
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
entah apa yang ada di dalam otaknya Rivan kini, bukannya berbicara halus pada Dinda malah kata-kata kasar yang selalu ia keluarkan untuk wanita itu.
" Kamu itu kenapa sih kalau bicara selalu Pakai emosi, aku kan hanya menyarankan saja kalau di luar itu lagi badai salju dan kalian tidak bisa kemana-mana?" tanya Dinda Yang Tak habis pikir dengan jalan pikirannya Rivan itu.
" Jangan pernah pedulikan aku, karena kamu itu bukan siapa-siapa aku dan juga tidak akan pernah menjadi sesuatu untuk hidupku! " ujar Rivan tajam membuat Dinda mengerutkan keningnya heran.
__ADS_1
" kamu ngomong apa barusan, situ pikir aku juga mengharapkan sesuatu dari kamu begitu? Hey Bung aku itu hanya kasihan melihat kamu, yang katanya tampan CEO terkenal malah suka sama istrinya orang. " Dinda mengatakan hal itu sambil tersenyum sinis.
" stop ikut campur urusanku mau aku suka sama siapa itu bukan haknya kamu, jadi jangan macam-macam mengatakan hal yang tidak-tidak dan berakibat Kamu tidak akan bisa bicara lagi! " perkataan Rivan itu sungguh membuat Dinda merasakan sakit hati luar biasa ketika niat baik tidak dihargai sama sekali.
Dinda pun pergi dari hadapan Rivan tanpa mau menoleh lagi, setelah itu wanita cantik menutup pintu kamarnya dan memilih untuk tidur.
Dinda sangat menyesali perbuatannya tadi yang ikut campur dengan urusan orang yang tidak mengharapkan apapun darinya.
sedangkan Rivan sebenarnya merasa bersalah pada Dinda, hanya saja karena Gengsi yang membiarkan hal itu terjadi dan tak peduli dengan perasaan wanita itu.
Rivan memanggil Vigo agar keduanya pergi dari situ, karena ia tak ingin melihat wajah Alex dan Selina Keesokan pagi.
__ADS_1
" kamu Siapkan mobil kita berangkat sekarang!" perintah Rivan tak ingin dibantah.
Vigo mengerutkan keningnya karena merasa aneh dengan permintaan tuannya barusan, di luar sedang ada badai salju yang tidak bisa dianggap remeh tapi kenapa Rivan harus bersikap seperti ini.
" tapi Tuan mobil tidak bisa keluar sebab jalanan tertutup salju hingga setengah meter lebih, kalau kita memaksakan diri sama saja mencari mati di tengah hal yang tidak mungkin sama sekali. " ujar Vigo mencoba untuk membuka jalan pikiran tuannya itu.
Rivan mendengus kesal karena Figo tak mengerti sama sekali dengan perkataan Alex Tadi, kalau dirinya harus meninggalkan tempat itu sekarang juga. Oleh karena itu ia juga mana mau di situ, sebab dirinya bukan anak kecil lagi yang tidak paham dengan maksud seseorang.
" kita kesana jalan kaki siapkan mantel, atau kalau tidak kamu hubungi mobil yang biasa membersihkan jalanan dari timbunan salju!" perintah Rivan yang sangat tak masuk akal itu bagaimana tidak Sekarang sudah jam 10 malam pasti sudah tidak ada kegiatan dan orang tengah beristirahat.
" Hei kamu jangan aneh-aneh saja deh, Sana tidur Jangan berpikir yang tidak-tidak dan satu lagi jangan mengganggu menantuku karena tidak bukan Alex saja yang bertindak tetapi aku juga!" perintah Leonard yang entah kapan tapi tiba-tiba muncul diantara mereka.
__ADS_1
" Maafkan saya tuan, tapi apa yang selesai klaim miliknya Saya tidak akan pernah berhenti untuk mengambil!" setelah mengatakan hal itu Rivan kembali ke dalam kamarnya Sudah cukup berdebatan di rumah itu Sekarang saatnya untuk istirahat.