
HAII AKU BALIK LAGI NIH..
" ishh punya bos kaya gini, rasanya ehem banget sih, greget aku pengen ku tabok tampang datar nya itu"..Gerutu Selina Dalam hati.
" Hei stop memaki ku dalam hati, sebelum ku depak kau dari sini". Ujar Alex dengan nada Dingin
" Siapa juga yang mau menyebut anda dalam hati, maaf ya hati saya itu bersih, polos, tak pantas menyebut nama anda di dalam nya". Sahut Selina tak kalah tajam.
" Sudah kamu keluar dari sini, sambil menunggu apa kau masih bisa tunjukan wajah angkuh mu itu"? Ujar Alex tersenyum smirk.
" Terserah, aku permisi".Sahut Selina menunduk Hormat dan berlalu ke luar.
" Ya Tuhan, kok bisa sih aku sampe punya atsan seperti itu.Untung bukan suami, kalau tidak aku bisa di buat darah tinggi tiap hari". Gumam Selina kesal dan kembali ke ruangan nya.
Mood Selina hari ini memang buruk, ia tak menyangka, harus berhadapan langsung dengan bos arogan tersebut.
" Tenang Selina, kamu wanita terhebat,tak ada satupun yang boleh menghina mu". Ujar Selina mengusap dadanya.
Dinda yang heran melihat tingkah Selina, langsung mendekati nya.
" Hei cantik, tadi aku lihat sekertaris Ben, bicara sama kamu ya"? Tanya Dinda penasaran..
" hemmm
" Emang dia bilang apa"? Tanya Dinda lagi.
__ADS_1
" Di suruh buat mecahin es balok, tapi karena tak bawa pemukul jadinya tak jadi". Jawab Selina yang mana membuat Dinda kebingungan.
" Mecahin es balok dimana"? Tanya Dinda yang belum konek.
"Diruangan nya". Jawab Selina sekenanya.
" ihh kamu tuh tega banget sih, mau buat aku mati penasaran apa". Kesal Dinda
Dengan menghela napas berat, ia menceritakan semua kejadian di ruangan Alex.Dan semua kata umpatan yang ia keluar kan, membuat Dinda menutup mulut nya tak percaya.
" Kamu berani marahin pak Alex, di kantor nya"? Tanya Dinda
" Ya beranilah emang siapa juga, yang mau di tuduh nggak jelas". Sahut Selina jutek.
"Astaga Lina, kamu nggak sayang nyawa apa"? Ujar Dinda lemas.
" kalau kamu di pecat gimana, trus masuk blacklist gimana coba"?Tanya Dinda Frustasi.
" I don't care". Sahut Selina masa bodoh
" Kelakuan kamu kaya gini, kapan kamu bisa punya pasangan".Ujar Dinda
" haha jomblo ngenes sok nasihatin aku, kalau udah laku baru betul". Selina mengejek sahabat nya tersebut.
Dinda mendengus kesal, dan kembali ketempat nya.Sedangkan, Selina tersenyum,melihat wajah kesal nya Dinda.Namun ia sangat paham, kalau Dinda tak mungkin tahan marahan lama dengan nya.
__ADS_1
Mereka kembali bekerja, sambil menunggu jam makan siang.
Ketika jam makan siang tiba, Dinda pura pura cuek dengan melewati Selina begitu saja.Selina pun balas cuek kepadanya, dan berjalan menuju lift tanpa menyapa nya.
Dinda kesal langsung saja berteriak, tanpa peduli tatapan orang lain.
" Selina beatrix aku kesal aku marah sama kamu"..Teriak Dinda
Selina diam malah acuh dan tak peduli.
" ihhh aku doakan semoga berjodoh dengan Es balok ambyar sekate kate kutub utara es puter "..Sambung Dinda lagi
" Ehh kalau orang marah itu nggak perlu di kasih tau, dasar kurang perhatian.Doa nya juga sadis banget sih, lebih baik aku jomblo ngenes saja dari pada sama es puter nya kamu tuh". Sahut Selina
"bodoh amat"..Sahut Dinda cemberut
" Ya udah nona Dinda yang cantik, mau makan siang dimana"? Tanya Selina menampakan wajah imut nya.
" Idih lihat muka lo seperti itu, sumpah isi perut gue mau loncat keluar nihh"..Ejek Dinda
" Haha terserah kamu, gimana kalau kita ke kang mas ganteng aku". Ajak Selina
" Haha,awas di cap pelakor baru nyaho". Ledek Dinda.
" Nggak papa, yang penting puas makan bakso nya".Sahut Selina
__ADS_1
Keduanya tertawa geli, karena ada saja bahan gibah, jika menyangkut kang mas Budi.
Tapi Selina tak tahu jika ada seseorang yang sedang menunggunya di parkiran.