AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 211


__ADS_3

HAII READERKU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


"Sayang ayo tidur biarkan orang Bucin itu mengatur kemauan mereka sendiri!"ajak Selina.


"Nah itu yang ku mau dari tadi,hanya kamu saja yang selalu suruh untuk menunggu jadinya kita tertinggal jauh dari si cunguk itu." Kesal Alex.


"Heh biarpun cunguk tapi itu anak kamu!" kesal Selina.


"Iya juga sih,tapi tetap saja kita kalah telak dari dia," oceh Alex sambil memeluk pinggang Selina erat takut ada yang ambil.


"Lina aku balik kerumah saja ya," pinta Lala karena tak betah melihat tingkah bucin nya Rafa yang dari tadi mencium wajah Alina tanpa ada rasa malu.


"Lho kenapa,lagian ini sudah malam lho?" Tanya Alina heran.


"Aku takut nanti pengen," ujar Lala sambil memonyongkan bibirnya kearah Alina dan Rafa.


"Haha,Kamu itu ada saja kalau ngomong?Lagian nih orang kepalanya masih diperban,tangannya juga lagi encok tapi bawaannya ngusel terus,"gerutu Alina.


"Aku kangen lho Yang," ucap Rafa sambil tersenyum.


"Uncle Ver kok masih disini?" Tanya Alina yang dari tadi tak sengaja melihat arah pandang Pria itu.


"Oh itu tadi kata Tuan untuk menginap disini juga." Bohong Xaver.


"Masa?" Tanya Lala menimpali.


"Jadi kamu pikir saya bohong?" Tanya Xaver tajam.


"Memang tadi aku bilang situ bohong?" Tanya Lala balik.


ceritanya ada yang lagi balas dendam guys💪💪


"Kamu berani sama saya?" Tanya Xaver dingin.


"Memang situ kanibal atau predator yang suka mencabut nyawa orang seenak nya?" Tanya Lala nyolot.


"Kamu...


"Sudah sana pergi,kalau mau pacaran jangan disini ganggu saja!" usir Rafa.


"Iya Tuan." Sahut Xaver singkat tanpa permisi menarik tangan Lala agar ikut dengannya.


"Lho kok saya juga kamu tarik sih,memangnya kamu pikir mata saya Buta jadi tidak bisa melihat?" Omel Lala.

__ADS_1


"Kamu mau lihat Bos dan Nona mantap mantapan didalam?" Tanya Xaver heran.


"Ya nggak juga sih,tapi tetap saja jangan asal main tarik saja dong!" Ujar Lala sambil memonyongkan bibirnya.


"Jangan buat begitu sebelum kumakan!" Pinta Xaver yang berusaha menahan godaan.


"Dasar Om Om mesum,sukanya aneh aneh sama anak gadis orang," sindir Lala sambil berlalu menuju ruangan Tempat tadi dirinya dan Alina tidur.


Saat akan menutup pintu,Xaver nyelonong masuk tanpa permisi membuat Lala heran melihatnya.


"Lho kok kamu juga masuk kesini?" Tanya Lala heran.


"Aku mau tidur disini." Sahut Xaver santai.


"Eh mana bisa begitu,keluar sana sebelum kuteriak maling!" ancam Lala.


"Memangnya kamu berani tidur di rumah sakit sendirian?" Tanya Xaver yang mencoba memakai cara liciknya.


"Ya berani lah orang cuma tidur doang!" Ketus Lala.


"Kamu tahu tidak kalau dirumah sakit itu,banyak sekali cerita mistis.Apalagi ruangan ini dekat sekali lho dengan Ruang jenasah,memang nya kamu berani?" Tanya Xaver uji nyali.


"Beranilah kalau hanya gitu doang mah cemen." Ucap Lala sambil menunjukan jari jempolnya kebawah.


"Kamu yakin,padahal katanya malam ini biasanya mereka jalan ganggu anak gadis yang masih perawan," ujar Xaver mendramatisir keadaan.


"Yang benar Om?" Tanya Lala yang nampak wajahnya mulai panik.


"Ya iyalah memang kamu pikir aku udah dicoblos apa pake paku?" gerutu Lala kesal.


"Nah maka dari itu aku yakin kamu pasti korban pertama malam ini," ujar Xaver dengan menahan tawanya.


"Om malam ini tidur disini ya!" pinta Lala pelan.


"Kamu ngomong apa tadi,saya kurang jelas dengarnya."Tanya Xaver yang hanya ingin Lala mengulang kalimatnya.


"Om tidur disini ya!" Ucap Lala lagi.


"Tapi katanya tadi aku disuruh pergi?" Tanya Xaver menggoda.


"Aishh nih Om mau jatuhkan harga diriku atau bagaimana sih," umpat Lala dalam hati.


"Terserah." kesal Lala lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


"Geser," perintah Xaver yang terlihat juga mau ikutan tidur disamping Lala.


"Ehh mana bisa begitu,tuh ada sofa ngapain tidur disini?" usir Lala.


"Kalau aku tidur di Sofa,terus kalau malam mereka gendong kamu bawa keluar bagaimana.Lagian aku juga nggak bakal ngapain kamu kok,apanya yang bisa dipegang orang rata semua kok!" Ejek Xaver sambil menoleh kearah dadanya Lala.


Dengan segera Lala menutup area dadanya dengan tangan disilang,sambil menatap tajam kearah Xaver.

__ADS_1


"Dasar Om Om mesum,sana pergi pegang tante tante girang jangan gangguin saya!" Omel Lala kesal.


"Nanti sajalah urusan tante girangnya mending sekarang kita tidur," ajak Xaver yang langsung memeluk tubuh mungil Lala hingga membuat gadis mungil nan aktif itu hanya mematung.


"Kamu kenapa?" Tanya Xaver melihat wajah merona milik Lala itu.


Lala hanya menggelengkan kepalanya,diri nya merutuki sikap Alina yang seakan melupakan dirinya.


"Bodoh apa tadi sampai bisa terdampar dengan Om om mesum?Ini lagi Alina bukannya tolongin aku,malah sibuk dengan tuh Abang abang ganjen walaupun kepalanya lagi diperban," omel Lala dalam hati.


Alina kini hanya tidur sambil memeluk pinggang Rafa,gadis itu kesal karena tak bisa bergerak bebas karena selang infus yang masih menancap ditangan Rafa.


Berbeda dengan Rafa,rasanya ia ingin membuang alat sialan ditangannya itu karena membuat dirinya tak bisa ngapain walaupun ada santapan lezat disampingnya.


"Kamu kenapa gelisah begitu?"Tanya Alina bingung.


"Kesal karena tak bisa bebas berbuat sesuka hati."Gerutu Rafa.


"Lha memangnya kenapa?" Tanya Alina bingung.


"Aku kan ingin peluk kamu,cium atau apalah eh malah benda laknat ini buat aku mati kutu," Ucap Rafa.


"Sabar jangan marah seharusnya kamu bersyukur karena masih bisa memeluk dan melihatku," bujuk Alina sambil tersenyum.


"Aku penasaran kok kamu bisa tahu kalau aku ada disini?" Tanya Rafa bingung.


Padahal hal ini yang ingin ia tanyakan saat membuka mata,namun karena urusan dunia ia akhirnya melupakanya.


"Justru aku yang bawa kamu kesini.' Sahut Alina santai.


"Kok bisa?" Tanya Rafa bingung.


"Ya iyalah kecelakaan kamu kan dekat dengan hotel tempat aku bakal menginap ingat ya bakal menginap bukan sudah menginap!" Ucap Alina sambil menatap kearah Rafa.


"Kamu kok bisa bisanya ada pikiran buat ke Hotel?" Tanya Rafa bingung.


"Maaf Yang,aku khilaf." Sahut Alina cengengesan.


"Lain kali jangan seperti itu lagi,nanti disana kalau ada cowok yang ganjen sama kamu kan bisa berabe," gerutu Rafa.


"cup cup cup,sudah ya ayo tidur kepala diperban tangan di bendrat tapi masih saja ngoceh," bujuk Alina yang sudah tak bisa menahan kantuknya.


Disaat semua orang tertidur berbeda dengan Mikael yang sedang termenung,dirinya bingung harus bagimana.


Ingin menjauh dari Alina tapi masa Iya baru ada perasaan suka sama seseorang harus mundur sebelum bertanding?


Tapi kalau dipaksakan sama saja akan menghancurkan hubungan seseorang,dan itu tak masuk dalam hidup Mikael.


"Ahh Tuhan dia sungguh cantik,dan sangat manis jika boleh berbagi bisakah sebagian besar hanya untukku saja," gumam Mikael.


"Aku harus kembali kerumah sakit,biarlah jadi sasaran amukan Ayahnya.Yang penting bisa melihat gadisku,meskipun nyawa taruhanya," sambung Mikael lagi lalu pergi dari situ.

__ADS_1


Padahal sekarang sudah tengah malam,namun tak menyurutkan niatnya untuk sekedar menatap Alina walaupun dari jauh.


__ADS_2