AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 224


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LOPE U FULL


LANJUT ***


Selina hanya tersenyum ketus, ketika melihat Rivan selalu mengikuti dirinya dari tadi.


"Astaga kenapa sih nih orang ikut terus,kapan aku pulangnya kalau begini terus?" Sungut Selina dalam hati.


"Kamu kenapa?" Tanya Rivan heran.


"Tidak kenapa napa,hanya memikirkan apa yang tidak bagus disekitar!" Gerutu Selina pelan.


"Lho memangnya apa yang tidak bagus?" Tanya Rivan heran.


"Kamu,pergi sana bisa tidak jangan terlalu mengikuti ku?" Omel Selina kesal.


"Ya tadi kan aku sudah bilang bakalan temani kamu jadi tolong jangan macam macam,nanti aku bakal sedih karena kamu tidak mau." Ujar Rivan santai.


"Terserah kamu,sudah sana pergi jangan kembali lagi aku capek mau pergi makan!" Gerutu Selina.


Sementara itu di ruangan Alex pria itu sedang menahan emosinya,ia menatap tajam kearah Vigo yang dari tadi tertunduk tidak berani menoleh kearahnya.


"Kamu cepat cari Tuan kamu sekarang!"Perintah Alex tegas.


"Dia ada disini tapi tadi entah dimana,soalnya bingung kenapa belum muncul muncul!" Ujar Vigo.


"Kok bisa?Pergi sekarang jangan macam macam disini,atau kerja sama ini batal!" Ancam Alex tajam.


Anton muncul di depan Alex lalu menjelaskan soal keberadaan Rivan,ia yakin pria itu sedang menunggunya.


" Tuan Rivan tadi sedang bersama Nyonya Selina di Kantin!" Jelas Anton membuat Alex langsung menghentikan kegiatannya.


"Apa kamu bilang?" Tanya Alex memastikan.


"Tadi mereka sedang menuju Kantin!" Jelas Anton lagi.


"Stop sudah stop sudah!" Tegas Alex lalu segera bangkit dan membanting semua berkas ditangannya dan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Vigo kau cari Tuan mu atau aku bakal patahkan batang lehermu!" Tegas Alex tak ingin dibantah.


"Baik Tuan." Sahut Vigo lalu ikut keluar dari situ.


Alex berjalan dengan langkah tegap tanpa menoleh kearah lain,tatapannya kosong dan dingin.


Suami mana yang tidak panik ketika melihat sang istri secara terang terangan di jadikan bahan rebutan,bahkan lawannya itu tidak peduli apapun.


"Awas saja pria itu,kalau ketemu bakal ku hajar sampai habis!" Batin Alex.


Rivan tak sadar jika ada bahaya mengincar,ia yakin jika bersama Selina segalanya tidak perlu di pikirkan.


Sebab Selina adalah dunianya,Selina adalah segalanya yang lain tidak perlu di pikirkan lagi.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Rivan.


"Makan kamu biar cepat pergi dari sini!" Ujar Selina tajam.


"Haha aku enak lho kalau dimakan,malah kamu bakal pengen nambah terus!" Goda Rivan sambil tersenyum.


"Ayolah Van,kamu pergi saja dan kerja biar suamiku tidak terlau lama menunggu!" Bujuk Selina lagi.


"Ah nanti sajalah,urusan yang lain biar belakangan kamu lebih penting!" Tolak Rivan.


"Tapi kalau kesini untuk Bekerja buat apa melakukan yang lain?Percuma saja melakukan sesuatu,jika hasilnya nol balak tidak ada artinya lagi!" Ujar Selina tajam.


"Lepaskan tanganmu dari Istriku!" Tegas Alex dengan nada yang terdengar tajam.


"Kamu?" Tanya Rivan heran.


"Kenapa,kaget?" Tanya Alex sinis.


"Tidak juga,padahal aku hanya ingin berduaan dengan Lina!" Ujar Rivan santai.


"Bugh,kurang ajar kamu ya berani beraninya sekali punya pikiran begitu!" Ujar Alex tajam.


"Hei maksud kamu apa?" Tanya Rivan heran sambil memegang pipinya yang terkena pukulan dari Alex.


"Hah kamu tanya kenapa,sadar tidak kalau dia itu istriku bukan barang mainan kamu!" Sahut Alex tajam.


"Tapi dia Itu Lina ku,ingat dia itu Lina ku!" Tegas Rivan tak memikirkan keadaan sekitar.


Vigo dan Anton segera bergerak cepat untuk mengatur semuanya agar menjauh dari situ,karena kedua Bos besar itu sedang dalam posisi yang tidak baik.


"Apa kamu bilang,Lina mu Hah sadar tidak dia itu Istriku!Istri dari seorang Alex Roberto,dan tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun!" Tegas Alex sambil menatap tajam kearah Rivan.


Sementara pria yang ditatap malah menatap penuh tersenyum mengejek kearah Alex,Rivan tahu bawah Alex dalam posisi marah sekali.

__ADS_1


"Kamu takut kalau Lina bakal aku rebut?" Tanya Rivan sinis.


"Maksud kamu apa?" Tanya Selina pelan.


Setelah sekian kata kata yang keluar,ia memilih untuk merespon sebelum terlambat.


"Kalian dari tadi bicara apa ha?" Tanya Selina dengan setengah membentak.


"Soal kamu karena pria kurang ajar ini melakukan sesuatu yang tidak jelas,jadi mulai sekarang jangan pernah mendekat lagi padanya aku melarang hal itu terjadi!" Tegas Alex tak ingin dibantah.


"Hah kamu pikir aku mau melakukan itu semua,jangan harap seorang Rivan Orlando bakal menyerah!" Sinis Rivan.


"Terus kamu pikir aku bakal membiarkan hal itu terjadi?" Tanya Alex sinis tak kalah dari Rivan.


Plak


Selina menatap tajam kearah Rivan,ia tak suka dengan perkataan pria yang tidak pernah mengerti keadaannya.


Pria yang selama ini ia anggap sebagai sahabatnya,ternyata punya maksud lain dan sangat tak terduga.


"Kamu gila?" Tanya Selina tajam.


Rivan menatap seolah tak percaya melihat wajah marah milik Selina itu,mungkinkah ia terlalu salah dalam melakukan sesuatu.


"Kamu marah?" Tanya Rivan tak percaya.


"Menurut kamu aku harus bagamana hah,membiarkan saja kamu melakukan sesuatu yang tidak jelas begitu?" Tanya Selina heran.


"Tapi Lina kamu mengerti sedikit saja dong,aku tidak bisa kalau begini terus.Apa kamu tidak tahu kalau yang aku inginkan adalah kamu,tidak mau yang lain!" Pinta Rivan memelas.


"Aku sudah punya suami dan itu pasti sudah ada dalam otak kamu,jadi tolong jangan melakukan sesuatu yang nanti kamu sesali!" Tegas Selina.


"Tapi aku tak bisa jauh dari kamu Lina,kamu sadar kan hal itu?" Tanya Rivan memelas.


"Tapi aku tak bisa Mas mengertilah,Yang kamu tolong dong jelaskan sedikit biar si cunguk ini paham!" Pinta Selina sambil memeluk lengan suaminya itu.


"Kamu sadar kan ia milik siapa?" Tanya Alex sambil tersenyum mengejek.


"Kurang ajar,kamu yang ambil dia dariku kamu yang ambil dia setelah aku sudah mengalah.Jadi kamu jangan harap kali ini aku bakal mengalah lagi,karena sudah cukup dia selama ini sudah bersama kamu!" Tegas Rivan serius.


Plak


Selina kembali menampar Rivan,ia sangat emosi melihat sikap pria yang tak ada nama mengalah itu.


"Aku bukan barang,aku bukan sesuatu yang bisa kamu over kesana kemari !" Ujar Selina tajam.


"Ya Tuhan Lina kamu kok malah marah marah tidak jelas,aku bisa apa?" Ujar Rivan frustasi.

__ADS_1


__ADS_2