
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ****
Mikael Williams sangat terpesona oleh kepribadiannya Alina,yang terlihat tidak terlalu genit seperti wanita lain pada umumnya.
Ia bingung Alina itu rabun atau kah memang tidak suka tebar pesona,dan pemikirannya jatuh pada tidak suka tebar pesona.
Alina sekarang sudah berasa dikamar yang ia pesan,sekedar untuk merenungkan apa yang harus ia jalani untuk hubungannya dengan Rafa.
Sebenarnya dirinya tak buta dan tuli untuk mengerti maksud tujuan Rafa ke Amerika,hanya saja ia merasa jika kepergian Rafa ini tak akan kembali lagi.
Dan biasanya insting seorang wanita itu begitu kuat,maka ia langsung meluapkan emosi pada kekasihnya itu.
"Maafkan aku Bang,tadi sudah marah marah tidak jelas.Tapi kalau hanya ini cara agar Abang mengerti,maka jangan salahkan aku," lirih Alina dalam kamar.
Rafa seperti orang bingung mencari Alina sepanjang jalan,ia hanya mengandalkan gps dimobil untuk menunjukan arah.
"Kamu dimana Sayang,tau tidak aku cemas dan bingung. Aku tidak akan pergi kemana mana lagi,yang penting kamu pulang." Lirih Rafa sambil menatap sendu keraah luar.
Tak ada tanda tanda ada nya Mobil Alina dijalan itu,ya iyalah kota seluas itu kalau hanya mencari berdasarkan penglihatan tanpa koneksi akan susah.
"Ayah sudah ada kabar belum sih,masa dari tadi belum telfon," gerutu Rafa yang sudah seperti orang gila.
Derth derth derth
Pucuk dicinta ulam pun tiba,begitulah keadaan Rafa kini.Ia yang sedari tadi menunggu kabar dari Alex,kini ternyata Ayah nya menelpon.
"Hallo Yah." Sahut Rafa.
"Gimana Adek kamu sudah ketemu?" Tanya Alex memastikan.
"Belum Yah,terus anak buah Auyah sudah ada kabar belum?" Tanya Rafa penasaran.
__ADS_1
"Belum Nak,kamu cari lagi tapi ingat hati hati jangan ngebut! Kalau ada apa apa jangan lupa kabarin Ayah segera,jangan lupa kalau dia juga putri Ayah dan tetap akan mencari dia walaupun diujung dunia sekalipun," Ujar Alex memberikan semangat untuk putranya itu.
"Iya Yah makasih,aku bakal jaga diri untuk dia." Sahut Rafa pasti.
Kini panggilan terputus dengan tidak ada hasil nya sama sekali,tapi harapan harus selalu ada tidak boleh kendor.
"Sayang ayolah ini sudah malam,apa tidak mau pulang tidur sambil memeluk ku," lirih Rafa lagi.
Ya elah Bang,ngeres banget sih otaknya..
Mikael kini sedang berada didepan pintu kamar Alina,pria itu menenteng sebuah kresek yang berisi makan malam.Entah mengapa tapi saat ia akan keluar mencari makan dan bertabrakan dengan Alina tadi,ia berinisiatif membeli makanan saja setelah itu makan bersama dengan Alina.
Tok tok tok
Alina yang posisi sedang berbaring dan hendak tertidur,mengeryitkan keningnya. Ia heran siapakah yang hendak bertemu malam malam dengan nya,apa itu anak buah Ayah nya atau siapa?
Alina melihat dari layar kontrol depan pintu,dan ternyata sosok pria yang tadi bertemu dengannya didepan.
"Nah tuh orang kenapa nongol ya?Padahal tadi aku tidak terlalu meresponnya,kalau begini mah dibukakan apa tidak ya?" Gumam Alina bingung.
Karena Alina yang tak merespon,mikael merubah dengan menekan bel dipintu.
Karena bunyi bel yang tak kunjung berhenti,mau tak mau Alina membukakan pintu kamar nya.
"Kenapa ya Pak?" Tanya Alina bingung yang tak ingin basa basi.
"Maksudnya anda mengajak saya begitu?" Tanya Alina sambil mengeryitkan keningnya karena bingung.
Pria yang ada dihadapannya sok akrab,padahal dirinya tidak ingin akrab apalagi mengenal dekat pria manapun.
"Iya betul maksudnya saya ingin mengajak anda untuk makan." Sahut Mikael memastikan.
"Lho kok saya,apa Anda tidak memiliki kerabat atau apalah disini?" Tanya Alina bingung.
"Hehe,saya orang baru disini dan sementara menginap dihotel karena ada proyek di sekitar sini." Jelas mikael.
"Ehmm,bukannya saya tidak sopan Tuan,tapi dinegara saya ini tidak diijinkan pria dan wanita yang belum halal dalam satu kamar.Jadi maaf saya tidak bisa menerima ajakan anda,karena tadi saya juga sudah makan!" tolak Alina serius.
"Kalau sekedar menemani saya makan apa boleh?" Tanya Mikael lagi.
Karena tak tega dengan wajah memelas milik Pria dihadapannya ini,Alina pun akhirnya menganggukan kepalanya.
"Maafkan aku Sayang,tapi nih orang maksa banget daripada tambah bikin telingaku mau lepas lebih baik di ikuti saja," batin Alina.
__ADS_1
Mikael bagaikan mendapatkan hadiah lotre yang fantastis,karena makan malamnya terasa spesial ditemani cewek cantik.
Keduanya berjalan beriringan menuju Lobby,sesuai permintaan Alina yang ingin duduk ada banyak orangnya.
"Kamu juga makan ya,soalnya kalau untuk aku sendiri sepertinya tidak akan habis," bujuk Mikael dengan tatapan yang memabukan.
"Emm tidak,terima kasih!" tolak Alina sambil menggelengkan kepalanya.
Alina berharap Mikael makan seperti orang kesurupan agar cepat selesai dan ia bisa segera tidur,tapi sayang harapan tak sesuai kenyataan. Karena kini Mikael makan dengan halusnya,bahkan bisa dibilang cara kunyah nya itu seperti anjuran medis yaitu 32 kali mengunyah makanan.
"Nih orang cara makanya kenapa sih halus sekali,apa iya tidak ada giginya jadi makan nya lama," umpat Alina dalam hati.
"Kamu mau?" Tanya Mikael lagi karena mengartikan pandangan Alina kearah makanannya karena ingin.
"Huft,Kamu dengar tidak sih tadi aku bilang kalau sudah kenyang?" Tanya Alina yang mencoba menahan emosinya.
"aaaa,ayo buka mulutnya biar aku suap!" pinta Mikael.
Alina hanya memandang bingung kearah Mikael,yang dari tadi hanya memancing emosinya.padahal ia minggat dari rumah karena sedang emosi,eh tau taunya malah cari emosi lebih parah lagi.
"Ayolah buka mulut kamu sekarang,ini enak sekali," bujuk Mikael lagi tanpa pedulikan tatapan aneh dari semua orang.
"Kamu itu sebenarnya mau nya apa sih,kan tadi aku sudah bilang tidak mau makan apa apa?Masa kamu tinggal paksa terus,kalau masih nyolot aku tinggal!" Sinis Alina kesal.
"Ok baik,maafkan aku jika sudah membuat kamu tak nyaman," ucap Mikael pelan sambil tersenyum dan melanjutkan makan nya meski sekali kali mencuri pandang pada wanita cantik dihadapannya kini.
"kamu sadar tidak kalau kamu itu cantik," puji Mikael sambil terus mengunyah makannya.
Alina sudah merasa tak nyaman,jika membunuh orang tak dilarang maka dipastikan Pria itu adalah korban pertama nya.
"Kamu masih sendiri atau sudah punya kekasih?" Tanya Mikael lagi sambil terus menatap kearah Alina.
"Apa urusannya denganmu?" Tanya Alina tak suka.
"Ya siapa tahu aku bisa mendaftar jadi yang pertama!" Sahut Mikael santai.
"Menurut kamu aku sudah ada kekasih atau belum?" Tanya Alina memancing jawaban dari Mikael.
"Semoga saja masih sendiri." Sahut Mikael santai.
"Bisanya jika mengikuti pikiran sendiri pasti akan sesuai harapan,tapi kadang juga pikiran pribadi jauh dari kenyataan." Sindir Alina.
__ADS_1
Jika saat ini Alina sedang berdebat dengan pria asing,berbeda dengan Rafa yang tersenyum bahagia karena akhirnya mengetahui keberadaan kekasihnya itu.
"Ngapain kehotel segala,kalau pria hidung belang nekat ke kamu bagaimana?" Tanya Rafa dalam hati.