
HAI TERSEYENG AKU BALIK LAGI NIH...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Alina tak bisa berkomentar jika Selina sudah turun tangan ,dirinya tak bisa berkutik jika menyangkut Bundanya itu.
"Gimana keadaan Alex?" Tanya Leonard penasaran.
Selina menghembuskan nafasnya kasar ia bingung harus memulai darimana,menceritakan keadaan suaminya kini.
"Aku bingung harus bicara apa lagi,karena dari tadi belum ada tanda tanda untuk sadar.Belum lagi perkataan dokter yang mengatakan kalau harapan untuk sembuh sangat kecil,walaupun dengan melakukan donor ginjal sekalipun.Harapannya untuk sembuh adalah mukjizat dari Tuhan,dan semoga itu terjadi padanya," lirih Selina sambil menahan tangisnya.
"Daddy yakin Tuhan sudah merencanakan yang terbaik untuk kalian,doakan saja semoga dia lekas sembuh," sambung Leonard sambil tersenyum mencoba tegar.
Ayah mana yang sanggup melihat putra semata wayangnya itu terbaring sedangkan dirinya sehat walafiat walaupun sudah berumur.
Alina berjalan mendekati Ayahnya dan naik keatas ranjang tempat Alex tidur,dipandangi wajah Ayahnya itu sambil menitikkan air mata.
"Yah bangun ya pliss,Adek mau pergi sekolah diantar Ayah ,mau pergi main dipantai barenga Ayah.Adek nggak mau terpisah lagi dari Ayah,karena adekkan punya Ayah yang sayang banget sama adek," lirih Alina sambil menangis.
Orang tua mana yang tidak merasakan sedih,ketika melihat putri kecilnya itu menangis disamping tubuh Ayahnya yang terbaring lemah.
__ADS_1
Selina tak kuasa menahan tangisnya ,didekati tubuh Alex dan Alina namun saat memeluk putrinya ia melihat jari Alex bergerak.Senyum langsung terbit diwajah cantiknya ,ketika doanya terkabul.
"Ana,Ayah kamu sudah sadar nak,Ben ayo cepat panggil dokternya sekarang," teriak Selina sambil menangis.
Alex membuka matanya dirinya tersenyum dalam sakit,ketika melihat istri dan anak yang diharapkan ada disampingnya.
"Sayang ada yang sakit nggak?,mana coba kulihat ini dokter kok lama sekali sih," gerutu Selina kesal.
Alex tersenyum senang karena panggilan yang tanpa sadar Selina berikan untuknya,meskipun tak ada niat tapi bagi Alex itu adalah hal baik untuk hubungan mereka.
"Ishh nih orang ditanya bukannya jawab malah senyum ,padahal jantungku dari tadi mau copot," gerutu Selina melihat senyuman Alex tadi.
Dokter yang masuk pun tak lolos dari semprotan kekesalannya Selina,bagaimana tidak sedari tadi Alex bangun tingkahnya aneh.Alex sama sekali tak mengeluarkan suara,ia hanya tersenyum menatap Kearahnya.
Selina pun berpikiran mungkin otak Alex sedikit bermasalah,karena tadi sempat jatuh pingsan.
"Dokter itu sebenarnya darimana saja sih?,dipanggilnya sejam yang lalu tapi baru muncul keburu pasien lewat baru datang," kesal Selina.
Alex dan Leonard hanya geleng kepala melihat tingkah Selina yang sedang marah,ternyata nyonya Alex lebih galak dibanding suaminya.
"Permisi Tuan sekarang apa yang anda rasakan?" tanya dokter tersebut.
"Bahagia." Sahut Alex singkat sambil memandang kearah istrinya.
"what,, maksudnya apa coba masa lagi sakit keras tapi jawabnya tak sesuai prediksi," gumam Ben.
Dokter tersebut bingung dengan jawaban pasiennya itu,selama ini tak pernah ia menemukan pasien bahagia menghadapi penyakit seperti Alex.
__ADS_1
Pasti yang ada mereka menitikkan air mata,bahkan terlihat sangat frustasi tapi Alex sungguh berbeda bahkan tersenyum terus dari tadi.
Setelah mengikuti arah pandang Alex barulah dokter tersebut mengerti,jika pria tersebut sedang menatap kearah istrinya.
"Yang saya maksud bukan perasaan anda Tuan tapi kondisi badan anda?" dokter tersebut menjelaskan ulang maksud perkataannya itu.
"Oh maafkan saya tadi kurang fokus,kondisi saya agak sedikit enakan tapi pinggang saya sakit sekali," ujar Alex.
"Bravo!! akhirnya si tuan arogan menjadi cair dan mengucapkan kata yang keramat baginya," gumam Ben.
"Oh itu kondisi yang biasa dialami pasien dengan penyakit seperti anda,saya sarankan untuk jangan terlalu memaksa untuk duduk dan makan jangan yang berat berat." Saran dokter tersebut.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya," pamit dokter tapi langsung dicegah oleh Selina.
"Dokter bagaimana dengan donor ginjal,apa sudah ada yang bersedia?" Tanya Selina penasaran.
"Untuk sekarang belum ada nyonya,doakan saja supaya segera ada kabar baik." Sahut dokter tersebut.
Selina tertunduk lesu sambil duduk dipinggir ranjang Alex,sedangkan Alina sudah turun dari ranjang dan menghampiri kakeknya.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya semuanya," pamit sang dokter.
Alex menatap kearah istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan,ia tersenyum sambil memegang tangan istrinya dan mengecupnya.
"kenapa wajahnya harus sesedih itu hem?" Tanya Alex sambil tersenyum.
"kamu pake nanya lagi,gimana nggak sedih melihat suamiku saja harus seperti ini." kesal Selina dengan pertanyaan Alex.
__ADS_1
"Memangnya kalau aku kenapa napa kalian kan pasti bahagia ,karena terbebas dari suami penyakitan sepertiku," ujar Alex yang ingin mendengar jawaban istrinya itu.
"enak saja kalau ngomong,istri mana yang bakal senang lihat suaminya sakit.Lagian aku mana mau jadi janda muda nggak enak tahu rasanya." kesal Selina.