yang selalu saja berdua di mana saja, lebih parahnya lagi pemandangan kali ini membuat Rafa mendengus kesal Bagaimana tidak Ayahnya masih saja memegang tangan Bundanya yang terlihat risih dari tadi.
" Ayah aku boleh tanya tidak? " tanya Rafa memastikan.
" boleh dong Memangnya kamu mau tanya apa? "tanya Alex penasaran.
__ADS_1
"ayah itu sebenarnya punya malu atau tidak, noh Lihat mukanya Bunda Dari tadi itu tidak ada manis-manisnya aku Ayah paksa diri sekali mau pegang tangannya Bunda? "Sindir Rafa sambil tersenyum mengejek.
Alex melepaskan pegangan tangannya lalu menatap horror kearah putranya yang selalu saja mengejek dirinya, semenit kemudian senyum terbit di wajahnya karena ia punya kata-kata yang pas dengan kondisi yang dialami rasa sekarang.
" ngapain malu orang kita udah halal kok, yang malu itu yang lagi pengen ngebet buat kawin tapi tidak jadi-jadi soalnya sudah tua tapi maunya kawin sama yang masih kuliahan!" Sindir Alex sambil tersenyum mengejek.
"ah ayah kok jujur sekali sih mulutnya Nanti kalau anak ayah aku culik terus bawa lari ke KUA baru Nyaho!" ancam Rafa yang ekspresinya tidak ada senyuman sama sekali.
" Oh tenang saja itu mah mau perkara mudah, tinggal Ayah laporin ke polisi terus bilang ada om om mesum yang ngebet pengen kawin sama anak ayah tapi karena nggak dibolehin sama orang tuanya eh dia bawa lari deh jadinya! "sahut Alex yang membuat Rafa langsung diam seketika.
" Kamu kalau ngomong itu Tega amat sih jadi orang, anak sendiri kok dibilangin kayak gitu awas aja kalau sampai Beneran aku hajar kamu pakai wedges Yang aku pakai!" kesal Selina menimpali perkataan suaminya yang unfaedah itu.
Alex bergidik ngeri si nyonya kalau lagi marah macan pun kalau, apalagi singa jantan tidak ada artinya sama sekali.
"Bunda memang terbaik syukur punya Bunda yang baik Coba aku hanya punya ayah yang kayak gitu entah jadi apa hidupku nanti, mungkin sudah mati Nelangsa Ditelan Bumi! Sindir Rafa sambil tersenyum mengejek ke arah Alex.
" Dasar anak kurang ajar bisa-bisanya orang tuanya lagi bertengkar dia tertawa senang, awas aja kamu ya kalau susah jangan coba-coba cari Ayah!" kesal Alex.
"ya maaf Ayah, Ayo silakan duduk jangan berdiri saja nanti kesannya aku punya utang miliaran loh sama kalian!" ujar Rafa bercanda.
" Oh jelas itu, soalnya nanti saat nikah sama anaknya saya kamu bakalan Saya minta Mas kawinnya uang segudang, terus harus kerjanya ya keringatnya itu harus sampai satu ember baru boleh nikah!" sahut Alex tak mau kalah.
" kamu kalau Ajak Abang berdebat terus lama-lama aku bakalan daftar jadi penulis novel online, dengan judul AYAHKU MERTUAKU!" Sindir Selina Ketus.
tawa ketiganya menggema dalam ruangan yaitu sungguh perbincangan yang absurd antara orang tua dan anak, berbeda di lain tempat seorang pria tampan sedang galau memikirkan nasib dirinya selalu seorang diri seperti ini.
" kata grandmother Aku punya abang yang dibawa ke sini sama orang tua angkatnya, tapi kok sampai dunia sekarang tidak ada tanda-tanda kehidupan yang muncul? masa iya aku harus cari keliling setiap rumah satu persatu, masakan besar tidak main-main loh jumlah penduduk yang ada? " batin Michael frustasi.
" maksud hati mau cari jodoh biar bisa jadi teman Jalan Teman Curhat, eh malah naksir punya orang kalau model kayak begini terus bisa jadi apa hidup kunanti?" sambung Michael lagi.
mungkin juga di flashback para Reader mungkin tidak lupakan soal jati diri seorang Rafa Roberto, anak yang diangkat Selina ketika masih berada di Panti Asuhan di Netherland?
anak yang dahulu selalu menyendiri kini berubah jadi pernyataan dan mandiri, jangan lupakan juga Ia merupakan calon menantu dari keluarga Roberto.
wajah Babang tamvan Rafa Roberto
lanjut
" tumben Ayah sama Bunda datang Ada apa ya?" tanya Rafa penasaran.
" Ayah sama Bunda mau pamit sama Abang nanti tolong sampaikan ke adik juga, Kalau kami malam ini bakal bertolak ke Itali buat mengontrol perusahaan di sana." sahut Alex menjelaskan maksud kedatangan mereka itu kepada Putra mereka.
"berapa lama kira-kira di sana? " tanya Rafa memastikan
" kurang tahu nak soalnya ayah belum bisa memastikan serius apa tidak masalah yang terjadi di sana, setelah itu kami harus ke Amerika untuk mengecek keadaan perusahaan yang dipegang oleh Uncle Ben!" sambung Alex lagi.
__ADS_1
" ya itu artinya lama banget dong ayah, terus nanti pernikahan aku sama adek gimana?" tanya Rafa frustasi sebab Ia ingin sekali menikahi Alina agar ketika ditinggal pergi oleh orang tua mereka merupakan masa-masa yang paling Dinanti.
tapi jika ditinggalkan saat belum sah seperti ini bisa-bisa nanti dirinya kebablasan kan akhir-akhirnya dosa, dia tak mau hal itu terjadi.