
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
...LANJUT ^^^...
Alex didalam hatinya seperti hendak copot keluar,ia sangat takut Selina akan pergi lagi setelah mendengar perkataan Siska barusan.Jika harus memilih ia ingin memotong kepala Siska,agar tewas saat itu juga.
Selina yang tahu wajah cemas suaminya,seakan hanya ingin menikmati saja tanpa ada niat untuk menenangkannya.
"Ayo masuk kedalam kenapa malah bengong disini." Ajak Leonard yang moodnya sedikit buruk ketika Melihat Siska.
"Iya Dad,yuk Bang sama Adek kita kedalam." Selina mengajak kedua buah hatinya.
Otomatis orang yang tak disebut namanya merasa seakan dunianya akan runtuh,ia sangat ingin membawa pergi istrinya agar berduaan saja dengannya.
Ben yang tahu wajah cemberut tuannya,langsung mencoba untuk menggodanya.
"Tenang Tuan,anda tak sendirian ada aku yang akan selalu menemani langkah kaki anda." Ucap Ben yang menahan tawanya ketika Alex meradang.
"Bennn,kauu...
"Heii kalau mau pacaran jangan disini noh di mobil," bentak Selina.
Ben dan Alex saling berpandangan,keduanya bergidik ngeri mengingat perkataan Selina tadi.
"Biarpun semua wanita tewas,aku tak sudi memasukan sijuki di pintu belakang," ujar Alex sambil menatap tajam kearah Ben.
"Apalagi saya,walaupun belum merasakan sijeki masuk kandang,tapi bisa dipastikan dia tetap tahu jalan masuk." Sahut Ben tak mau kalah.
Selina rasa rasanya ingin melakban mulut pria dewasa yang berada dibelakang mereka,bagaimana tidak membahas sesuatu saat ada anak anak didekat mereka.
"Dasar pria mesum,makin tua makin jadi lama lama kupukul pake sepatu," gerutu Selina kesal.
Saat ini mereka sudah berada di pintu masuk bandara khusus untuk jet pribadi,karena Leonard tak ingin berdesakan dengan orang lain.
Sultan mah bebas...
__ADS_1
"Nak ingat ya jangan nakal disana," pinta Selina...
(astogeh guys...
beginilah kalau nulis lagi banyak pikiran,author sampe lupa kalau ternyata Selina ditinggalkan disekolah..eh malah bahas lagi soal dirinya...
Maafkan emak ya...)
LANJUT ^^^
"Iya Bunda,disana abang tidak akan nakal dan macam macam dan akan selalu kasih kabar kesemuanya." Sahut Rafa sambil tersenyum.
"Abang jadi kecil lagi deh biar tidak mau jauh dari Bunda," ujar Selina merajuk.
"Haha mana bisa begitu sih Yang," goda Alex yang merasa lucu dengan perkataan istrinya.
"Ihh kamu nggak sedih apa ditinggal Abang pergi jauh." kesal Selina.
"Lho bukannya gitu Yang,tapi Abang pergi kan untuk belajar bukan untuk jalan jalan.Kita sebagai orang tua harusnya mendukung segala keputusannya,karena bagaimanapun kalau itu yang terbaik untuk kedepannya," jelas Alex sambil modus memeluk istrinya.
Yaelah modus lu Bang๐๐
"Abang harus setiap liburan pulang ya!" pinta Selina lagi.
"Eits mana bisa begitu,orang dia kan anak aku Dad jadi otomatis bantuin Ayahnya." Sahut Alex tak mau kalah.
"Ingat pesan Bunda ya Nak,anak Bunda yang paling tampan yang paling Bunda sayang permata hati Bunda," ujar Selina yang tak bisa menahan tangisnya.
Anak yang dulu ditinggalkan orang tuanya,dan selalu menyendiri mulai berubah ketika Selina datang.Ia akan bersedih ketika tak melihat Selina ia takut jika Bundanya akan meninggalkannya tapi sekarang malah pergi.
Rafa memeluk Bundanya karena ia tak tega melihat air mata Selina,ia pun mencoba untuk tidak menangis karena dirinya cowok dan tak boleh menangis.
"Bunda jangan sedih ya,kasihan nanti Adek juga baka sedih," bujuk Rafa.
"Aishh,Abang mah tega masa ada Ayah malah pikiran Adek yang nggak ada sudah gitu main peluk istrinya Ayah lagi," gerutu Alex.
Semuanya disitu hanya tertawa kecil melihat Alex menggerutu,ternyata kehadiran Selina memberikan perubahan bagi pria itu.
"Nanti juga Ayah bakal sama Bunda terus kok,Abang hanya pinjam dikit bolehlah," goda Rafa.
"No dan jangan harap." Sahut Alex sambil menarik tangan Selina agar mendekat dirinya.
"Iya iya Maafkan Abang ya,Bunda jangan dekat dekat ya nanti takut Singa ngamuk," sindir Rafa secara halus.
__ADS_1
"Kamu itu memang sangat memalukan." Bisik Selina kesal.
"Bohong itu dosa lho Yang,jadi harus jujur sama yang ada dipikiran." Sahut Alex.
"Ya sudah semuanya kami berangkat dulu ya," pamit Leonard.
"Uncle Ben mau pesan apa?" Tanya Rafa.
"Tak perlu merepotkan anda Tuan muda." Sahut Ben tak enak hati.
"Oh ayolah Uncle aku ikhlas kok," ujar Rafa sedikit memaksa.
"Ben bukannya kamu jomblo kenapa tak memesan teman sijeki,agar ada tempat pulang.Disana banyak wanita cantik,bahenol seksi dan so pasti Hot lah." Alex memberikan sarannya.
"Mati aku Tuan,tak lihatkah jika simacan mulai menunjukan taringnya," gumam Ben.
"Terserah anda saja." Akhirnya Ben mengeluarkan suara.
"Ok ditunggu ya." Sahut Rafa dan akhirnya menyeret kopernya.
"Daddy berangkat dulu ya,semoga secepatnya kasih kabar gembira buat Daddy." pamit Leonard.
"Oh tenang saja Dad,sekarang selalu ngebut terus tak pernah kasih kendor mungkin nyicil ujung kukunya dulu." Sahut Alex antusias.
"Hati hati ya Daddy,titip Rafa kalau melawan nanti marahin saja ya," pinta Selina.
"Baiklah nak." Sahut Leonard lalu meninggalkan mereka.
Setelah keduanya tak terlihat Selina langsug pergi tanpa pedulikan kehadiran suaminya itu.
"Ben,ayo pergi!" perintah Selina tanpa ingin dibantah.
***Bersambung ya...
author lagi sibuk revisi Novel
CALON SUAMIKU PENIPU...
MAAF UDAH DIGANTI JUDULNYA KARENA TERLALU VULGAR..
TAPI ISI NYA SAMA KOK
SAMA SUAMI KU PENJAHAT WANITA***
__ADS_1