AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 53


__ADS_3

HAIII READER KU TERSEYENG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...


TOLONGLAH DIRIKU INI GUYS...


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Devan yang sangat mencemaskan keadaaan Selina ,sudah meninggalkan kantor. Ia bahkan tak peduli dengan Klien yang harus di temuinya ,karena baginya melihat keadaan Selina lebih penting dari segala galanya.


Dengan terburu buru,pria tampan tersebut menuju parkiran dan langsung menuju mobilnya .Lalu pergi ke Apartemennya Selina ,entah mengapa kali ini ia sangat mencemaskan wanita cantik itu.


Tak berselang lama ,ia pun sampai di apartemen dan langsung menuju ke tempatnya Selina.


Devan yang mencoba menghubungi ponsel Selina ,semakin panik.Pasalnya panggilannya masuk,tapi tak ada tanggapan dari Selina.


" Ya ampun Lina ,angkat dong ponselnya kamu mau bikin aku tambah panik apa"? Gumam Devan frustasi.


Karena tak kunjung mendapatkan Respon ,ia lalu menuju pos satpam.Untuk membantunya membukakan pintu ,karena ia tak tahu kode password nya.


Setelah pintu terbuka ,Devan pun masuk kedalam .Namun ia tak menemukan siapa siapa,Devan semakin panik.Dalam pikiran nya kini ,hanya ada nama Alex.

__ADS_1


Devan sangat takut,jika Alex datang kesini dan membawa pergi Selina.Meskipun keduanya masih sah sebagai suami istri ,namun entah mengapa Devan seakan tak rela.


Devan menuju kedalam kamar,namun tak ada tapi matanya melihat kalau pintu kamar mandi terbuka. Dengan tergesa,Devan masuk kedalam.


Netranya membulat melihat apa yang ada di hadapannya kini,Selina sedang tergolek tak sadarkan diri.Bahkan tubuhnya sangat dingin .karena keadaan lantai kamar mandi yang lembab.


" Lina Lina,plis bangun ya jangan bikin aku panik.Lina kamu kenapa hah,ayolah bangun bangun Lina". Teriak Devan sambil menggendong Selina


Karena tak kunjung mendapatkan Respon ,dengan langkah yang lebar ia pun memutuskan membawa Selina ke Rumah Sakit.


Para penghuni Apartemen tersebut,merasa heran. Seorang Devan Raharja ,menggendong Seorang wanita cantik ,yang mereka belum mengenalnya sama sekali.


" Wow ternyata kita salah selama ini ,punya pikiran jika seorang Devan Raharja adalah Gay.Namun sekarang terjawab sudah ,jika senjatanya masih normal dan tahu harus dimasukkan kemana". Ucap Seorang wanita penghuni Apartemen.


Devan yang sedang panik,tak peduli dengan tatapan orang sekelilingnya.Yang ada dipikirkan nya kini ,adalah segera membawa Selina kerumah sakit.


Setelah sampai di mobil ,ia meletakkan Selina di kursi belakang. lalu ia sendiri sudah masuk kedalam mobil nya,untuk menuju kerumah Sakit.


Entah karena sedang panik atau memang perjalanannya jauh, Devan dari tadi merutuki perjalanan yang menurutnya begitu lama.


" Ini mobil katanya mobil sport,tapi jalannya seperti siput saja.Tau begini mobil ini lebih baik ku museum kan saja". Gerutu Devan


Ia menoleh kebelakang ,tapi tak ada tanda jika Selina akan sadar.Dirinya semakin frustasi ,di tambah lagi dengan perjalanan kerumah sakit yang bagi nya sudah seperti mau jalan ke Bulan saja.


" Tau begini,lebih baik di dekat Apartemen Selina ku bangun rumah sakit. Biar tak terlalu lama seperti ini". Gumam Devan

__ADS_1


Sultan mah bebas tinggal ngomong ,langsung kesampaian. Lha kita yang remahan nih bisa apa ya guys ,buat ngebayangin aja susahnya minta ampun. Apalagi kalau sampai terjadi ,mungkin mimpi di sore hari.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan ,yang penuh umpatan ,dan emosional sampai lah keduanya di tempat tujuan.


Devan pun langsung turun dari mobil setelah menggendong Selina dari kursi belakang. Ia bahkan berteriak memanggil Dokter dan suster.


" Dokter suster tolong teman saya pingsan". Teriak Devan


Suster pun langsung menyiapkan brangkar untuk membaringkan Selina,dokter yang hendak memperbaiki posisi Selina langsung di cegah oleh Devan.


" Kamu mau ngapain "? Sarkas Devan tajam.


" Mau itu Tuan,membenarkan posisi Pasien " Sahut Dokter tersebut gugup.


" Biar aku saja,dan kau cepat cari dokter perempuan. Kalau sampai kamu menyentuh nya sedikit saja,bakalan ku ratakan tempat ini". Ancam Devan


Mau tak mau mereka pun menghubungi dokter perempuan, setelah dokter datang ia menyuruh semua orang keluar agar lebih leluasa memeriksa pasien.


Devan yang berada di luar ruang pemeriksaan ,hanya mondar mandir mengalahkan setrikaan.


Setelah Selesai memeriksa keadaan Selina ,dokter tersebut keluar dengan wajah yang tak bisa di baca.


Ia sangat tahu jika Devan belum menikah ,ia sangat yakin jika wanita yang itu adalah kenalannya Devan.


Melihat dokter tersebut keluar,Devan langsung memberondong pertanyaan.Layaknya seorang suami yang lagi mencemaskan keadaan istrinya ,ingat woi itu istri orang kali.

__ADS_1


__ADS_2