
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LANJUT ***
Alex mengepalkan tangan menahan emosi,sepertinya mulai sekarang harus menjaga istrinya agar tak ada pengganggu yang berkeliaran disekitar mereka.
"Dasar teman tidak ada ahlak,Bisa bisa melakukan itu semua tidak Jelas?" Gerutu Alex dalam hati.
Rivan keluar dari rumah itu dengan tersenyum penuh kemenangan,karena ia akhirnya bisa membuat Alex emosi.
"Ah leganya rasa hatiku bisa membuat tuh cunguk marah marah tidak Jelas,siapa suruh selalu menang sendiri?" Batin Rivan tersenyum penuh kemenangan.
Alex hanya duduk diatas Sofa dengan tatapan kosong,ia bahkan tak sadar kehadiran Selina disitu.
"Lho Mas Rivan nya kemana?" Tanya Selina heran.
Akan tetapi Alex hanya diam dengan tatapan yang kosong,membuat Selina mendekat dan mencium puncak kepalanya.
"Kamu lagi pikirkan apa?" Tanya Selina memastikan.
"Kamu!' Sahut Alex sambil tersenyum.
"Emangnya aku kenapa,perasaan baik baik saja deh tidak ada masalah apapun?" Tanya Selina penasaran.
"Sudahlah tidak ada apa,Ayo ikut aku ke kantor saja daripada hanya sendirian saja disini?" Ajak Alex.
'Tapi aku mau belanja buat kebutuhan dapur,soalnya sudah pada habis nih." Tolak Selina.
"Nanti sore baru kita pulang kantor baru belanja bareng,sekarang ikut ke kantor saja dulu." Ujar Alex tak ingin dibantah.
"Kamu kenapa sih kok tiba tiba aneh begitu?" Tanya Selina heran.
"Ayo berangkat sekarang!" Bukannya menjawab pertanyaan Selina,Alex malah memaksakan kehendaknya.
"Astaga nih Tuan Suami keteelalua X pangkat dua kuadrat,Masa main paksa saja dia pikir aku sendal jepit apa bisa di bawah sesuka hati?" Gerutu Selina.
"Sayang aku itu ajak ke kantor bukan ajak kehotel,jadi jangan komentar banyak dalam hati.Lagian apa susahnya sih temani suami kerja,kan hitung hitung penambah Vitamin." Jelas Alex santai membuat Selina yang merasa jengah.
"Hadeuh bukan begitu Bos,tapi aku ini Ibu rumah tangga jadi otomatis urusannya seputar rumah tangga.Nah beda lagi kalau aku wanita karier,ngapain juga pikirkan soal urusan dapur?" Ketus Selina.
__ADS_1
"Justru kamu Ibu rumah tangga,jadi saat Bapak Rumah tangga kerja otomatis harus ditemani dong!" Alex tak mau kalah membuat Selina sudah tidak ada ***** untuk berdebat.
"Ya ya selalu benar kan Anda,sejak kapan salah jadi terserah kamu saja aku No Komen." Ketus Selina kesal.
"Gitu dong jadi istri itu penurut,biar suami tambah sayang bisa dielus tiap detik menit begitu kan?" Goda Alex.
"Kamu pikir aku Kucing yang selalu saja rindu belaian,biar begini aku juga punya selera!" Sindir Selina ketus.
"Nah itu salah lagi kan,padahal tadi aku ngomong apa dijawab apa dipikir apa jadinya apa?" Resah Alex lirih.
"Lebay Loe Om Suami." Ejek Selina.
Karena terlalu asyik berdebat,tanpa sadar keduanya sudah berada di depan lobby kantor.
Alex tersenyum sambil memegang tangan sang istri,padahal Selina sudah mewanti wanti untuk tidak bikin gerakan tambahan lagi.
"Lepas tidak?" Kesal Selina yang merasa malu dengan tingkah sang Suami.
"Tidak Mau!" Sahut Alex santai malah tambah memegang kuat tangan Selina.
"Punya urat malu tidak?" Tanya Selina ketus.
"Tidak punya kalau dekat Kamu!" Sahut Alex tanpa beban.
"Lepas tidak sih?" Tanya Selina lagi.
"Oh kamu suruh gendong Sayang,tenang nanti di dalam ruangan ku." Sahut Alex yang kalau kata pepatah jauh panggang daripada api.
"Heii aku ngomong apa tadi,jangan bikin malu deh?" Bisik Selina ketika melihat para pegawai suaminya sedang senyum senyam kearah mereka.
"Jangan lihatin istriku lebih dari lima detik,atau hidup kalian yang berakhir dalam lima detik!" Tegas Alex karena tak suka ada tatapan nakal atau aneh dari pria maupun wanita kearah Selina.
"Busyet,dia sadar tidak sih kalau kelakuannya yang bikin kita di lihatin?" Batin Selina frustasi.
"Sayang gimana suami mu keren kan kalau lagi marah?" Tanya Alex berbangga diri.
"Tidak biasa saja malah terlihat lebay nya bikin muntah!" Ejek Selina tajam.
"Wah mana bisa begitu,kalau begitu kita kembali ke pintu lagi terus aku ganti mimik wajah yang lebih garang begitu?" Tawar Alex.
Selina menghentikan langkah kakinya,cukup sudah persetan dengan Wibawa pada bawahan!
Karena pria yang berstatus suaminya itu perlu untuk diajar,kalau tidak lama lama bisa mendarah daging bikin rusak mata juga hati.
__ADS_1
"Kamu sadar tidak kalau dari tadi itu bicaranya sudah terlalu banyak?" Tanya Selina sambil berdiri bersedekap.
Sedangkan Alex bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya,hanya menunduk saja tidak berani berkomentar.
"Sadar tidak?" Tanya Selina kesal.
"Iya!" Sahut Alex bagaikan anak kecil yang dinasehati kalau lagi salah atau terlalu banyak minta jajan jadi Emak nya stres.
"Terus,menurut kamu kita kesini mau ngapain?" Tanya Selina lagi.
"Kerja Sayang,tadi hanya senang saja." Sahut Alex sambil tertunduk.
Selina jadi tak tega melihat wajah memelas suaminya itu,ia langsung tersenyum tapi sebelum itu sempat sempatnya menghardik pegawai yang malah asyik bergosip.
"Kalian semua tahu jalan pulangkan,kalau begitu pulang sana ajak Tante sama Emak kalian buat bergosip!" Ujar Selina tegas membuat semua orang jadi kocar kacir karena mendapatkan sindiran keras dari Selina tadi.
Alex memandang takjub ternyata istrinya itu selain ganas diranjang,dia juga ganas di luar rumah bisa bisa kadar cintanya bagaikan rasa garam di laut mati TINGGI SEKALI🤟.
"Ayo kita keruangan Kamu,aku lagi mau istirahat capek hati capek mulut lama lama bisa dower!"Ajak Selina.
"Astaga Nyonya kalau jalan sama Tuan,aku merasakan aura Herodes dan Herodias begitu menggigit." Ujar Salah satu pegawai yang berada di bagian resepsionis.
"Nah itu lagi,Firaun mesir saja kalah tergeser posisinya apalagi Tuan Takur Beh tidak ada apa apanya." Temanya menimpali.
"Kalian mau benar benar disuruh pulang buat bergosip sama Emak dan Tante kalian?" Tanya Anton Sekretarisnya Alex.
(Yah anton lagi kan,soalnya author lupa nama Asisten Alex yang dulu maklum emak emak berdaster ingatannya hanya sama sambel terasi doang🤭)
"Eh iya Pak Maaf!" Sahut mereka kompak lalu mengambil langkah masing masing.
Alex kini tak berani menyentuh tangan sang istri,maklum tadi Selina marah saja sudah ngeri apalagi kalau di cakar kaya kucing garong bisa habis dirinya.
Sekali kali pria itu mencuri pandang kearah Selina,yang daru tadi serius menatap kearah ponselnya.
"Kenapa lihat lihat,Naksir?" Tanya Selina sambil mengerutkan keningnya.
"Hehe ya iyalah Yang,kalau tidak naksir aku sudah mendua kali?" Sahut Alex santai.
"Emang kalau situ mendua aku bakal mewek begitu,oh maaf salah orang.Aku itu tipe orang kalau ditinggal selingkuh,bukan menangis malah ikutan selingkuh juga." Jelas Selina membuat Alex langsung menghentikan langkahnya.
"Yang kamu ada rencana mau selingkuh begitu?" Tanya Alex tak tenang.
"Nah itu masalahnya aku ngomong apa kamu tanggapi apa,tadi itu kan perumpamaan saja bukan rencana Tuan!" Sahut Selina jengah.
__ADS_1
"Aku larang kamu ber perumpamaan itu tidak baik,nanti kalau beneran gimana masa si Joni masuk museum terus." Sahut Alex ketus.